Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Alasan Kenapa Cowok Sering Dianggap Banyak Drama saat Demam

5 Alasan Kenapa Cowok Sering Dianggap Banyak Drama saat Demam
ilustrasi cowok sedang demam (magnific.com/stockking)

Banyak orang familiar dengan stereotip bahwa cowok kuat menghadapi tekanan hidup dalam bentuk apapun kecuali demam, sementara cewek dianggap lebih tahan sakit. Fenomena ini bahkan sering jadi bahan candaan di media sosial maupun obrolan sehari-hari. Tapi, apakah ini benar-benar soal cowok kerap lebay dan jadi drama king saat demam, atau ada alasan lain di baliknya?

Menariknya, persepsi ini tidak selalu muncul tanpa dasar. Ada faktor biologis, psikologis, hingga sosial yang memengaruhi bagaimana seseorang merespons rasa sakit. Jadi sebelum buru-buru menghakimi, ada baiknya kita lihat lebih dalam kenapa cowok sering dianggap banyak drama saat sedang demam. Yuk, simak lima penjelasan di bawah ini!

1. Perbedaan respons tubuh terhadap infeksi

Seorang pria mengenakan kaus bergaris memegang dahinya dengan tisu, tampak lemah dan tidak enak badan di latar belakang hijau.
ilustrasi cowok yang sedang sakit (magnific.com/stockking)

Secara biologis, tubuh laki-laki dan perempuan memang merespons infeksi dengan cara yang berbeda. Sistem imun perempuan cenderung lebih kuat karena pengaruh hormon seperti estrogen yang membantu melawan virus dan bakteri lebih efektif. Akibatnya, saat terserang demam, gejala pada cowok bisa terasa lebih berat.

Hal ini membuat cowok mungkin benar-benar merasa lebih lemas, pusing, dan tidak berdaya dibandingkan cewek dalam kondisi yang sama. Jadi bukan sekadar lebay, melainkan memang tubuh mereka bereaksi lebih intens terhadap penyakit tersebut.

2. Toleransi rasa sakit yang berbeda

Seorang pria duduk di tempat tidur sambil memegang kepala, tampak lelah dan tidak enak badan di kamar bernuansa putih.
ilustrasi cowok yang sedang sakit (magnific.com/jcomp)

Setiap orang punya ambang toleransi nyeri yang berbeda dan ini juga dipengaruhi oleh faktor biologis serta pengalaman hidup. Banyak penelitian menunjukkan bahwa cewek seringkali memiliki toleransi nyeri yang lebih tinggi, terutama karena pengalaman rutin seperti menstruasi atau melahirkan.

Sementara itu, cowok yang jarang mengalami rasa sakit serupa bisa merasa lebih terpukul saat demam datang. Sensasi yang bagi cewek terasa biasa saja, bisa terasa jauh lebih mengganggu bagi para cowok, sehingga terlihat seperti berlebihan.

3. Pola asuh dan ekspektasi sosial

Tiga generasi keluarga pria berpose menunjukkan otot dengan ekspresi bangga, terdiri dari kakek, ayah, dan anak kecil.
ilustrasi keluarga tiga generasi (pexels.com/Alenadarmel)

Sejak kecil, cowok sering didorong untuk tampil kuat dan tidak menunjukkan kelemahan. Mereka diajarkan untuk menahan rasa sakit dan tidak mengeluh. Ironisnya, ketika mereka akhirnya sakit, semua rasa yang selama ini ditahan bisa muncul sekaligus.

Di sisi lain, karena masyarakat jarang melihat cowok mengeluh, saat mereka akhirnya melakukannya, kesannya jadi lebih dramatis. Padahal, bisa jadi mereka hanya sedang jujur dengan kondisi tubuhnya.

4. Kurangnya kebiasaan merawat diri saat sehat

Seorang pria tersenyum sambil makan salad di meja kayu dengan sayuran segar dan jus di ruangan bernuansa hangat.
ilustrasi cowok sedang makan salad (magnific.com/freepik)

Banyak cowok cenderung kurang memperhatikan kesehatan sehari-hari, seperti pola makan, istirahat, atau konsumsi vitamin. Ketika tubuh tidak dalam kondisi optimal, serangan demam bisa terasa lebih berat.

Berbeda dengan sebagian besar cewek yang lebih terbiasa menjaga kesehatan, sehingga saat sakit, dampaknya tidak terlalu ekstrem. Jadi ketika cowok jatuh sakit, efeknya terasa lebih heboh karena tubuhnya tidak siap. Sangat berbeda dengan para cewek.

5. Cara mengekspresikan ketidaknyamanan

Seorang pria mengenakan syal dan topi memegang termometer sambil menyentuh dahinya, tampak tidak enak badan di ruang tamu.
ilustrasi cowok sedang demam (magnific.com/stockking)

Setiap orang punya cara berbeda dalam mengekspresikan rasa tidak nyaman. Ada yang diam saja, ada juga yang lebih vokal. Banyak cowok yang ketika sakit justru jadi lebih ekspresif, mungkin karena jarang berada dalam kondisi lemah.

Hal ini bisa disalahartikan sebagai lebay oleh orang lain. Padahal, itu hanyalah cara para cowok berkomunikasi bahwa mereka benar-benar sedang tidak baik-baik saja dan butuh perhatian atau istirahat.

Dianggap terlalu banyak drama saat demam sebenarnya lebih merupakan persepsi daripada fakta. Ada banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari biologis hingga sosial, yang membuat respons mereka terlihat berbeda. Daripada menghakimi, memahami perbedaan ini justru bisa membantu kita lebih empati terhadap orang lain. Karena pada akhirnya, sakit tetaplah sakit, siapa pun yang mengalaminya. Setuju?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Related Articles

5 Alasan Kenapa Cowok Sering Dianggap Banyak Drama saat Demam

04 Mei 2026, 08:48 WIBMen