478 Siswa Meriahkan Legacy of Stars HUT ke-25 Bina Bangsa School

- Bina Bangsa School rayakan ulang tahun ke-25 bertema “Legacy of Stars” di Ciputra Artpreneur, melibatkan 478 siswa dari enam kampus dengan konser orkestra kolaboratif lintas kota.
- Didirikan tahun 2001 oleh Surya Putra Subandi, BBS berkembang dari 27 murid menjadi enam kampus berstandar internasional dengan kurikulum Cambridge dan ribuan alumni berprestasi global.
- BBS tekankan keseimbangan seni dan sains lewat pendekatan STEAM, membentuk karakter pemimpin muda serta berbagi inspirasi bagi siswa SDN Kamal Muara melalui pertunjukan orkestra megah.
Jakarta, IDN Times - Bina Bangsa School (BBS) baru saja merayakan ulang tahun peraknya yang ke-25 dengan cara istimewa di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Perayaan bertajuk "Legacy of Stars" ini menyuguhkan konser megah yang melibatkan 478 siswa dari enam kampus di seluruh Indonesia.
Bukan sekadar seremoni biasa, acara ini menonjolkan tradisi kuat BBS dalam bidang musik melalui penampilan orkestra yang memukau. Untuk pertama kalinya, perwakilan siswa dari Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, dan Balikpapan tampil dalam satu panggung kolaboratif.
Table of Content
1. Tradisi unik, padukan orkestra barat dan timur

Para siswa tampil memukau dengan menghadirkan kolaborasi apik antara Western dan Chinese Orchestra dalam satu harmoni. Hal ini menjadi puncak dari kurikulum musik di BBS yang memang mewajibkan siswanya untuk mempelajari instrumen musik sejak dini.
Bimo Haryo Prakoso, Head of Department BBS Western Orchestra, menyebut konser ini adalah puncak pembuktian hasil belajar para siswa di sekolah.
Uniknya, persiapan konser ini menggunakan metode Virtual Synchronization yang melatih siswa bekerja sama meski terpisah jarak antarkota. Siswa merekam bagian musik mereka masing-masing sebelum akhirnya disatukan menjadi komposisi orkestra yang utuh dan megah.
"Kami punya satu kultur di sekolah di mana anak-anak belajar instrumen, dan puncaknya itu pada saat kita konser," kata Bimo dalam keterangan resminya.
2. Berawal dari 27 siswa, kini miliki enam kampus

Perjalanan BBS dimulai pada tahun 2001 dengan niat mulia Surya Putra Subandi untuk menyediakan pendidikan berstandar internasional di tanah air. Saat pertama kali dibuka, sekolah ini hanya memiliki 27 murid, bahkan ada kelas yang hanya diisi dua orang siswa saja.
Komitmen terhadap kualitas pengajar membuat sekolah ini berkembang pesat hingga kini memiliki enam kampus strategis di Indonesia. Ribuan alumni telah lahir dan melanjutkan studi ke berbagai universitas top dunia berkat kurikulum Cambridge yang diterapkan secara konsisten.
"Apa yang kita bangun bersama telah melampaui semua yang pernah saya bayangkan," ujar Surya selaku Founder and President Director of BBS.
3. Cetak pemimpin lewat keseimbangan seni dan sains

BBS tidak hanya mengejar nilai akademik semata, tetapi juga membentuk karakter pemimpin lewat pendekatan (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) STEAM dan seni pertunjukan. Wu Donglin menjadi bukti nyata kesuksesan metode ini, di mana ia meraih prestasi akademik tingkat dunia sekaligus mahir memainkan alat musik Chinese flute, yakni dizi.
Perayaan ini juga menjadi momen berbagi dengan mengundang siswa SDN Kamal Muara untuk menyaksikan kemegahan orkestra secara langsung. Langkah ini diambil sebagai tanggung jawab sosial untuk memberikan inspirasi dan kesempatan bermimpi bagi anak-anak Indonesia lainnya.