ilustrasi bersama teman (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Bagi tipe di bawah ini, kesalahan terasa lebih ringan setelah diceritakan ke orang lain. Bukan buat cari pembelaan, tapi buat dapat sudut pandang yang bikin mereka lebih lega.
ENFJ: dia biasanya pengin tahu gimana kesalahannya dilihat dari sisi orang lain, bukan cuma dari sudut pandangnya sendiri. Begitu dengar penjelasan dari orang yang terlibat, dia jadi lebih paham kenapa dia bisa disalahkan dan lebih gampang menerimanya.
ESFJ: begitu ngerasa udah bikin orang lain kecewa, dia bisa overthinking. Cerita ke orang yang dia percaya bikin dia lebih tenang, apalagi jika hubungan mereka gak berubah cuma gara-gara satu kesalahan.
ESFP: dia lebih gampang menghadapi kesalahan kalau suasana hatinya sudah membaik. Setelah rasa canggungnya mereda, dia bisa menertawakan kesalahannya sendiri dan bilang, "Yah namanya juga manusia."
ENFP: bagi tipe ini, mikul kesalahan sendirian itu berat, apalagi kalau gak ada yang bisa diajak diskusi. Begitu cerita ke orang lain, dia jadi lebih gampang menerima kesalahan itu tanpa terus merasa buruk soal dirinya.
Menerima kesalahan ternyata bukan cuma soal berani bilang, "Gue salah." Cara seseorang memproses kejadian juga ikut menentukan seberapa cepat dia bisa sampai ke titik itu. Makanya, cowok yang kelihatan denial belum tentu benar-benar gak mau menerima kesalahannya.