Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Soundrenaline Sana Sini Jakarta Sukses Hidupkan Blok M District
Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026 hari kedua. (IDN Times/Ilyas Mujib)
  • Soundrenaline Sana Sini Jakarta digelar 18-19 Juli 2026 di Blok M District sebagai pembuka rangkaian 2026, menarik sekitar 7.000 audiens dengan konsep district takeover.
  • Festival mengaktifkan lima venue dan menampilkan 48 performer lintas genre serta generasi, termasuk empat musisi internasional, dengan format panggung yang lebih intim dan kolaboratif.
  • Selain pertunjukan musik, acara menghadirkan aktivasi komunitas dan diskusi industri; rangkaian berikutnya akan berlangsung di Makassar, Palembang, Yogyakarta, lalu Bandung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Soundrenaline Sana Sini Jakarta telah sukses digelar pada 18-19 Juli 2026 lalu di Blok M District. Perhelatan itu menimbulkan kesan yang mendalam bagi siapa saja yang menikmatinya. Tidak hanya menjadi kota pertama dalam rangkaian Soundrenaline 2026, ibu kota menjelma menjadi panggung hidup yang berdenyut dari siang hingga malam. Mengusung konsep district takeover, Soundrenaline hadir di Blok M District mengajak publik merasakan musik dan seni sebagai bagian dari keseharian di tengah kota.

Selama dua hari penyelenggaraan, sekitar 7.000 audiens memadati berbagai titik aktivasi dan pertunjukan yang tersebar di kawasan Blok M District. Kehadiran ribuan pengunjung tersebut menegaskan antusiasme publik terhadap format festival yang menghadirkan pengalaman musik, seni, dan komunitas secara lebih dekat, inklusif, dan menyatu dengan ruang kota.

1. Kolaborasi lintas skena menghadirkan pengalaman festival yang dinamis

Suasana Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026 (Dok. Resonine)

Menghidupkan 5 venue di kawasan Blok M District, Soundrenaline Sana Sini Jakarta menghadirkan 48 performer dari berbagai genre dan generasi, termasuk 4 musisi internasional yang memperkaya pengalaman festival bagi para pengunjung. Perpaduan musisi papan atas, talenta baru, hingga kolaborasi lintas skena menghadirkan pengalaman festival yang dinamis sekaligus merefleksikan semangat Soundrenaline sebagai rumah bagi perkembangan musik yang terus bergerak maju.

Semangat tersebut turut dirasakan oleh Jimi Multhazam, vokalis The Upstairs. Menurutnya, keberanian Soundrenaline menghadirkan musisi independen dan band-band dengan karakter kuat menjadi identitas yang membedakan festival ini dari festival musik lainnya.

“Gue berharap Soundrenaline tetap berpihak kepada band-band yang edgy. Justru itu yang membuat Soundrenaline berbeda dari festival lain. Orang-orang datang ke Soundrenaline karena ingin menemukan sesuatu yang baru,” ungkap Jimi dalam keterangan resmi Soundrenaline Sana Sini Jakarta.

Sementara itu, bagi Seringai, antusiasme penonton selama dua hari penyelenggaraan menjadi salah satu indikator keberhasilan konsep Soundrenaline tahun ini. Menurut mereka, interaksi yang terbangun antara musisi dan audiens di setiap venue menunjukkan bahwa pengalaman festival tetap terasa kuat meskipun diselenggarakan dalam format district takeover yang tersebar di beberapa titik.

“Kontribusi Soundrenaline, salah satunya ya melahirkan Seringai, karena kita hidup tumbuhnya bersama Soundre. Soal format baru, kita melihatnya jadi lebih intim dan efektif dalam menghadirkan ruang kolaborasi antara musisi, komunitas, dan pelaku industri kreatif,” jelas Arian13, vokalis Seringai.

2. Menikmati spektrum musik yang lebih kaya

Suasana Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026 (Dok. Resonine)

Selama dua hari, 5 venue di Blok M District, yaitu Taman Kota Peruri, Ina Hall Peruri, M Bloc Livehouse, COMA Jakarta, dan Melting Pop menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap pengunjung. Taman Kota Peruri menjadi area outdoor terbesar sekaligus salah satu panggung utama festival. Ina Hall Peruri dan M Bloc Livehouse menghadirkan pertunjukan yang lebih intim melalui konsep The Unseen Side Of dan The Unplugged, sementara COMA Jakarta dan Melting Pop menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan musisi, komunitas, kolektif kreatif, dan audiens dalam format yang lebih dekat.

"Di Soundrenaline 2026, kami mengombinasikan lebih banyak nama besar dengan ruang yang tetap terbuka bagi emerging musicians. Harapannya, mereka tidak hanya mendapat panggung, tetapi juga kesempatan untuk tumbuh, termasuk melalui kolaborasi dengan musisi yang lebih dulu dikenal. Penonton pun dapat menikmati spektrum musik yang lebih kaya," jelas Putri Limbak Cahaya, perwakilan Resonine.

3. Deretan musisi lintas genre dan lintas negara

Suasana Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026 (Dok. Resonine)

Hari pertama festival menghadirkan penampilan Tahiti 80, Last Dinosaurs, Elephant Kind, Seringai, Efek Rumah Kaca, The Panturas, The Upstairs x OG Avamato, Naykilla, Soulvibe, Reality Club, Thee Marloes, hingga White Chorus.

Sementara pada hari kedua, pengunjung disuguhkan penampilan DIIV, The Beths, The Adams, Float, Danilla, Sal Priadi, The SIGIT, Ali, Beijing Connection, PORIS, Jo Soegono x Mocca, Maisonc x Kunto Aji, hingga Nyanyi Bareng Jakarta. Berbagai kolaborasi spesial yang dihadirkan sepanjang festival turut memperkaya pengalaman para penonton.

Penyanyi Danilla juga turut mengapresiasi konsep Soundrenaline tahun ini yang menghadirkan panggung-panggung dengan suasana lebih hangat. Menurutnya, kedekatan dengan penonton menciptakan interaksi yang lebih hangat dan memberikan ruang bagi musisi untuk tampil lebih lepas.

“Terasa lebih homey. Kayak gigs kecil, raw-nya dapat, nuansa band-nya juga terasa. Penontonnya jadi lebih dekat, lebih intim," kata Danilla.

4. Ruang bertemunya berbagai elemen dalam ekosistem kreatif

Suasana Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026 (Dok. Resonine)

Melalui perpaduan pertunjukan musik, ruang kolaborasi, diskusi industri, serta aktivasi komunitas, Soundrenaline Sana Sini Jakarta memperluas peran festival sebagai ruang bertemunya berbagai elemen dalam ekosistem kreatif. Kehadirannya tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga menunjukkan bagaimana musik dan seni dapat menjadi bagian dari denyut kehidupan kota sekaligus menghidupkan ruang publik secara kolektif.

Dengan kehadiran 7.000 audiens, 48 performer, dan aktivasi yang tersebar di 5 venue, Soundrenaline Sana Sini Jakarta menjadi pembuka yang kuat bagi rangkaian Soundrenaline 2026. Keberhasilan penyelenggaraan ini menjadi bukti bahwa musik tidak hanya hadir di atas panggung, tetapi juga hidup di ruang-ruang kota, mempertemukan komunitas, membuka peluang kolaborasi, dan terus mendorong progresi musik Indonesia.

Rangkaian Soundrenaline Sana Sini akan berlanjut ke berbagai kota berikutnya, dimulai dari Makassar (29 Agustus 2026), Palembang (19 September 2026), Yogyakarta (31 Oktober 2026), hingga Bandung (21 November 2026) sebagai penutup rangkaian Soundrenaline Sana Sini 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article