Sunscreen Bisa Ancam Terumbu Karang, Jangan Terkecoh Label Reef Safe

- Kandungan oxybenzone dan octinoxate pada sunscreen perlu diperhatikan karena dikaitkan dengan peningkatan risiko pemutihan karang, kerusakan DNA, serta gangguan perkembangan karang muda.
- Label seperti “reef safe”, “ocean friendly”, atau “coral friendly” tidak memiliki standar seragam; pembeli disarankan memeriksa daftar bahan aktif, termasuk saat membeli produk secara online.
- Sunscreen mineral berbahan zinc oxide atau titanium dioxide dapat dipertimbangkan, sambil tetap memakai perlindungan UV lain, mengoleskan sebelum ke pantai, dan tidak menyentuh terumbu karang.
Sunscreen adalah bagian dari rutinitas skincare, terutama ketika kamu banyak beraktivitas di luar ruangan atau sedang liburan ke pantai. Namun tahu gak, ketika sunscreen ikut terbawa ke laut, kandungan di dalamnya ternyata gak selalu ramah buat ekosistem. Beberapa bahan kimia dalam sunscreen ternyata dapat memberikan dampak buruk terhadap karang dan organisme laut.
Istilah reef safe sunscreen atau sunscreen yang ramah terumbu karang pun semakin dikenal. Meski begitu, kamu tetap perlu berhati-hati karena istilah "reef safe" gak selalu memiliki standar yang seragam. Cara paling aman bukan sekadar percaya pada tulisan di bagian depan kemasan, melainkan memeriksa kandungan aktifnya dan memahami apa yang sebenarnya kamu gunakan. Berikut lima tips yang bisa kamu terapkan!
1. Cek kandungan pada kemasan sunscreen

ilustrasi membaca komposisi produk (pexels.com/rdne) Saat memilih sunscreen yang reef safe lihat daftar bahan aktif pada kemasannya. Dua nama yang paling sering menjadi perhatian adalah oxybenzone dan octinoxate. Oxybenzone atau benzophenone-3 menjadi salah satu bahan sunscreen yang banyak diteliti terkait dampaknya terhadap ekosistem laut.
Efek buruknya terhadap terumbu karang yakni dapat meningkatkan kerentanan terhadap bleaching, merusak DNA, serta mengganggu perkembangan karang muda. Bahan ini juga dapat masuk ke lingkungan laut melalui aktivitas berenang maupun air limbah. Karena itu, ketika sedang mencari sunscreen untuk kegiatan di pantai, kamu bisa memilih produk yang tidak mencantumkan oxybenzone dan octinoxate sebagai bahan aktifnya, ya!
2. Pilih sunscreen dengan zinc oxide atau titanium dioxide

ilustrasi sunscreen (pexels.com/Karola G) Kamu bisa mempertimbangkan sunscreen mineral atau physical sunscreen. Jenis sunscreen ini umumnya menggunakan zinc oxide atau titanium dioxide sebagai filter UV. Banyak orang merekomendasikan kandungan ini dibandingkan produk yang mengandung oxybenzone untuk mengurangi pencemaran terhadap terumbu karang.
Sunscreen mineral memang memiliki karakteristik berbeda dari sunscreen kimia. Beberapa produk bisa meninggalkan white cast atau terasa sedikit lebih berat di kulit. Tetapi sekarang sudah banyak formula yang dibuat lebih ringan, sehingga kamu tidak harus selalu memilih antara perlindungan kulit dan kenyamanan.
3. Jangan hanya percaya pada label "reef safe"

ilustrasi produk skincare (pexels.com/Nora Topicals) Tulisan "reef safe", "ocean friendly", atau "coral friendly" di kemasan memang terdengar meyakinkan. Namun, istilah tersebut gak selalu memiliki standar yang sama di setiap produk. Karena itu, biasakan membaca daftar ingredients atau bahan aktif sebelum membeli. Ini penting karena daftar bahan yang mendapat perhatian ilmiah tentu ada cukup banyak.
Jadi, jangan menganggap sunscreen itu aman bagi laut hanya karena memiliki tulisan "reef safe" berukuran besar di bagian depan kemasan. Kalau kamu membeli sunscreen secara online, luangkan waktu untuk membuka foto bagian belakang kemasan atau mencari daftar bahan lengkapnya. Kebiasaan kecil ini jauh lebih baik daripada hanya mengandalkan klaim pemasaran.
4. Sesuaikan sunscreen dengan aktivitas di laut

ilustrasi belajar diving (pexels.com/Kampus Production) Pemilihan sunscreen reef safe bukan berarti kamu harus mengabaikan kebutuhan kulit. Sunscreen tetap harus memberikan perlindungan yang memadai terhadap sinar UV. Kalau kamu akan snorkeling, berenang, diving, atau menghabiskan waktu lama di pantai, pilih sunscreen dengan perlindungan yang sesuai.
Produk yang tahan air dapat membantu melindungi kulit selama berada di air, tapi bukan berarti sunscreen tidak akan luntur sama sekali. Selain itu, jangan mengandalkan sunscreen sebagai satu-satunya perlindungan. Kamu bisa menggunakan pakaian dengan perlindungan UV, topi, kacamata hitam, dan berteduh ketika memungkinkan. Dengan begitu, kamu tak perlu terus-menerus menambah sunscreen saat beraktivitas di pantai.
5. Gunakan sunscreen secukupnya dan jangan menyentuh karang

ilustrasi penggunaan sunscreen (pexels.com/kampus) Kalau kamu snorkeling atau diving di kawasan terumbu karang, jangan menyentuh, menginjak, atau berdiri di atas karang. Terumbu karang merupakan ekosistem yang rapuh dan membutuhkan waktu sangat lama untuk tumbuh. Bahkan, dianjurkan untuk menjaga jarak dari karang dan menggunakan jalur keluar masuk air yang tidak merusak habitat.
Kamu juga bisa mengurangi paparan sunscreen ke laut dengan mengoleskannya sebelum berangkat ke pantai dan memberinya waktu untuk menyerap ke kulit. Bukan berarti cara ini membuat sunscreen menjadi sepenuhnya gak mencemari lingkungan, tapi setidaknya kamu tidak baru mengoleskan produk dalam jumlah besar sesaat sebelum masuk air.
Memilih sunscreen yang reef safe tak cukup hanya dengan melihat tulisan pada kemasan. Kamu juga perlu melihat kandungan aktifnya. Menikmati keindahan bawah laut akan terasa jauh lebih menyenangkan ketika kamu juga ikut menjaga agar keindahan tersebut tetap bisa dinikmati di masa depan, bukan?










![[QUIZ] Pilih Caramu Luapkan Emosi, Kamu Tipe Pemaaf atau Penyimpan Dendam?](https://image.idntimes.com/post/20260809/pexels-silverkblack-36763542_3b7f3c45-7091-4894-88f9-370a006d067a.jpg)











