10 Biji Kopi Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas 2026, Ada dari Indonesia?

- TasteAtlas 2026 menempatkan Hacienda La Esmeralda Panama Geisha di peringkat pertama dengan rating 5,0, diikuti Dark Woods Colombia El Placer Yellow Fruits yang juga meraih 5,0.
- Panama mendominasi daftar 10 besar melalui kopi Geisha, sementara Etiopia, El Salvador, Guatemala, Kolombia, dan Peru turut masuk dengan rating 4,8–4,9.
- Indonesia belum masuk 10 besar, tetapi Indonesian Sumatran Fairtrade Organic berada di peringkat 13; Akasa Coffee Honey Kintamani dan Bali Kintamani Natural Espresso menempati posisi 17 dan 18.
Bicara soal kopi terbaik, rasanya seperti membuka perdebatan yang tidak pernah benar-benar selesai. Setiap negara punya dataran tinggi, varietas, teknik budidaya, hingga metode pasca panen yang membuat karakter kopinya berbeda. Namun, TasteAtlas mencoba memetakan dunia kopi melalui daftar Top 100 Coffee Beans in the World yang sudah diperbarui pada tahun 2026. Daftar tersebut menarik karena tidak hanya menampilkan negara penghasil kopi, tetapi juga nama perkebunan, roastery, varietas, dan produk kopi tertentu.
Hasilnya pun cukup menarik. Panama mendominasi posisi teratas melalui kopi Geisha, sementara Etiopia, El Salvador, Guatemala, Kolombia, dan Peru juga masuk jajaran 10 besar. Indonesia sendiri belum berada di 10 besar, tetapi dua produk kopi Indonesia berhasil menembus 20 besar. Berikut 10 biji atau produk kopi yang berada di posisi teratas dalam daftar TasteAtlas 2026. Cek yuk!
1. Hacienda La Esmeralda – Panama Geisha

ilustrasi geisha panama coffee (magnific.com/jcomp) Di posisi pertama ada Hacienda La Esmeralda – Panama Geisha dari Palmira, Panama. Kopi ini memperoleh rating 5,0 di TasteAtlas dan menjadi salah satu nama paling terkenal dalam dunia kopi specialty. Hacienda La Esmeralda merupakan perkebunan keluarga yang telah beroperasi selama lebih dari setengah abad. Keluarga Peterson memperoleh perkebunan tersebut pada 1967 dan kemudian mengembangkan reputasinya melalui produksi kopi berkualitas tinggi.
Nama Geisha menjadi sangat penting dalam perjalanan Hacienda La Esmeralda. TasteAtlas mencatat bahwa perkebunan tersebut menemukan karakter luar biasa varietas Geisha pada 2004. Kopinya dikenal memiliki aroma yang kompleks dan khas, sementara produksinya dilakukan dalam micro-lot yang jumlahnya terbatas. Hacienda La Esmeralda juga pernah meraih posisi pertama dalam kompetisi Best of Panama pada 2010 dan 2019.
2. Dark Woods Coffee – Colombia El Placer Yellow Fruits

ilustrasi dark woods coffee (magnific.com/rawpixel.com) Posisi kedua ditempati Dark Woods Coffee – Colombia El Placer Yellow Fruits dengan rating 5,0. Berbeda dari posisi pertama yang berasal dari perkebunan Panama, produk ini merupakan kopi yang dipasarkan oleh Dark Woods Coffee, roastery yang berbasis di West Yorkshire, Inggris. TasteAtlas mencatat bahwa Dark Woods dikenal karena pendekatannya terhadap kopi berkualitas tinggi dan produksi yang memperhatikan sumber serta karakter biji.
Nama El Placer sendiri merujuk pada kopi asal Kolombia, salah satu negara yang sudah lama dikenal sebagai produsen kopi Arabika. Keberadaan produk ini di posisi kedua menunjukkan bahwa dalam dunia specialty coffee, kualitas tidak hanya berkaitan dengan negara asal, tetapi juga bagaimana biji dipilih, diproses, dipanggang, dan disajikan kepada konsumen.
3. Ninety Plus Gesha Estates – Lycello

ilustrasi ninety plus coffee (magnific.com/azerbaijan_stockers) Di posisi ketiga terdapat Ninety Plus Gesha Estates – Lycello dari Volcán, Panama dengan rating 4,9. Ninety Plus Coffee dikenal sebagai produsen specialty coffee yang banyak bereksperimen dengan varietas, terroir, budidaya, serta teknik pemrosesan. Perusahaan ini didirikan pada 2006 oleh Joseph Brodsky dan awalnya mengembangkan pendekatannya di Etiopia sebelum berekspansi ke Panama.
Perkebunan Gesha Estates berada di kawasan dengan tanah vulkanik dan lingkungan yang kaya biodiversitas. TasteAtlas menyebut varietas Gesha sebagai salah satu kopi yang sangat penting dalam koleksi Ninety Plus. Eksperimen dalam proses fermentasi dan pengolahan menjadi salah satu karakter yang membuat kopi dari produsen ini menarik perhatian komunitas specialty coffee.
4. Elida Estate – Panama Geisha

ilustrasi elida estate coffee (magnific.com/magnific) Masih dari Panama, Elida Estate – Panama Geisha berada di posisi keempat dengan rating 4,9. Elida Estate merupakan bagian dari Lamastus Family Estates, keluarga yang telah berkecimpung dalam produksi kopi sejak 1918. Perkebunan tersebut berada di kawasan pegunungan Panama dengan ketinggian sekitar 1.700—2.500 meter di atas permukaan laut.
Kombinasi ketinggian, tanah vulkanik, dan kondisi mikroklimat menjadi bagian penting dari karakter kopi Elida Estate. Varietas Geisha menjadi salah satu andalannya dan telah mendapatkan berbagai penghargaan dalam kompetisi Best of Panama. TasteAtlas juga mencatat bahwa keluarga Lamastus terus melakukan riset terhadap fermentasi, dan proses pengeringan untuk mengembangkan kualitas kopinya.
5. Gesha Village Estate – 1931 Natural

ilustrasi geisha village ethiopia coffee (unsplash.com/yoseph hailu) Posisi kelima ditempati Gesha Village Estate – 1931 Natural dari Etiopia dengan rating 4,9. Gesha Village berada di Etiopia bagian barat, tidak jauh dari perbatasan Sudan Selatan. Perkebunan ini didirikan pada 2011 dan memiliki area yang cukup luas, dengan sebagian wilayahnya dipertahankan sebagai kawasan konservasi.
Salah satu daya tariknya adalah varietas Gesha 1931 yang ditelusuri hingga kawasan hutan Gori Gesha di Etiopia. TasteAtlas menyebut kopi dari perkebunan ini dapat memiliki karakter rasa seperti melati, gula merah, dan raspberry—bergantung pada proses pengolahannya. Perkebunan tersebut juga memperoleh perhatian besar dalam lelang kopi specialty, termasuk pernah mencapai harga 105 dolar AS per pon untuk salah satu kopinya.
6. Aida Batlle Selection – Kilimanjaro

ilustrasi aida battle kilimanjaro coffee (magnific.com/jcomp) Di posisi keenam ada Aida Batlle Selection – Kilimanjaro dari Santa Ana, El Salvador dengan rating 4,9. Nama Aida Batlle sudah cukup dikenal dalam industri kopi specialty. Ia merupakan produsen kopi asal El Salvador yang terkenal karena pendekatannya terhadap budidaya, pemrosesan, dan seleksi kopi berkualitas tinggi.
Kopi dalam lini Aida Batlle Selection terutama berasal dari perkebunan keluarganya di El Salvador. Produk-produknya mencakup varietas, seperti Bourbon dan Pacamara. TasteAtlas juga mencatat bahwa Aida Batlle merupakan perempuan pertama yang memenangkan Cup of Excellence di El Salvador. Sementara kopinya kemudian dicari oleh roaster dan kedai kopi specialty di berbagai negara.
7. Sey Coffee – Danche Washed Ethiopia

ilustrasi sey coffe ethiopia (unsplash.com/Shaina Hector) Posisi ketujuh ditempati Sey Coffee – Danche Washed Ethiopia, juga dengan rating 4,9. Sey Coffee merupakan specialty coffee roaster yang berbasis di Brooklyn, Amerika Serikat. Roastery ini dikenal dengan pendekatan yang menonjolkan karakter asli kopi berdasarkan asal, varietas, ketinggian, serta metode pemrosesannya.
Sey menggunakan pendekatan roasting yang cenderung ringan untuk mempertahankan kejernihan rasa, tingkat kemanisan, acidity, dan kompleksitas alami biji kopi. Mereka juga bekerja dengan kopi single-origin dari sejumlah kawasan penghasil kopi, seperti Etiopia, Kolombia, Peru, Kenya, dan Ekuador. Produk Danche Washed Etiopia menjadi salah satu yang masuk jajaran teratas TasteAtlas 2026.
8. Finca El Injerto – Bourbon Coffee

ilustrasi bourbon coffee guatemala (unsplash.com/Manuel Aldana) Dari Guatemala, Finca El Injerto – Bourbon Coffee berada di posisi kedelapan dengan rating 4,9. Finca El Injerto merupakan perkebunan kopi yang berada di kawasan Huehuetenango dan memiliki sejarah panjang sejak 1874. Pada awalnya perkebunan tersebut mengembangkan tebu dan tanaman pertanian lain sebelum kemudian berfokus pada produksi kopi.
Salah satu hal yang membuat Finca El Injerto menarik adalah kontrol produksinya. TasteAtlas mencatat bahwa perkebunan tersebut tidak membeli biji dari produsen lain, melainkan mengolah hasil panennya sendiri. Dengan demikian, proses budidaya hingga pengolahan dapat dilakukan dengan tingkat keterlacakan yang tinggi. Finca El Injerto juga pernah beberapa kali meraih posisi pertama dalam Cup of Excellence.
9. Café Granja La Esperanza – Sudan Rume

ilustrasi sudan rume colombian coffee (unsplash.com/Juan Nino) Posisi kesembilan ditempati Café Granja La Esperanza – Sudan Rume dari Kolombia dengan rating 4,9. Produsen ini telah mengembangkan kopi di Valle del Cauca sejak 1945, dan dikenal karena eksperimennya terhadap varietas serta teknik fermentasi. Selain Sudan Rume, mereka juga mengembangkan varietas, seperti Geisha, Mokka, Laurina, Pacamara, Pink Bourbon, dan Lupe Maria.
Café Granja La Esperanza juga melakukan berbagai eksperimen fermentasi untuk menciptakan profil rasa yang berbeda. TasteAtlas menyebut teknik seperti X.O dan Napoleon sebagai bagian dari pendekatan pengolahan mereka. Perusahaan ini mengelola beberapa perkebunan sekaligus dan bekerja bersama komunitas penghasil kopi di sekitarnya.
10. Finca Rosenheim – Rosenheim Café Grand Blend

ilustrasi finca rosenheim peru coffee (pexels.com/Edwin Malca Cerna) Melengkapi 10 besar ada Finca Rosenheim – Rosenheim Café Grand Blend dari Villa Rica, Peru, dengan rating 4,8. Perkebunan keluarga ini berada di kawasan hutan tengah Peru pada ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut. Seluruh proses, mulai dari pemetikan hingga pengolahan, dilakukan di perkebunan untuk menjaga konsistensi kualitas.
Kopi Finca Rosenheim menggunakan varietas Arabika dan memiliki karakter yang dapat menampilkan nuansa buah, cokelat, serta acidity yang menyegarkan. Perkebunan tersebut juga menggunakan metode washed dan honey serta menerapkan fermentasi yang dikontrol secara perlahan. Menariknya, Finca Rosenheim turut menjadi bagian dari Coffee Route of Villa Rica yang memperkenalkan proses produksi kopi sekaligus budaya kawasan tersebut kepada wisatawan.
Indonesia sendiri sebenarnya berada tidak jauh dari jajaran teratas. Dalam daftar yang sama, Indonesian Sumatran Fairtrade Organic dari Bay Coffee Roasters berada di posisi ke-13 dengan rating 4,8. Dua posisi setelahnya ada Akasa Coffee – Honey dari Kintamani di posisi ke-17, juga dengan rating 4,8, sedangkan Bali Kintamani Natural Espresso dari Expat. Roasters berada di posisi ke-18 dengan rating yang sama.
Jadi, daftar TasteAtlas 2026 memperlihatkan bahwa dunia kopi specialty tidak hanya tentang satu negara atau satu varietas. Panama memang mendominasi empat posisi teratas, tetapi Etiopia, El Salvador, Guatemala, Kolombia, dan Peru juga menunjukkan kualitas kopi dari wilayah masing-masing. Indonesia pun tetap punya tempat penting melalui kopi Sumatra dan Kintamani yang masuk 20 besar dunia versi TasteAtlas.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)










![[QUIZ] Apakah Kamu Bisa Membedakan Daging Ayam dan Daging Bebek Ini?](https://image.idntimes.com/post/20250417/cover-33-622b3de0e53283aaec1bc2beb5f0e72d.png)
![[QUIZ] Pilih Dessert Favoritmu, Kami Bisa Tebak Mood Kamu Minggu Ini](https://image.idntimes.com/post/20250525/photo-1681725271035-7270a7464f5b-dbc7ed80e11aaa19968dc832da7d03ad.jpeg)



![[QUIZ] Dari Keluhan Badanmu, Kamu Cocoknya Bikin Ramuan Ini](https://image.idntimes.com/post/20250714/upload_9418896a3500758aa3fd1e622a87b83f_a556595d-8197-4497-b409-577319855e75.jpg)



![[QUIZ] Ibarat Makanan Ekstrem, Kamu Cocoknya Jadi Ini](https://image.idntimes.com/post/20250721/upload_3ddd3cd77e0320ba0ee12b7962f601c0_2e945a8f-7248-4eb2-99f7-b6858ac4ec5a.jpg)
![[QUIZ] Bisakah Kamu Membedakan Sei dan Yakiniku?](https://image.idntimes.com/post/20240318/stew-beef-pieces-beef-stewed-soy-sauce-with-spices-with-pickled-cucumber-asian-style-2829-20279-cc1ba74085540deb3d7a8e6eaa54d64a-cd565641825170801a70ce79351b9197.jpg)

