Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Memilih Makanan untuk Mengontrol Gula Darah, Gaya Hidup Sehat!
Potret snack bar oat buah dan kacang (magnific.com/magnific)
  • Pengendalian gula darah dapat dimulai dengan memilih karbohidrat berserat, seperti biji-bijian utuh dan kacang-kacangan, serta mengatur porsi agar komposisi menu tetap seimbang.
  • Untuk camilan, konsumen dianjurkan memeriksa protein, serat, karbohidrat total, gula, takaran saji, dan daftar bahan pada label sebelum menyesuaikannya dengan kebutuhan.
  • Indeks glikemik dapat menjadi pertimbangan, tetapi respons gula darah juga dipengaruhi porsi, kombinasi zat gizi, pengolahan makanan, dan kondisi individu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjaga gula darah tetap terkendali bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, salah satunya lebih cermat memilih makanan sehari-hari. Mulai dari jenis karbohidrat, kandungan serat dan protein, hingga ukuran porsi, semuanya perlu diperhatikan agar pola makan tetap seimbang.

Dalam keterangan tertulis pada Selasa (27/10/2026), Kaylina, perwakilan SOYJOY, menjelaskan bahwa memahami kandungan gizi makanan dapat membantu masyarakat menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dengan begitu, pemilihan makanan tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga mempertimbangkan manfaat gizinya.

Menurut Kaylina, respons gula darah setelah makan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk jenis dan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi. Karena itu, penting untuk memperhatikan komposisi makanan secara keseluruhan saat menyusun menu harian.

“Memilih makanan perlu mempertimbangkan kandungan gizi secara menyeluruh. Jenis karbohidrat, jumlah yang dikonsumsi, serta keberadaan serat dan protein dapat memengaruhi respons gula darah setelah makan,” ujar Kaylina.

1. Perhatikan jenis karbohidrat dan porsi makan

ilustrasi makan, healthy food (magnific.com/magnific)

Kaylina menjelaskan, karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh. Namun, tidak semua jenis karbohidrat dicerna dengan kecepatan yang sama. Tingkat pengolahan makanan dan kandungan serat di dalamnya dapat memengaruhi respons gula darah setelah makan.

Makanan yang mengandung karbohidrat dan serat lebih tinggi, seperti biji-bijian utuh serta kacang-kacangan, dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung pengendalian gula darah. Pilihan ini juga membantu memenuhi kebutuhan zat gizi harian.

Meski begitu, jenis makanan saja tidak cukup menjadi pertimbangan. Porsi makan juga memegang peranan penting. Mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar tetap dapat meningkatkan gula darah, sekalipun makanan tersebut mengandung serat.

Oleh karena itu, memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi dan menjaga keseimbangan komposisi menu menjadi langkah penting dalam menerapkan pola makan sehat.

2. Pilih camilan dengan kandungan protein dan serat

Ilustrasi snack bar untuk camilan (freepik.com/freepik)

Selain makanan utama, camilan yang dikonsumsi di sela aktivitas juga perlu diperhatikan. Kandungan protein dan serat bisa menjadi pertimbangan karena keduanya membantu memberikan rasa kenyang dan melengkapi kebutuhan gizi sehari-hari.

Kaylina mengatakan, konsumen sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan rasa dan kepraktisan saat memilih camilan. Memahami informasi gizi pada kemasan juga dapat membantu membandingkan kandungan nutrisi dari berbagai produk.

“Ketika memilih camilan, konsumen dapat melihat kandungan protein dan serat, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan serta porsi konsumsi. Kebiasaan membaca informasi nilai gizi juga membantu masyarakat membandingkan pilihan produk sebelum membeli,” kata Kaylina.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah camilan berbahan kedelai utuh. Bahan pangan ini mengandung protein nabati dan serat yang dapat melengkapi asupan gizi harian.

SOYJOY, misalnya, merupakan produk camilan berbahan kedelai utuh yang mengandung kedua zat gizi tersebut. Produk ini dapat menjadi salah satu alternatif camilan bagi konsumen yang ingin memperhatikan asupan protein dan serat dalam pola makan sehari-hari.

Namun, kandungan protein dan serat bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Konsumen juga perlu memeriksa takaran saji, jumlah karbohidrat total, kandungan gula, serta daftar bahan pada label kemasan. Informasi tersebut dapat membantu menentukan apakah suatu produk sesuai dengan kebutuhan dan porsi konsumsi masing-masing.

3. Pahami indeks glikemik dan terapkan pola makan seimbang

Ilustrasi makan sehat (pexels.com/michaelburrows)

Selain komposisi gizi, indeks glikemik juga dapat menjadi salah satu pertimbangan saat memilih makanan. Indeks glikemik merupakan ukuran yang menggambarkan seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat dapat meningkatkan gula darah berdasarkan pengujian tertentu.

Meski demikian, indeks glikemik tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan. Respons gula darah seseorang juga dipengaruhi oleh porsi makan, kombinasi zat gizi dalam makanan, cara pengolahan, serta kondisi masing-masing individu.

Artinya, memilih makanan dengan mempertimbangkan indeks glikemik tetap perlu disertai kebiasaan mengatur porsi dan memperhatikan kandungan gizi secara keseluruhan. Dengan memahami informasi pada label kemasan, konsumen juga dapat membuat keputusan yang lebih tepat saat berbelanja maupun menentukan camilan sehari-hari.

Kaylina menegaskan bahwa pengendalian gula darah membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, bukan hanya berpatokan pada satu jenis zat gizi atau informasi tertentu.

“Tidak ada satu faktor yang bisa dijadikan patokan tunggal dalam memilih makanan. Karena itu, penting bagi konsumen untuk memahami informasi gizi, mengatur porsi, dan menerapkan pola makan seimbang sesuai kebutuhan tubuh,” pungkas Kaylina.

Curated For You

Editorial Team

Related Article