ilustrasi duduk sendirian, menatap jendela, merenung (magnific.com/magnific)
Ada satu sisi yang mungkin gak pernah kamu sadari ketika terlalu lama menjadi sosok yang bisa diandalkan, yaitu munculnya perasaan kehilangan ketika orang lain mulai bisa mengurus kebutuhannya sendiri. Selama bertahun-tahun, kamu mungkin mendapatkan kepuasan karena mampu membantu banyak orang. Kamu merasa memiliki peran penting dalam keluarga, lingkungan pertemanan, maupun pekerjaan. Tanpa disadari, perasaan berharga tersebut akhirnya sangat bergantung pada seberapa banyak orang yang membutuhkan bantuanmu.
Ketika mulai mengurangi tanggung jawab, kamu mungkin justru merasakan kesedihan. Misalnya, saat anggota keluarga mulai mengatur urusannya sendiri, kamu merasa gak lagi memiliki peran sebesar sebelumnya. Begitu pula ketika pekerjaan yang biasanya kamu tangani mulai dibagikan kepada orang lain. Ada perasaan kehilangan karena selama ini kemampuan mengurus banyak hal sudah menjadi bagian dari identitasmu.
Perasaan kehilangan tersebut juga berkaitan dengan kebanggaan yang selama ini kamu dapatkan dari peran sebagai orang yang selalu bisa diandalkan. Kamu sudah terbiasa mengantisipasi kebutuhan orang lain, mencari solusi ketika muncul masalah, dan memastikan berbagai urusan berjalan lancar. Karena itu, mengurangi tanggung jawab terkadang terasa seperti kehilangan bagian penting dari diri sendiri. Bahkan, kamu mungkin mulai menyadari betapa banyak waktu dan energi yang sudah dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
Namun, penting untuk memahami bahwa nilai dirimu gak ditentukan oleh seberapa sering orang lain membutuhkan bantuanmu, ya. Kamu tetap menjadi pribadi yang berharga meskipun sedang tidak melakukan apa pun untuk orang lain. Mulailah mencari kegiatan, minat, dan tujuan pribadi yang bisa memberikan kepuasan tanpa harus selalu berkaitan dengan tanggung jawab terhadap orang lain.
Penelitian dalam Journal of Occupational and Organizational Psychology yang diterbitkan pada 2025 juga menemukan hubungan antara peningkatan gejala menopause dan meningkatnya burnout. Penelitian yang melibatkan 679 perempuan di Inggris tersebut menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami gejala menopause semakin berat selama enam bulan cenderung mengalami peningkatan burnout. Temuan ini mengingatkan bahwa perubahan kondisi tubuh juga dapat menambah tantangan bagi perempuan yang tetap harus memenuhi berbagai tuntutan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.
Walau kemampuan ini merupakan hal positif, tetap ada sisi gelap menjadi perempuan yang selalu bisa diandalkan. Jangan sampai kemampuan tersebut membuatmu terus-menerus mengorbankan kebutuhan pribadi. Kamu berhak mendapatkan waktu istirahat, meminta bantuan, dan menolak tanggung jawab tambahan ketika memang gak sanggup melakukannya.
Cobalah mulai dari langkah sederhana, seperti membiarkan orang lain mengatur kegiatan keluarga atau tidak langsung menyanggupi setiap permintaan. Ingat, kamu tetap berharga meskipun gak selalu menjadi orang yang menyelesaikan semua urusan orang lain.