Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Doa agar Mendapatkan Arisan Lengkap dengan Artinya
ilustrasi berdoa (pexels.com/Thirdman)
  • Terdapat lima doa untuk mengiringi harapan mendapat giliran arisan, dengan permohonan rezeki halal, luas, berkah, serta hati yang rida terhadap ketentuan Allah.

  • Arisan dinilai mubah oleh sebagian besar ulama bila transparan, adil, disepakati bersama, dan bebas riba maupun penipuan; sebagian lain melarang jika mengandung paksaan atau spekulasi.

  • Selain doa, amalan yang dianjurkan untuk membuka rezeki meliputi bertakwa, memperbanyak istighfar, bersedekah, menjaga silaturahmi, dan bersyukur atas nikmat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Arisan telah menjadi salah satu tradisi yang populer di masyarakat Indonesia. Selain berfungsi sebagai wadah untuk bersilaturahmi dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja, arisan juga sering dimanfaatkan sebagai sarana menabung secara kolektif. Ketika seseorang sedang membutuhkan dana mendesak untuk keperluan tertentu, tentu ada harapan agar namanya segera keluar saat pengundian.

Bagi umat Islam, harapan tersebut dapat diiringi dengan ikhtiar batin memanjatkan doa kepada Allah SWT. Berikut doa agar mendapat arisan yang bisa kamu panjatkan lengkap dengan artinya.

1. 5 bacaan doa agar mendapat arisan

ilustrasi doa (freepik.com/freepik)

Ketika menunggu giliran pengundian arisan, kamu dapat memanjatkan doa untuk memohon rezeki yang halal, keberkahan harta, serta kelancaran urusan. Berikut adalah bacaan doanya:

1. Sholawat Jibril untuk Memohon Keberkahan Rezeki

Memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW diyakini dapat mendatangkan keberkahan dalam setiap rezeki yang kita harapkan.

Shallallahu 'ala Muhammad.

  • Artinya: “Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad.”

2. Doa Memohon Rezeki yang Halal dan Baik

Doa pendek ini memohon agar rezeki yang diperoleh senantiasa mendatangkan kebaikan tanpa membawa masalah di kemudian hari.

Allahummarzuqnii rizqan halaalan thayyiban.

  • Artinya: “Ya Allah, berilah aku rezeki yang halal dan baik.”

3. Doa Memohon Rezeki yang Luas dan Kemudahan

Doa agar Allah SWT melapangkan pintu rezeki tanpa melalui kesulitan atau kepayahan yang berat.

Allahumma innii as-aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi'an thayyiban min ghairi ta'abin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka 'alaa kulli syai'in qadiir.

  • Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rezeki yang halal, luas, dan baik, tanpa kepayahan, kesulitan, bahaya, maupun keletihan dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

4. Doa agar Hati Ikhlas dan Rida dengan Ketentuan Allah

Doa ini mengajarkan kita untuk berpasrah diri, menjaga ketenangan hati, serta menerima hasil undian dengan lapang dada.

Bismillahi 'ala nafsi wa mali wa dini. Allahumma radhdhini bi qadha'ika, wa barik li fima quddira li, hatta la uhibba ta'jila ma akhkharta, wa la ta'khira ma 'ajjalta.

  • Artinya: “Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Ya Allah, jadikanlah aku rida terhadap ketetapan-Mu dan berkahilah apa yang telah Engkau tetapkan untukku, sehingga aku tidak ingin menyegerakan apa yang Engkau tunda dan tidak ingin menunda apa yang Engkau segerakan.”

5. Doa Memohon Rezeki dari Al-Qur'an (Doa Nabi Isa AS)

Diambil dari kisah Nabi Isa AS dalam memohon hidangan dan rezeki dari langit untuk kaumnya (QS. Al-Ma’idah ayat 114).

Rabbanaaa anzil 'alainaa maaa'idatam minas samaaa'i takoonu lanaa 'eedal li awwalinaa wa aakirinaa wa Aayatam minka warzuqnaa wa Anta khairur raaziqeen

  • Artinya: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”

2. Hukum arisan dalam Islam

ilustrasi arisan (freepik.com/freepik)

Para ulama memiliki beberapa pandangan berbeda mengenai boleh atau tidaknya kegiatan arisan. Berikut penjelasannya.

  • Pandangan Mubah (Boleh): Sebagian besar ulama memandang bahwa arisan hukumnya mubah (boleh) karena berfungsi sebagai sarana tolong-menolong (ta'awun), membantu anggota kelompok untuk menabung secara kolektif, serta mempermudah pemenuhan kebutuhan tanpa unsur riba. Syaratnya, praktik arisan harus dijalankan secara transparan, adil, berdasarkan kesepakatan bersama, serta terbebas dari unsur penipuan.

  • Pandangan yang Melarang: Sebagian kecil ulama ada yang menganggapnya makruh atau mendekati haram apabila dalam praktiknya memunculkan unsur paksaan, memberatkan pihak tertentu, atau menyerupai spekulasi yang tidak sehat (perjudian).

Oleh karena itu, kembalikan pelaksanaan arisan pada niat awal yang baik, yakni untuk mempererat kebersamaan dan saling membantu antaranggota secara jujur dan adil.

3. Amalan yang bisa membuka rezeki

ilustrasi buka puasa bersama teman (pexels.com/Thirdman)

Selain memanjatkan doa khusus, pintu rezeki juga dapat dibuka melalui berbagai amalan saleh sehari-hari. Berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan:

  1. Bertakwa kepada Allah SWT: Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya akan mendatangkan jalan keluar dari berbagai kesulitan serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

  2. Memperbanyak Istighfar: Rutin memohon ampunan kepada Allah dapat melancarkan aliran rezeki, mendatangkan keberkahan, serta melapangkan kesusahan hidup.

  3. Bersedekah: Harta tidak akan berkurang karena sedekah. Sebaliknya, Allah SWT berjanji akan melipatgandakan balasan bagi hamba-Nya yang suka berbagi kepada sesama.

  4. Menjalin Silaturahmi: Menyambung tali persaudaraan dan menjaga hubungan baik dengan kerabat serta teman terbukti menjadi salah satu jalan dilapangkannya umur dan rezeki.

  5. Bersyukur atas Nikmat: Senantiasa berterima kasih atas sekecil apa pun nikmat yang diberikan akan membuat Allah SWT menambah karunia-Nya kepada kita (QS. Ibrahim: 7).

Curated For You

Editorial Team

Related Article