Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Pria Sering Mengabaikan Latihan Kaki saat Gym?
ilustrasi pria gym (pexels.com/Victor Freitas)
  • Sebagian pria kerap melewatkan latihan kaki karena otot dada, lengan, bahu, dan punggung lebih cepat terlihat dalam penampilan sehari-hari.
  • Squat, lunges, leg press, dan deadlift terasa lebih menguras energi serta dapat membuat kaki pegal, sehingga aktivitas harian dianggap cukup menggantikannya.
  • Latihan kaki penting untuk kekuatan, keseimbangan, proporsi tubuh, dan berbagai gerakan fisik; pelaksanaannya perlu rutin, sesuai kemampuan, serta memakai teknik benar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Latihan kaki sering menjadi bagian yang paling kurang diminati sebagian pria ketika pergi ke gym. Banyak yang lebih bersemangat melatih dada, lengan, bahu, atau punggung karena perubahan ototnya lebih mudah terlihat. Sementara itu, latihan kaki biasanya dianggap lebih melelahkan dan hasilnya tidak selalu langsung menarik perhatian.

Padahal, kaki merupakan bagian penting dalam menunjang kekuatan dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Mengabaikan latihan kaki juga dapat membuat program olahraga menjadi kurang seimbang. Lantas, kenapa latihan kaki sering dilewati oleh pria saat gym?

1. Hasilnya tidak langsung terlihat

ilustrasi pria gym (pexels.com/Timothy)

Otot dada, lengan, dan bahu biasanya lebih mudah terlihat ketika seseorang mengenakan pakaian sehari-hari. Hal ini membuat sebagian pria merasa latihan bagian atas tubuh memberikan hasil yang lebih memuaskan secara visual.

Sebaliknya, perkembangan otot kaki sering tidak terlalu terlihat karena tertutup celana. Akibatnya, motivasi untuk melatih kaki bisa lebih rendah meski sebenarnya bagian tersebut tetap penting untuk kekuatan dan proporsi tubuh.

2. Latihan kaki terasa lebih melelahkan

ilustrasi pria gym (pexels.com/Bruno Bueno)

Gerakan seperti squat, lunges, leg press, atau deadlift dapat melibatkan banyak kelompok otot sekaligus. Karena itu, latihan kaki sering terasa lebih menguras energi dibandingkan beberapa latihan yang berfokus pada satu kelompok otot.

Rasa lelah setelah latihan kaki juga bisa cukup terasa dalam aktivitas sehari-hari. Bagi sebagian pria, pengalaman berjalan atau naik tangga dengan kaki yang masih pegal membuat latihan kaki terasa seperti sesuatu yang ingin dihindari.

3. Lebih tertarik mengejar otot bagian atas

ilustrasi pria gym (pexels.com/Victor Freitas)

Bentuk tubuh yang terlihat lebih lebar di bagian bahu dan dada sering menjadi salah satu tujuan pria ketika mulai rutin gym. Fokus tersebut membuat waktu latihan lebih banyak dialokasikan untuk bagian tubuh yang dianggap paling menunjang penampilan.

Tidak ada yang salah dengan memiliki tujuan estetika, tetapi program latihan yang terlalu berfokus pada tubuh bagian atas dapat membuat perkembangan tubuh menjadi kurang seimbang. Latihan kaki tetap diperlukan untuk membangun fondasi kekuatan yang lebih baik.

4. Menganggap aktivitas harian sudah cukup melatih kaki

ilustrasi pria gym (pexels.com/Cesar Galeão)

Sebagian pria merasa kaki sudah cukup terlatih karena setiap hari digunakan untuk berjalan, berdiri, naik tangga, atau melakukan aktivitas lainnya. Padahal, aktivitas sehari-hari belum tentu memberikan stimulus yang sama dengan latihan kekuatan yang terstruktur.

Jika tujuannya meningkatkan kekuatan atau massa otot, tubuh membutuhkan beban dan latihan yang disesuaikan dengan kemampuan. Karena itu, aktivitas harian tidak selalu bisa menggantikan latihan kaki dalam program gym.

5. Belum memahami manfaat latihan kaki

ilustrasi pria gym (pexels.com/William Choquette)

Latihan kaki bukan hanya tentang membuat paha atau betis terlihat lebih besar. Kekuatan kaki juga berperan dalam berbagai aktivitas fisik dan membantu tubuh melakukan gerakan seperti berjalan, berlari, melompat, hingga mengangkat beban.

Program latihan yang melibatkan kaki secara seimbang juga dapat membantu meningkatkan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Namun, latihan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi fisik, teknik yang benar, dan kemampuan masing-masing agar risiko cedera dapat diminimalkan.

Mengabaikan latihan kaki biasanya bukan karena bagian tubuh tersebut tidak penting. Fokus pada penampilan tubuh bagian atas, rasa lelah setelah latihan, serta anggapan bahwa aktivitas harian sudah cukup dapat membuat sebagian pria memilih melewatkannya.

Padahal, latihan kaki merupakan bagian penting dari program olahraga yang seimbang. Tidak harus selalu menggunakan beban maksimal, tetapi melatih kaki secara rutin dengan teknik yang benar dapat membantu membangun tubuh yang lebih kuat dan proporsional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article