Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
HYROX vs Gym: Perbedaan, Tujuan, dan Latihannya
ilustrasi HYROX (unsplash.com/Alexandre ricart)
  • Gym menawarkan latihan fleksibel dengan alat beragam, sehingga program dapat disesuaikan untuk membentuk otot, meningkatkan kekuatan, menurunkan berat badan, atau menjaga kesehatan.
  • HYROX adalah kompetisi internasional berformat tetap: delapan kali lari 1 kilometer diselingi delapan latihan fungsional, dengan total 8 kilometer untuk menguji performa dan membandingkan waktu.
  • Gym lebih terarah untuk massa otot dan kekuatan maksimal, sedangkan HYROX menekankan stamina serta kebugaran menyeluruh; keduanya dapat digabungkan sesuai tujuan dan kondisi fisik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, HYROX semakin sering muncul di media sosial dan menjadi perbincangan di kalangan pencinta olahraga. Banyak orang penasaran, apa sebenarnya perbedaan HYROX dengan gym biasa? Sekilas memang sama-sama melibatkan latihan fisik, tetapi konsep, tujuan, hingga cara latihannya ternyata cukup berbeda.

Kalau kamu masih bingung memilih antara rutin nge-gym atau mencoba HYROX, yuk kenali dulu perbedaan keduanya. Dengan begitu, kamu bisa menentukan mana yang paling sesuai dengan target kebugaranmu. Ini dia perbedaan antara HYROX dan gym!

1. Apa itu gym

ilustrasi gym (unsplash.com/Samuel Girven)

Gym adalah tempat latihan yang menyediakan berbagai macam alat olahraga. Biasanya, alat yang tersedia berupa dumbbell, barbell, mesin beban, hingga alat kardio seperti treadmill, sepeda statis, dan elliptical. Di gym, setiap orang bebas menyusun program latihan sesuai kebutuhan dan tujuan masing-masing.

Misalnya, ada yang fokus membentuk otot, meningkatkan kekuatan, menurunkan berat badan, atau sekadar menjaga kesehatan tubuh. Program latihannya pun sangat fleksibel. Kamu bisa melatih satu kelompok otot tertentu dalam satu hari atau menggabungkan latihan beban dengan kardio sesuai preferensi. Karena sifatnya yang bisa disesuaikan, gym menjadi pilihan yang ramah bagi pemula maupun mereka yang memiliki target kebugaran yang spesifik.

2. Apa itu HYROX

ilustrasi HYROX (unsplash.com/Alexandre ricart)

HYROX merupakan kompetisi kebugaran internasional yang menggabungkan lari dengan latihan fungsional dalam satu rangkaian. Berbeda dengan gym yang bebas menentukan jenis latihan, HYROX memiliki format yang sudah ditetapkan dan sama di seluruh dunia. Peserta harus menyelesaikan delapan putaran yang terdiri dari lari sejauh 1 kilometer, kemudian dilanjutkan dengan satu stasiun latihan. Setelah itu, peserta kembali berlari 1 kilometer sebelum berpindah ke tantangan berikutnya. Totalnya, peserta akan menempuh lari sejauh 8 kilometer dan menyelesaikan delapan latihan fungsional, yaitu:

  • SkiErg sejauh 1.000 meter

  • Sled Push (mendorong sled) sejauh 50 meter

  • Sled Pull (menarik sled) sejauh 50 meter

  • Burpee Broad Jump sejauh 80 meter

  • Rowing sejauh 1.000 meter

  • Farmers Carry menggunakan kettlebell sejauh 200 meter

  • Sandbag Lunges sejauh 100 meter

  • Wall Balls sebanyak 100 repetisi

Karena formatnya selalu sama, peserta dapat membandingkan catatan waktu dan performanya dengan atlet HYROX dari berbagai negara.

3. HYROX vs gym, apa saja bedanya

ilustrasi latihan di gym (unsplash.com/GMB Fitness)

Walaupun sama-sama meningkatkan kebugaran tubuh, HYROX dan gym memiliki pendekatan latihan yang berbeda:

1. Tujuan latihan

Di gym, targetnya sangat beragam, mulai dari membesarkan otot, meningkatkan kekuatan, memperbaiki postur tubuh, hingga menjaga kesehatan secara umum. Sementara itu, HYROX lebih berorientasi pada performa. Fokus utamanya adalah menyelesaikan rangkaian lomba secepat mungkin dengan kombinasi daya tahan, kekuatan, dan kebugaran secara menyeluruh.

2. Struktur latihan

Program gym cenderung fleksibel. Hari ini kamu bisa fokus melatih dada, besok kaki, lalu diselingi kardio sesuai kebutuhan. Sebaliknya, HYROX memiliki urutan latihan yang tidak berubah. Peserta harus mengikuti delapan sesi lari dan delapan tantangan fungsional secara berurutan tanpa bisa memilih bagian mana yang ingin dilakukan lebih dulu.

3. Jenis kemampuan yang dilatih

Gym biasanya memungkinkan seseorang fokus pada satu aspek tertentu, misalnya membangun massa otot atau meningkatkan kekuatan maksimal. HYROX justru memadukan beberapa kemampuan sekaligus. Saat mengikuti kompetisi atau latihan bergaya HYROX, tubuh dituntut tetap kuat meski sudah kelelahan akibat berlari. Karena itulah olahraga ini melatih daya tahan jantung dan paru, kekuatan otot, koordinasi, serta stamina dalam waktu bersamaan.

4. Peralatan yang digunakan

Gym menyediakan alat yang sangat beragam, mulai dari mesin beban hingga alat kardio. Sementara itu, HYROX menggunakan peralatan yang lebih spesifik, seperti SkiErg, sled, rowing machine, kettlebell, sandbag, dan wall ball.

5. Suasana latihan

Latihan di gym umumnya dilakukan secara mandiri. HYROX menghadirkan suasana yang lebih kompetitif. Banyak peserta berlatih bersama komunitas untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan, sehingga atmosfernya terasa lebih dinamis dan penuh motivasi.

6. Cara mengukur perkembangan

Kemajuan di gym biasanya dilihat dari peningkatan beban angkatan, bertambahnya massa otot, perubahan komposisi tubuh, atau penurunan berat badan. Di HYROX, perkembangan lebih mudah diukur melalui waktu penyelesaian lomba atau latihan. 

4. Mana yang lebih efektif

ilustrasi HYROX (unsplash.com/Alexandre ricart)

Jawabannya bergantung pada tujuanmu. Jika ingin membangun massa otot, meningkatkan kekuatan maksimal, atau membentuk tubuh secara spesifik, gym masih menjadi pilihan terbaik. Program latihan beban memungkinkan otot mendapat stimulasi yang lebih terarah melalui prinsip progressive overload.

Namun, jika targetmu adalah meningkatkan stamina, kebugaran secara menyeluruh, serta kemampuan tubuh bekerja dalam intensitas tinggi, HYROX menawarkan tantangan yang sangat efektif. Kombinasi lari dan latihan fungsional membuat detak jantung tetap tinggi selama sesi berlangsung sehingga pembakaran kalori menjadi lebih besar. Setelah latihan selesai, tubuh juga masih membakar energi melalui efek EPOC (Excess Post-exercise Oxygen Consumption) atau afterburn effect, yaitu kondisi ketika metabolisme tetap meningkat selama proses pemulihan.

Meski begitu, bukan berarti salah satunya lebih unggul dari yang lain. Banyak atlet justru menggabungkan latihan gym untuk membangun kekuatan dengan sesi HYROX untuk meningkatkan daya tahan dan kebugaran secara keseluruhan. Dengan cara ini, manfaat yang diperoleh pun menjadi lebih lengkap dan seimbang.

Pada akhirnya, tidak ada pilihan yang benar atau salah antara HYROX dan gym. Yang terpenting adalah memilih jenis latihan yang sesuai dengan tujuan, kondisi fisik, dan yang bisa kamu jalani secara konsisten. Sebab, program olahraga terbaik bukanlah yang sedang tren, melainkan yang membuatmu terus bergerak dan menikmati prosesnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article