Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 MBTI Cowok yang Cocok Kerja di Bidang Mediasi, Bijak Hadapi Konflik!
ilustrasi mediator (pexels.com/Pavel Danilyuk)
  • INFJ dinilai cocok menangani perselisihan karyawan karena mendengarkan secara mendalam, memahami akar emosi, dan membantu pihak terkait berdialog tanpa saling menyalahkan.
  • ENFJ dan ENTP dipandang unggul dalam komunikasi serta negosiasi: ENFJ menjaga ruang diskusi tetap kondusif, sementara ENTP mencari pendekatan baru saat perundingan buntu.
  • INTJ dan ISTJ cocok untuk penyelesaian sengketa berbasis analisis, fakta, aturan, kesepakatan, dan bukti agar langkah yang diambil tetap masuk akal serta konsisten.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berhadapan dengan konflik bukan perkara mudah. Ketika dua pihak sama-sama merasa paling benar, orang yang menjadi penengah harus bisa tetap tenang, mendengarkan keduanya, dan mencari jalan keluar tanpa ikut terseret masalah.

Kemampuan seperti ini dibutuhkan di berbagai pekerjaan, seperti HR yang menangani perselisihan karyawan, mediator hubungan industrial, negosiator, hingga konsultan penyelesaian sengketa. Kalau kamu penasaran MBTI cowok mana yang punya karakter cukup cocok untuk pekerjaan seperti ini, simak lima di antaranya berikut ini!

1. INFJ

ilustrasi mendengarkan lawan bicara (pexels.com/Edmond Dantès)

Ketika seorang karyawan datang menceritakan ada masalah dengan rekan kerjanya, cowok INFJ biasanya gak akan langsung menyimpulkan siapa yang salah. Dia cenderung mendengarkan ceritanya sampai selesai dan mencoba memahami apa yang sebenarnya membuat masalah tersebut terasa besar bagi orang yang mengalaminya.

Sikap seperti ini cukup berguna ketika bekerja sebagai HR yang menangani perselisihan karyawan. INFJ bisa memperhatikan hal-hal kecil yang kadang terlewat, seperti rasa gak dihargai atau komunikasi yang sudah lama gak berjalan baik. Dari situ, dia bisa membantu kedua pihak membicarakan masalahnya dengan lebih tenang tanpa membuat salah satunya merasa langsung disalahkan.

2. ENFJ

ilustrasi mengarahkan pembicaraan (pexels.com/Kampus Production)

Suasana meeting bisa berubah tegang ketika pembicaraan soal hak karyawan dan kepentingan perusahaan mulai masuk ke bagian yang sensitif. Tipe ENFJ biasanya cukup luwes menghadapi situasi seperti ini karena dia tahu kapan harus serius dan kapan perlu mencairkan suasana agar pembicaraan gak berhenti di tengah jalan.

Kemampuan membangun komunikasi dengan orang lain menjadi salah satu kelebihannya untuk bekerja sebagai mediator hubungan industrial. Dia bisa membuat kedua pihak merasa punya ruang untuk menyampaikan pendapat, sekaligus mengarahkan pembicaraan supaya gak melebar ke persoalan lama yang sebenarnya gak perlu dibahas lagi. Dengan cara seperti ini, dia dapat membantu mencari kesepakatan tanpa membuat salah satu pihak merasa sedang dipaksa mengalah.

3. INTJ

ilustrasi menengahi perselisihan (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Sengketa yang sudah berlangsung lama biasanya gak selesai hanya dengan mempertemukan dua pihak lalu meminta mereka berdamai. Tipe MBTI ini justru cenderung tertarik membongkar persoalannya lebih jauh untuk mencari tahu apa yang sebenarnya membuat masalah tersebut terus berlarut.

Cara berpikirnya yang analitis bisa berguna saat dia bekerja sebagai konsultan penyelesaian sengketa. INTJ gak mudah puas dengan cerita dari satu sisi dan akan melihat fakta yang ada sebelum menentukan langkah. Dia juga bisa membantu menemukan pilihan penyelesaian yang masuk akal ketika kedua pihak sudah sama-sama merasa buntu.

4. ENTP

ilustrasi mendengarkan percakapan (pexels.com/August de Richelieu)

Ketika pembicaraan mulai mentok karena kedua pihak sama-sama gak mau mengalah, cowok ENTP biasanya masih bisa melihat celah untuk melanjutkan diskusi. Dia cukup nyaman beradu argumen dan gak cepat menganggap perbedaan pendapat sebagai tanda bahwa pembicaraan harus berhenti.

Sifatnya yang suka mencari kemungkinan baru bisa berguna saat bekerja sebagai negosiator. Kalau satu tawaran ditolak, dia bisa mencoba pendekatan lain yang tetap mempertimbangkan kepentingan kedua pihak. Kemampuan seperti ini membuat ENTP lebih luwes menghadapi negosiasi yang alot dan penuh tarik-ulur.

5. ISTJ

ilustrasi mediator sedang menjelaskan (pexels.com/Vitaly Gariev)

Ketika dua karyawan berselisih soal aturan kerja, pembahasannya gak selalu selesai dengan saling meminta maaf. Ada kalanya masalah justru muncul karena salah satu pihak merasa mendapat perlakuan berbeda atau menganggap kesepakatan sebelumnya gak dijalankan.

Di situ, tipe ISTJ bisa diandalkan karena cenderung berpegang pada fakta dan aturan yang sudah ada. Dia akan melihat kembali kesepakatan, prosedur, atau bukti yang berkaitan dengan masalah sebelum mengambil keputusan. Sikap yang konsisten seperti ini membantu penyelesaian sengketa tetap berjalan berdasarkan hal yang jelas, bukan karena siapa yang paling keras menyampaikan keberatan.

Bidang mediasi memang gak selalu mudah karena setiap pihak bisa datang dengan kepentingan dan sudut pandangnya sendiri. Karena itu, cowok yang bisa tetap tenang, mau mendengarkan, dan gak gampang terbawa emosi punya bekal yang cukup untuk pekerjaan seperti ini. Kalau melihat lima tipe tadi, MBTI kamu masuk yang mana?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article