Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membantu Mencegah Bau Badan

5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membantu Mencegah Bau Badan
ilustrasi pria mengenakan kemeja dan celana jeans (pexels.com/Oktay Köseoğlu)
  • Bau badan muncul saat keringat bercampur bakteri, terutama di ketiak dan lipatan tubuh; mandi rutin serta mengeringkan tubuh membantu mengurangi kelembapan.
  • Gunakan deodoran pada kulit bersih dan kering, atau antiperspiran untuk keringat berlebih; ganti pakaian bersih setelah berkeringat dan pilih bahan bersirkulasi baik.
  • Jaga kebersihan kaki, kaus kaki, dan sepatu agar tidak lembap; perhatikan makanan, cukup minum, serta konsultasikan tenaga medis bila bau sangat kuat atau tak membaik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bau badan menjadi salah satu masalah yang cukup mengganggu, terutama ketika seseorang harus beraktivitas seharian di tengah cuaca panas. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa kurang percaya diri ketika harus berdekatan atau berinteraksi dengan orang lain. Padahal, beberapa kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu menjaga tubuh tetap bersih dan mengurangi munculnya bau tidak sedap.

Bau badan umumnya berkaitan dengan keringat yang bercampur dengan bakteri di permukaan kulit. Area seperti ketiak dan lipatan tubuh menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian lebih karena cenderung lembap dan mudah berkeringat. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tubuh secara rutin menjadi langkah sederhana yang penting dilakukan pria untuk membantu mencegah bau badan.

  1. 1. Mandi secara rutin

    ilustrasi selesai mandi
    ilustrasi selesai mandi (pexels.com/Ron Lach)

    Mandi secara rutin merupakan salah satu cara paling sederhana untuk menjaga kebersihan tubuh sekaligus membantu mengurangi bau badan. Saat mandi, keringat, minyak, sel kulit mati, serta kotoran yang menempel di permukaan kulit dapat dibersihkan. Pastikan area yang mudah berkeringat seperti ketiak, leher, dada, selangkangan, dan kaki ikut dibersihkan dengan baik.

    Kebiasaan mandi juga sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari dan kondisi lingkungan. Setelah berolahraga atau melakukan aktivitas yang membuat tubuh banyak berkeringat, segera membersihkan tubuh dapat membantu mengurangi kelembapan yang menjadi tempat berkembangnya bakteri. Jangan lupa mengeringkan tubuh dengan benar setelah mandi agar tidak menyisakan area yang lembap.

  2. 2. Gunakan deodoran dengan tepat

    ilutrasi memilih produk perawatan
    ilutrasi memilih produk perawatan (pexels.com/RDNE Stock project)

    Deodoran dapat menjadi salah satu produk yang membantu mengontrol bau badan dalam aktivitas sehari-hari. Produk ini umumnya digunakan pada area ketiak yang menjadi salah satu bagian tubuh yang banyak menghasilkan keringat. Namun, penggunaannya tetap perlu dilakukan pada kulit yang bersih dan kering agar lebih nyaman serta tidak mudah menimbulkan iritasi.

    Jika masalah utamanya adalah keringat berlebih, kamu juga dapat mempertimbangkan produk antiperspiran. Antiperspiran bekerja dengan membantu mengurangi produksi keringat, sedangkan deodoran lebih berfokus pada membantu mengendalikan bau. Apa pun produk yang digunakan, pilih sesuai kebutuhan dan hentikan pemakaian jika muncul iritasi atau reaksi pada kulit.

  3. 3. Rajin mengganti pakaian

    ilustrasi menjemur pakaian
    ilustrasi menjemur pakaian (pexels.com/cottonbro studio)

    Pakaian yang sudah terkena keringat sebaiknya tidak digunakan kembali tanpa dicuci. Keringat dan kelembapan yang menempel pada kain dapat membuat bakteri lebih mudah berkembang sehingga menimbulkan aroma kurang sedap. Hal ini terutama perlu diperhatikan pada pakaian yang bersentuhan langsung dengan area tubuh yang banyak berkeringat.

    Gunakan pakaian bersih setiap hari dan segera ganti setelah berolahraga atau melakukan aktivitas berat. Pilih bahan pakaian yang nyaman dan memiliki sirkulasi udara cukup baik agar tubuh tidak terlalu lembap. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu tubuh terasa lebih segar sekaligus mengurangi risiko bau badan yang menempel pada pakaian.

  4. 4. Perhatikan kebersihan kaki

    ilustrasi sepatu lari
    ilustrasi sepatu lari (pexels.com/Pixabay)

    Kaki juga dapat menjadi sumber bau tidak sedap karena sering berada dalam kondisi tertutup oleh sepatu dan kaus kaki. Keringat yang terperangkap di dalam sepatu dapat menciptakan lingkungan lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri. Jika tidak diperhatikan, bau tersebut bahkan dapat bertahan pada sepatu dan kaus kaki.

    Cuci kaki secara rutin dan pastikan bagian sela-sela jari dikeringkan setelah mandi. Gunakan kaus kaki yang bersih dan ganti secara berkala, terutama setelah kaki banyak berkeringat. Sepatu juga sebaiknya diberi kesempatan untuk kering dan tidak terus-menerus digunakan dalam kondisi lembap.

  5. 5. Jaga pola makan dan cukup minum

    ilustrasi makan malam
    ilustrasi makan malam (pexels.com/Michael Burrows)

    Apa yang dikonsumsi sehari-hari juga dapat berpengaruh terhadap aroma tubuh pada sebagian orang. Makanan dengan aroma kuat atau makanan tertentu dapat membuat bau tubuh menjadi lebih terasa, meskipun pengaruhnya dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi makanan tertentu dapat menjadi salah satu langkah yang layak dilakukan.

    Selain memperhatikan makanan, pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi sepanjang hari. Minum air yang cukup membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, terutama ketika kamu banyak berkeringat atau beraktivitas di lingkungan yang panas. Pola makan yang seimbang dan kebiasaan minum yang baik pun dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran serta kesegaran tubuh secara keseluruhan.

    Menjaga tubuh agar tetap segar tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit atau produk perawatan yang mahal. Mandi secara rutin, menggunakan produk yang tepat, mengganti pakaian, menjaga kebersihan kaki, serta memperhatikan pola makan dan asupan cairan dapat menjadi kebiasaan sederhana yang mudah diterapkan. Jika bau badan terasa sangat kuat, muncul tiba-tiba, atau tidak membaik meskipun kebersihan tubuh sudah dijaga, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles