ilustrasi ruangan ber-AC (pexels.com/Max Vakhtbovych)
Posisi dan ketinggian AC juga berpengaruh pada efektif dan efisiensi fungsi AC itu sendiri. Maka dari itu idealnya AC di pasang dengan ketinggian minimal 2,5 meter dari lantai dan memberikan jarak sekitar 30 cm dari atap atau plafon rumah.
Ketinggian AC yang ideal akan menghasilkan udara sejuk yang merata dan bisa menghasilkan sirkulasi udara yang baik. Pemberian jarak antara AC dan plafon selain itu juga berguna agar AC mudah dibersihkan pada bagian atasnya.
Apabila kalian tidak tahu atau kesulitan dalam memasang AC, kalian bisa memnaggil jasa teknisi AC untuk memasangkan. Harapannya dengan tahu hal perlu dihindari saat memasang AC kalian tidak boros listrik, ruangan tetap sejuk maksimal, dan tidak mengganggu kesehatan. Terakhir, perlu juga diingat semakin besar ruangan tentu jenis PK (Paard Kracht) juga semakin tinggi agar hasilnya maksimal, pun sebaliknya
Kenapa AC tidak boleh dipasang dekat jendela? | Karena terkena sinar matahari langsung sehingga membuat AC bekerja lebih keras dan konsumsi listrik menjadi lebih tinggi. |
Apa dampak memasang AC di atas pintu? | Udara dingin mudah keluar saat pintu dibuka sehingga ruangan sulit dingin dan AC menjadi kurang efisien saat digunakan. |
Mengapa AC tidak boleh terhalang benda? | Karena dapat menghambat sirkulasi udara sehingga pendinginan tidak merata dan kinerja AC menjadi kurang optimal. |
Apakah aman memasang AC di atas elektronik? | Tidak, karena risiko tetesan air dapat merusak perangkat elektronik yang berada di bawah unit AC tersebut. |
Kenapa posisi AC tidak boleh terlalu panas? | Suhu panas membuat AC bekerja lebih berat sehingga cepat rusak dan penggunaan listrik menjadi lebih boros. |