Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arti Sundala dalam Bahasa Makassar, Jangan Asal Pakai!

3 min read
Arti Sundala dalam Bahasa Makassar, Jangan Asal Pakai!
ilustrasi tutup mulut (Freepik/cookie_studio)
  • Dalam bahasa Makassar, “sundala” secara harfiah berarti pelacur atau perempuan jalang dan tergolong umpatan kasar yang umumnya dilontarkan saat emosi.
  • Istilah ini dikenal luas sejak awal 1990-an, awalnya untuk kelompok tertentu, lalu meluas menjadi makian; di kalangan teman dekat kadang dipakai untuk keakraban.
  • Variasi seperti anassundala dan suntili dinilai lebih kasar, sementara Sulawesi Selatan juga mengenal umpatan lain seperti telaso, kabulamma, kongkong, asu, combi, telang, dan zombi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Buat kamu yang sering nongkrong di media sosial atau punya teman asal Sulawesi Selatan, mungkin pernah dengar kata sundala. Eits, jangan dipakai sembarangan, ya! Di Makassar dan sekitarnya, kata ini punya makna yang cukup sensitif dan tergolong sebagai umpatan kasar.

Daripada kamu penasaran apa sih artinya sundala, yuk, simak pembahasan selengkapnya berikut ini agar paham!

  1. 1. Sundala artinya apa?

    sundala artinya
    Ilustrasi umpatan. (unsplash.com/krakenimages)

    Berdasarkan kajian bahasa dan literatur lokal, kata sundala secara harfiah memiliki arti pelacur atau perempuan jalang (wanita tunasusila). Maknanya hampir serupa dengan kata "sundal" dalam bahasa Indonesia.

    Secara historis, istilah sundala di Sulawesi Selatan mulai dikenal luas sejak awal tahun 1990-an. Pada awalnya, kata ini digunakan untuk menyebut kelompok tertentu seperti waria atau individu yang penampilannya dianggap menyimpang dari norma sosial pada masa itu. Seiring berjalannya waktu, penggunaannya meluas menjadi bagian dari kosakata umpatan umum.

    Biasanya, kata ini dikeluarkan saat emosi seseorang sedang memuncak atau ketika mereka merasa sangat jengkel terhadap lawan bicaranya.

    Meski begitu, di kalangan anak muda atau orang-orang yang sudah sangat akrab di Makassar kerap memakai kata tersebut di kehidupan sehari-hari. Tujuannya untuk mencairkan suasana dan membangun keakraban antar-teman dekat. Tapi ingat, jangan asal pakai kata ini kepada orang asing atau orang yang belum begitu kenal, karena bisa berujung salah paham hingga memicu kemarahan.

  2. 2. Variasi sundala yang jauh lebih kasar

    Ilustrasi marah
    Ilustrasi marah (unsplash.com/engin akyurt)

    Nggak cuma sundala, ada beberapa variasi kata turunan atau makian lain yang berakar dari kata ini yang tingkat kekasarannya jauh lebih tinggi:

    • Anassundala: Kata ini merupakan gabungan kata "ana" (anak) dan "sundala". Istilah ini bermakna anak pelacur atau anak haram. Penambahan kata "ana" membuat tingkat kekasarannya semakin tinggi karena menyinggung asal-usul atau keluarga seseorang. Dalam budaya Makassar, hal ini sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan konsep siri' (harga diri) yang dijunjung tinggi. Mengucapkannya sembarangan bisa dianggap sebagai pelecehan terhadap siri' yang memicu kemarahan mendalam atau bahkan kekerasan.
    • Suntili: Kata ini merupakan singkatan dari "Sundala Tiga Kali". Variasi ini punya makna dan tingkat kekasarannya jauh melampaui kata aslinya.

  3. 3. Kata umpatan populer lainnya di Sulsel

    sundala artinya
    ilustrasi marah (magnific.com/wayhomestudio)

    Selain beberapa kata di atas, masyarakat Sulawesi Selatan juga punya beberapa kosakata makian lain yang sering ditemukan di kehidupan sehari-hari.

    • Telaso: Singkatan dari kotoran (tai) dan penis (laso/lacu). Ini adalah salah satu umpatan paling populer dan sangat kasar di wilayah Sulawesi Selatan, Tengah, hingga Tenggara untuk menggambarkan keburukan yang teramat sangat.
    • Kabulamma / Kabulampe: Istilah kasar yang berarti "kurang ajar" atau sering dipakai sebagai sumpah serapah saat seseorang mengalami kesialan pada diri sendiri.
    • Kongkong / Asu: Istilah lokal untuk menyebut anjing (kongkong dalam bahasa Makassar, asu dalam bahasa Bugis) yang dipakai untuk memaki seseorang agar disamakan dengan binatang buas, galak, atau suka menggigit.
    • Combi, Telang, & Zombi: Istilah lokal di Makassar yang merujuk pada bagian tubuh privat atau alat kelamin perempuan.

    Itulah arti dari kata sundala. Setelah tahu artinya, pastikan kamu lebih berhati-hati dan jangan asal melontarkan kata-kata di atas kalau nggak mau bikin orang lain tersinggung, ya!

Share Article
Editorial Team