Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
16 Cara Cowok Sikapi Kesalahan Sesuai Tipe MBTI, Ada yang Denial!
ilustrasi merasa bersalah (pexels.com/Timur Weber)
  • Respons cowok menghadapi kesalahan digambarkan berbeda menurut 16 tipe MBTI, dari yang tampak denial karena perlu memeriksa fakta hingga yang cepat mengakuinya.
  • INTJ, INTP, ISTP, dan ISTJ cenderung menelusuri penyebab serta kronologi dulu; ENTJ, ESTJ, ESTP, dan ENTP lebih fokus menerima kesalahan dan melanjutkan langkah.
  • Tipe perasa seperti INFJ hingga ISFJ perlu menenangkan emosi, sedangkan ENFJ, ESFJ, ESFP, dan ENFP terbantu berdiskusi atau mendapat perspektif orang lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menerima kesalahan ternyata gak sesederhana bilang, "Oke, gue salah," begitu sadar ada yang keliru. Ada yang memilih diam dulu, ngulik kejadiannya sendiri, sampai akhirnya siap menerima kesalahan itu.

Cara cowok menyikapi hal ini ternyata bisa beda-beda, tergantung tipe MBTI-nya. Nah, seperti apa reaksi 16 tipe MBTI cowok pas sadar mereka salah? Yuk, simak satu-satu di bawah ini!

1. Tipe yang susah ngaku sebelum semuanya jelas

ilustrasi memikirkan sesuatu (pexels.com/cottonbro studio)

Buru-buru mengakui kesalahan bukan gaya cowok tipe ini. Mereka perlu memastikan dulu bagian mana yang keliru dan memahami penyebabnya sebelum akhirnya menerima kesalahan tersebut.

  1. INTJ: begitu ada yang meleset, dia diam dulu buat cari tahu letak salahnya di mana. Orang lain sering mengira dia denial, padahal dia cuma butuh waktu buat memastikan semuanya jelas sebelum menerima kesalahannya.

  2. INTP: tipe ini suka banget ngebongkar masalahnya sampai dia pusing sendiri. Bukannya gak mau ngaku, dia cuma perlu paham dulu duduk perkaranya sebelum yakin itu memang salahnya.

  3. ISTP: raut mukanya sih santai aja, seperti gak ada masalah. Dia memang gak banyak menunjukkan reaksinya, tapi begitu sadar letak salahnya, dia bisa langsung menerimanya.

  4. ISTJ: dia gak suka langsung menyimpulkan dirinya salah sebelum benar-benar yakin. Dia bakal telusuri dulu kronologinya pelan-pelan sampai jelas apa yang sebenarnya terjadi.

2. Tipe yang ngaku salah ya ngaku aja, gak pakai drama

ilustrasi cowok sedang meminta maaf (pexels.com/Vera Arsic)

Buat cowok tipe ini, kesalahan bukan sesuatu yang perlu dipikirin berlarut-larut. Mereka bisa menerimanya tanpa membuatnya jadi persoalan panjang.

  1. ENTJ: baginya, rasa bersalah itu cuma numpang lewat, karena yang lebih penting adalah langkah selanjutnya, bukan menyesali yang sudah terjadi. Begitu tahu dirinya salah, dia gak berlama-lama menyesal dan langsung mikirin apa dampaknya ke rencana besar yang lagi dia kejar.

  2. ESTJ: dia tipikal yang menuntut semuanya harus serba jelas, jadi begitu ada bukti dia salah, dia gak akan berkelit. "Ya udah, itu salah gue," katanya, sesimpel itu, tanpa sibuk cari pembenaran.

  3. ESTP: ngungkit kesalahan yang sudah lewat itu buang-buang waktu buat dia. Dia lebih milih menertawakan kekonyolan sendiri dan langsung move on ke hal lain, seolah gak terjadi apa-apa.

  4. ENTP: dia memang suka mempertanyakan sesuatu dari berbagai sisi, termasuk ketika dirinya dianggap salah. Tapi kalau memang sudah jelas keliru, dia bisa langsung bilang, “Oke, gue salah,” sambil nyengir.

3. Tipe yang perlu berdamai sama perasaannya dulu

ilustrasi sedang merenung (pexels.com/Leyla Qəhrəmanova)

Gak semua orang bisa langsung menerima kesalahan sesimpel itu, apalagi jika sudah menyangkut perasaan. Buat tipe di bawah ini, mereka perlu menenangkan perasaan dulu sebelum bisa menerima kalau dirinya memang salah.

  1. INFJ: dia biasanya gak cuma melihat apa yang salah, tapi juga memikirkan kenapa hal itu bisa terjadi. Setelah perasaannya lebih tenang, dia baru bisa menerima bahwa dirinya memang keliru.

  2. INFP: mengakui kesalahan bisa terasa cukup berat buatnya, soalnya dia gampang kecewa sama dirinya sendiri ketika melakukan sesuatu yang menurutnya keliru. Dia perlu waktu buat berdamai dengan rasa kecewa itu sebelum akhirnya bisa menerima kalau dia memang salah.

  3. ISFP: dia gak suka dipaksa langsung membahas kesalahannya ketika perasaan masih berantakan. Setelah emosinya reda, dia lebih mudah menerima kesalahan itu dengan caranya sendiri.

  4. ISFJ: dia langsung menyalahkan diri sendiri sebelum orang lain sempat bilang apa-apa. Dia baru bisa lega setelah minta maaf dan yakin hubungannya sama orang itu masih baik-baik aja.

4. Tipe yang gak sanggup mikul kesalahan sendirian

ilustrasi bersama teman (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Bagi tipe di bawah ini, kesalahan terasa lebih ringan setelah diceritakan ke orang lain. Bukan buat cari pembelaan, tapi buat dapat sudut pandang yang bikin mereka lebih lega.

  1. ENFJ: dia biasanya pengin tahu gimana kesalahannya dilihat dari sisi orang lain, bukan cuma dari sudut pandangnya sendiri. Begitu dengar penjelasan dari orang yang terlibat, dia jadi lebih paham kenapa dia bisa disalahkan dan lebih gampang menerimanya.

  2. ESFJ: begitu ngerasa udah bikin orang lain kecewa, dia bisa overthinking. Cerita ke orang yang dia percaya bikin dia lebih tenang, apalagi jika hubungan mereka gak berubah cuma gara-gara satu kesalahan.

  3. ESFP: dia lebih gampang menghadapi kesalahan kalau suasana hatinya sudah membaik. Setelah rasa canggungnya mereda, dia bisa menertawakan kesalahannya sendiri dan bilang, "Yah namanya juga manusia."

  4. ENFP: bagi tipe ini, mikul kesalahan sendirian itu berat, apalagi kalau gak ada yang bisa diajak diskusi. Begitu cerita ke orang lain, dia jadi lebih gampang menerima kesalahan itu tanpa terus merasa buruk soal dirinya.

Menerima kesalahan ternyata bukan cuma soal berani bilang, "Gue salah." Cara seseorang memproses kejadian juga ikut menentukan seberapa cepat dia bisa sampai ke titik itu. Makanya, cowok yang kelihatan denial belum tentu benar-benar gak mau menerima kesalahannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article