Pemandangan anak-anak Jepang mengenakan topi kuning saat berangkat atau pulang sekolah mungkin terlihat unik bagi banyak orang. Aksesori tersebut bahkan kerap muncul dalam gambaran kehidupan sekolah dasar di Jepang maupun berbagai karakter animasi. Namun, penggunaan topi berwarna mencolok itu ternyata bukan sekadar bagian dari seragam atau tradisi sekolah.
Ada latar belakang keselamatan lalu lintas yang membuat topi tersebut mulai digunakan sejak sekitar 1960-an. Gagasan itu muncul ketika Jepang menghadapi peningkatan kecelakaan lalu lintas seiring bertambahnya jumlah kendaraan bermotor. Lantas, kenapa anak kecil di Jepang suka pakai topi kuning dan bagaimana kebiasaan tersebut bisa bertahan hingga sekarang? Simak lima alasan dan fakta menariknya berikut ini.
