ilustrasi berpikir matang (magnfic.com/magnific)
Pertanyaan seperti “kapan nikah?”, “kapan punya rumah?”, atau “kapan punya pekerjaan tetap?” gak selalu membuatnya panik. Ucapan seperti itu mungkin terus muncul dari keluarga atau orang-orang di sekitarnya, tetapi dia gak langsung mengambil keputusan hanya karena merasa tertinggal. Dia lebih memilih melihat kondisi dan kesiapan dirinya sendiri sebelum menentukan langkah.
Usia juga gak dia jadikan alasan untuk memaksakan sesuatu yang belum siap dijalani. Kalau belum mampu membeli rumah, menikah, atau mencapai posisi tertentu, dia gak merasa harus pura-pura sudah punya semuanya. Menjalani hidup sesuai kemampuan terasa lebih masuk akal daripada mengejar standar orang lain hanya supaya terlihat berhasil.
Tekanan sosial memang gak bisa dihindari, tetapi cowok yang gak gampang terbawa arus biasanya lebih tenang menentukan pilihan hidupnya. Dia bisa tetap menghargai pendapat orang lain tanpa harus menjadikan semua komentar sebagai arah hidupnya.