Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sering Pegal saat Gowes? Cek 3 Komponen Sepeda Ini!

3 min read
Sering Pegal saat Gowes? Cek 3 Komponen Sepeda Ini!
ilustrasi pesepeda yang sedang melakukan peregangan otot kaki (pexels.com/Pack2Ride)
  • Nyeri setelah bersepeda bisa dipicu setup sepeda yang tidak sesuai postur; penyesuaian geometri sederhana membantu mengurangi beban berlebih pada otot dan persendian.
  • Ketinggian serta kemiringan sadel perlu tepat: terlalu rendah membebani lutut, sementara terlalu tinggi membuat pinggul bergoyang dan dapat memicu sakit pinggang.
  • Atur jangkauan handlebar serta posisi kaki di pedal dan crankarm agar tubuh lebih rileks, tenaga merata, dan risiko pegal pada leher, bahu, pergelangan, engkel, serta betis berkurang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Niat hati ingin sehat dengan rutin gowes, tapi kok selesai bersepeda malah bikin badan pegal dan punggung sakit? Rasa nyeri setelah bersepeda sebenarnya gak selalu karena fisikmu kaget, tapi bisa jadi sinyal kalau setup komponen sepedamu belum pas dengan postur tubuh.

Penyesuaian geometri atau bike fitting sederhana sangat krusial untuk mencegah beban berlebih pada persendian maupun otot. Biar gowes makin nyaman dan bebas cedera, yuk setel ulang 3 komponen utama sepeda berikut!

  1. 1. Ketinggian dan posisi sadel (saddle)

    Seorang pesepeda dengan perlengkapan lengkap sedang menyesuaikan jok sepeda di hari yang cerah di alam
    ilustrasi proses pengaturan ketinggian saddle sepeda (pexels.com/Jose Rodriguez Ortega)

    Posisi sadel yang tidak pas jadi penyebab utama timbulnya rasa nyeri pada area lutut dan punggung bawah. Jika sadel terlalu rendah, lutut akan menekuk secara berlebihan saat mengayuh sehingga menerima tekanan ekstra yang memicu rasa nyeri. Sebaliknya, sadel yang terlalu tinggi akan membuat pinggulmu bergoyang ke kanan dan ke kiri saat mengayuh, yang lambat laun memicu sakit pada area pinggang.

    Selain memastikan tinggi sadel memungkinkan lutut sedikit menekuk saat pedal berada di titik terendah, pastikan juga kemiringan (tilt) permukaan sadel berada dalam posisi sejajar atau mendatar agar tidak menekan area sensitif.

  2. 2. Jarak jangkauan dan ketinggian kemudi (handlebar)

    Seorang pesepeda dalam jersey lengan panjang mengatur sepedanya di jalan
    ilustrasi komponen handlebar dan stem pada sepeda (pexels.com/RDNE Stock project)

    Pernah merasakan pegal yang mengganggu di area leher, bahu, hingga pergelangan tangan usai gowes? Hal tersebut menandakan bahwa jarak jangkauan (reach) atau ketinggian handlebar milikmu belum disesuaikan dengan panjang lengan dan tubuh bagian atas.

    Posisi stang yang terlalu rendah atau terlalu jauh memaksa tubuhmu membungkuk secara ekstrem, sehingga pergelangan tangan dan bahu harus menumpu sebagian besar beban tubuh.

    Untuk mengatasinya, kamu bisa menaikkan posisi stem atau menggantinya dengan ukuran yang lebih pendek agar posisi dudukmu saat memegang kemudi menjadi lebih tegap dan rileks.

  3. 3. Posisi kaki pada pedal dan engkol (crankarm)

    Pesepeda yang mengendarai sepeda jalanan mengenakan sepatu
    ilustrasi komponen pedal dan crankarm pada sepeda (pexels.com/RDNE Stock project)

    Titik tumpu telapak kaki saat menekan pedal sangat menentukan seberapa efisien energi yang kamu keluarkan sekaligus menjaga kesehatan persendian kaki. Memasang posisi kaki yang terlalu maju atau terlalu mundur pada pedal bisa membuat persendian engkel dan otot betis bekerja terlalu keras hingga memicu kram.

    Tak hanya itu, panjang engkol pedal (crankarm) yang tidak sesuai dengan panjang tungkai kaki juga bisa membuat putaran kayuhan terasa dipaksa dan cepat melelahkan. Pastikan bagian bantalan telapak kaki (area tepat di bawah jari-jari kaki) menumpu secara pas di tengah-tengah as pedal agar distribusi tenaga merata dan rotasi kayuhan terasa lancar.

    Melakukan penyesuaian sederhana pada ketiga komponen di atas terbukti ampuh meminimalkan rasa pegal dan membuat pengalaman bersepedamu jauh lebih menyenangkan. Sebelum memutuskan untuk melaju di rute yang lebih jauh, pastikan kamu sudah menyetel ulang komponen sepedamu hingga benar-benar nyaman, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles