4 Fakta Unik Masjid Omeriye, Simbol Warisan Islam di Nikosia

Take a Deeper Reads

Masjid Omeriye, yang juga dikenal sebagai Temenos Omerié, merupakan masjid tua yang terkenal di Nikosia, Siprus. Masjid ini memiliki sejarah panjang dan desain yang unik. Mencerminkan kekayaan iman dan budaya di wilayah tersebut, serta menarik minat mereka yang ingin mempelajari sejarah dan warisannya.
Masjid Omeriye terletak di kawasan Omeriye. Berdiri di lokasi bekas biara Agustinian dan Gereja Santa Maria, yang mencerminkan sejarah kawasan yang kaya dan beragam. Yuk, simak fakta unik tentang Masjid Omeriye berikut ini, guys!
1. Asal-usulnya sangat berkaitan dengan sejarah Nikosia

potret pintu masuk Masjid Omeriye (commons.wikimedia.org/rene boulay) Sejarah Masjid Omeriye berkaitan erat dengan masa lalu Nikosia. MyCityQuest menuturkan bahwa lokasi ini dulunya merupakan tempat berdirinya Gereja Santa Maria. Gereja tersebut merupakan bagian dari biara Agustinian yang dibangun pada abad ke-14. Riwayat ini mencerminkan sejarah Siprus yang panjang dan kaya.
Situs tersebut terletak di dalam tembok Venesia di Nikosia dan merupakan pusat keagamaan serta budaya yang penting. Adapun biaranya dulunya mencakup lahan seluas enam ekar. Di dalamnya terdapat kebun buah, perkebunan tebu, ladang, dan taman.
2. Diubah menjadi masjid pada tahun 1571
Pemandangan aula salat di dalam Masjid Omeriye. (commons.wikimedia.org/Chris06) Pada tahun 1570, Usmaniyah menghancurkan sebagian besar biara. Setahun kemudian, GPSmyCity menyatakan bahwa Lala Mustafa Pasha mengubahnya menjadi masjid. Bagian-bagian dari biara lama digunakan kembali selama proses perubahan tersebut. Batu-batu nisan dari situs itu juga digunakan untuk memperbaiki lantai masjid.
Masjid dinamai untuk menghormati Umar bin Khattab. Sebuah kisah setempat menyebutkan bahwa beliau pernah singgah di Nikosia dalam perjalanannya menuju Mesir. Konon, beliau menghabiskan satu malam di narthex (serambi depan) sebuah gereja tua yang saat itu sudah runtuh. Perubahan fungsi dari gereja menjadi masjid ini mencerminkan peralihan kekuasaan dan keyakinan di Siprus.
3. Arsitektur Masjid Omeriye

potret menara Masjid Omeriye (commons.wikimedia.org/A.Savin) Desain Masjid Omeriye mencerminkan sejarahnya yang panjang dan kaya. Masjid ini memiliki dinding batu yang tebal serta bentuk yang sederhana namun kokoh. Sebuah pintu bergaya Renaisans di sisi timur laut diperkirakan merupakan bagian dari biara lama. Aula utamanya berukuran sekitar 41x11 m dan dulunya beratap kubah silang.
Salah satu ciri utama masjid adalah menaranya yang tinggi, yang dibangun oleh Usmaniyah di sisi utara. Menara tersebut memberikan nuansa Islam yang kental pada bangunan tua ini. Di bagian dalam, setiap aspek diubah agar sesuai untuk ibadah Muslim, dengan dinding berlapis plester dan atap kayu. Namun, masjid tetap mempertahankan pesona lamanya dan mencerminkan sejarahnya yang kaya.
4. Simbol warisan budaya Nikosia
Pemandangan area parkir di samping Masjid Omeriye. (commons.wikimedia.org/Chris06) Masjid Omeriye merupakan bagian penting dari kekayaan warisan budaya Nikosia. Masjid ini berfungsi baik sebagai tempat ibadah maupun situs bersejarah. Mencerminkan masa lalu Siprus yang beragam serta berbagai ikatan budayanya. Selain itu, Masjid Omeriye juga membantu pengunjung mempelajari sejarah berbagai agama dan budaya di pulau tersebut.
Pelataran masjid menawarkan tempat yang tenang untuk beristirahat dan merenung. Bahkan turut menghidupkan kembali sejarah panjang situs tersebut. Pengunjung dapat mempelajari berbagai kelompok kepercayaan lama di Siprus serta perubahan dalam desain masjid.
Masjid Omeriye merupakan bagian penting dari sejarah Nikosia; desainnya yang kuno serta perannya dalam konteks Islam mencerminkan kekayaan masa lalu kota. Hingga kini, masjid ini tetap menjadi simbol utama keberagaman keyakinan dan warisan budaya Siprus.





















