Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Seberapa Sering Clay Mask untuk Kulit Berminyak? Ini Aturannya

Seberapa Sering Clay Mask untuk Kulit Berminyak? Ini Aturannya
ilustrasi seorang wanita menggunakan masker wajah (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)
  • Clay mask untuk kulit berminyak disarankan digunakan 1–2 kali seminggu sebagai awal, lalu sesuaikan bila kulit terasa kering, perih, kemerahan, atau mengelupas.
  • Jangan menunggu masker retak; ikuti durasi kemasan dan bilas sebelum mengeras. Aplikasikan terutama di area lebih berminyak seperti dahi, hidung, dan dagu.
  • Pilih formulasi yang tidak membuat kulit sangat kering atau perih, lalu gunakan moisturizer ringan setelahnya agar minyak terkontrol tanpa mengorbankan kelembapan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kulit berminyak sering membuat wajah terlihat mengilap, terutama di area T-zone. Karena itu, clay mask kerap menjadi pilihan untuk membantu menyerap minyak berlebih dan membuat kulit terasa lebih bersih.

Namun, bukan berarti semakin sering dipakai, hasilnya akan semakin baik. Penggunaan clay mask yang terlalu sering justru bisa membuat kulit terasa kering dan tidak nyaman. Jadi, seberapa sering sebenarnya clay mask boleh digunakan untuk kulit berminyak?

  1. 1. Mulai dari 1–2 kali seminggu

    seorang wanita mengoleskan masker di wajah
    ilustrasi seorang wanita mengoleskan masker di wajah (pexels.com/ Gustavo Fring)

    Untuk pemilik kulit berminyak, clay mask umumnya cukup digunakan sekitar satu hingga dua kali dalam seminggu. Frekuensi ini bisa menjadi titik awal untuk melihat bagaimana kulit merespons produk.

    Jika setelah pemakaian kulit terasa nyaman dan tidak kering, rutinitas tersebut bisa dilanjutkan. Sebaliknya, jika kulit terasa tertarik, perih, atau mengelupas, kurangi frekuensi penggunaannya. Ingat, kulit berminyak tetap membutuhkan kelembapan.

  2. 2. Jangan menunggu masker sampai retak

    seorang wanita menggunakan masker wajah
    ilustrasi seorang wanita menggunakan masker wajah (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

    Ada anggapan bahwa clay mask harus dibiarkan sampai benar-benar kering dan retak agar minyak terserap maksimal. Padahal, membiarkan masker terlalu lama justru dapat membuat kulit terasa semakin kering.

    Ikuti durasi yang tertera pada kemasan dan bilas sebelum masker benar-benar mengeras di wajah. Kamu tidak perlu menunggu sampai wajah terasa kencang. Setelah dibilas, kulit seharusnya terasa bersih dan nyaman, bukan tertarik.

  3. 3. Fokuskan pada area yang paling berminyak

    seorang wanita mengoleskan masker di wajah
    ilustrasi seorang wanita mengoleskan masker di wajah (pexels.com/cottonbro studio)

    Tidak semua bagian wajah memiliki produksi minyak yang sama. Jika area dahi, hidung, dan dagu lebih mudah berminyak dibandingkan pipi, kamu tidak harus selalu mengaplikasikan clay mask ke seluruh wajah.

    Coba gunakan teknik multi-masking dengan mengoleskan clay mask hanya pada area yang membutuhkan kontrol minyak. Bagian wajah yang cenderung kering bisa tetap menggunakan masker yang memberikan hidrasi. Cara ini membantu perawatan terasa lebih sesuai dengan kebutuhan kulit.

  4. 4. Pilih clay mask yang tidak terlalu mengeringkan

    seorang wanita menggunakan masker di wajah
    ilustrasi seorang wanita menggunakan masker di wajah (pexels.com/Arina Krasnikova)

    Tidak semua clay mask memiliki efek yang sama pada kulit. Untuk pemula, perhatikan formulasi dan pilih produk yang tetap memberikan rasa nyaman setelah dibilas. Kandungan seperti kaolin atau bentonite memang umum ditemukan dalam clay mask, tetapi keseluruhan formulasi tetap perlu diperhatikan.

    Hindari memaksakan produk yang setiap kali digunakan membuat kulit terasa sangat kering atau perih. Produk yang tepat seharusnya membantu mengontrol minyak tanpa membuat skin barrier terasa terganggu.

  5. 5. Jangan lupa moisturizer setelahnya

    seorang wanita menggunakan moisturizer
    ilustrasi seorang wanita menggunakan moisturizer (pexels.com/Ron Lach)

    Setelah menggunakan clay mask, jangan langsung berhenti di tahap membilas wajah. Lanjutkan dengan moisturizer untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Kulit berminyak tetap membutuhkan hidrasi karena kekurangan kelembapan dapat membuat wajah terasa tidak nyaman.

    Pilih pelembap dengan tekstur ringan jika kamu tidak menyukai sensasi berat di wajah. Langkah sederhana ini juga membantu menjaga rutinitas setelah maskeran tetap seimbang.

    Untuk kulit berminyak, satu hingga dua kali seminggu bisa menjadi patokan awal, tetapi kebutuhan setiap kulit tetap berbeda. Jika kulit terasa kering, perih, kemerahan, atau mengelupas setelah pemakaian, kurangi frekuensinya atau hentikan sementara. Sebaliknya, jika kulit tetap nyaman, kamu bisa mempertahankan jadwal tersebut sambil mengikuti petunjuk penggunaan produknya.

    Tujuan menggunakan clay mask bukan membuat kulit bebas minyak sepenuhnya, melainkan membantu mengontrol minyak berlebih tanpa mengorbankan kelembapan kulit. Jadi, tidak perlu mengejar sensasi kulit yang super kesat setelah maskeran. Kulit yang terasa bersih, nyaman, dan tetap terhidrasi justru menjadi tanda bahwa rutinitasmu lebih seimbang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More