Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ultah ke-11, TUKU Rayakan Kumpul Tetangga dengan Tema Sewelas Asih
Ulang Tahun TUKU ke-11 dengan tema Sewelas Asih di Urban Forest Cipete. 25 Juni 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
  • TUKU merayakan ulang tahun ke-11 bertema Sewelas Asih di Urban Forest Cipete sebagai bentuk apresiasi bagi pelanggan, komunitas, dan mitra yang tumbuh bersama sejak berdiri pada 2015.
  • Perusahaan menyoroti peran petani, barista, dan mitra UMKM dalam menjaga kualitas kopi meski menghadapi tantangan ekonomi dan cuaca, serta mencatat kenaikan pendapatan 44 persen sepanjang 2025.
  • TUKU menjalankan program keberlanjutan seperti penanaman 13 ribu pohon dan pengelolaan lebih dari 1.124 ton sampah operasional untuk memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Di tengah pesatnya perkembangan industri kopi di Indonesia, mempertahankan hubungan dengan pelanggan menjadi tantangan yang tak kalah penting dibanding menghadirkan menu baru. Sebab, di balik secangkir kopi, ada pengalaman, cerita, dan kedekatan yang membuat seseorang ingin kembali datang.

Semangat inilah yang dibawa Toko Kopi TUKU saat merayakan ulang tahunnya yang ke-11 melalui acara Kumpul Tetangga TUKU, Kamis (25/6/2026) di Urban Forest Cipete, Jakarta. Mengusung tema Sewelas Asih, perayaan ini bukan hanya menjadi selebrasi perjalanan bisnis, tetapi juga bentuk apresiasi kepada komunitas, pelanggan, mitra, hingga para pelaku di balik industri kopi yang telah tumbuh bersama TUKU selama lebih dari satu dekade.

1. Pertumbuhan terbaik selalu dibangun dari hubungan yang dekat dengan pelanggan

Ulang Tahun TUKU ke-11 dengan tema Sewelas Asih di Urban Forest Cipete. 25 Juni 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Sejak membuka toko pertamanya di Cipete pada 2015, TUKU berkembang menjadi 80 gerai yang tersebar di 11 kota, bahkan merambah hingga Amsterdam. Namun bagi TUKU, pertumbuhan tidak hanya diukur dari jumlah toko yang bertambah, melainkan dari hubungan yang tetap terjaga dengan para "tetangga", sebutan bagi pelanggan dan komunitas yang tumbuh bersama mereka.

Setiap hari, lebih dari 85 ribu cangkir kopi disajikan oleh lebih dari seribu barista dan kru TUKU. Angka tersebut menjadi gambaran bahwa di balik perkembangan sebuah brand, ada banyak orang yang ikut berkontribusi menjaga kualitas pelayanan dan pengalaman pelanggan. CEO & Founder TUKU, Andanu Prasetyo, mengatakan bahwa perjalanan selama 11 tahun tidak pernah hanya tentang kopi.

"Terima kasih kepada seluruh tetangga yang sudah berjalan bersama kami selama sebelas tahun. Karena pada akhirnya, TUKU bukan hanya tentang kopi, tetapi tentang berbagi cerita, berbagi hari, dan berbagi hidup," ujar Andanu.

2. Di balik secangkir kopi, ada perjalanan panjang dari hulu hingga hilir

Ulang Tahun TUKU ke-11 dengan tema Sewelas Asih di Urban Forest Cipete. 25 Juni 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Kesuksesan sebuah kedai kopi tidak lepas dari banyak pihak yang bekerja di belakang layar. Mulai dari petani kopi, mitra UMKM, hingga para pekerja yang memastikan setiap proses berjalan dengan baik.

TUKU mengakui, bahwa perjalanan mereka dalam setahun terakhir tidak selalu mudah. Mulai dari tekanan ekonomi, perubahan karakter kopi akibat cuaca, hingga bencana yang merusak kebun kopi di Aceh Tengah menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Meski demikian, perusahaan tetap mencatat pertumbuhan yang sehat sepanjang 2025 dengan kenaikan pendapatan sebesar 44 persen dibanding tahun sebelumnya.

Melalui Kumpul Tetangga TUKU, perusahaan juga menghadirkan "11 Tetangga di Balik Perjalanan 11 Tahun TUKU", sebagai simbol apresiasi kepada petani, barista, mitra UMKM, dan berbagai pihak yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem TUKU. Pendekatan ini menjadi pengingat bahwa secangkir kopi yang dinikmati setiap hari merupakan hasil kolaborasi panjang dari banyak tangan yang bekerja dengan penuh dedikasi.

3. Bisnis yang bertumbuh juga perlu memberi dampak bagi lingkungan dan masyarakat

Ulang Tahun TUKU ke-11 dengan tema Sewelas Asih di Urban Forest Cipete. 25 Juni 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Selain mengembangkan bisnis, TUKU juga terus menjalankan berbagai program keberlanjutan yang melibatkan komunitas lokal. Salah satunya melalui penanaman lebih dari 13 ribu pohon bersama Yayasan Tanah Air Semesta dan Bumiterra sebagai bagian dari upaya reforestasi di Garut dan Kapuas Hulu.

Di sisi lain, TUKU bekerja sama dengan Waste4Change, DUITIN, dan Envmission untuk mengelola lebih dari 1.124 ton sampah operasional. Limbah kemasan kopi dan krimer bahkan diolah kembali menjadi tas guna pakai oleh UMKM di Gunung Sindur, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi puluhan perempuan pengrajin setempat.

Bagi Andanu, seluruh perjalanan tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas dukungan yang diberikan para pelanggan selama ini. "Perayaan ini bukan tentang kami lagi, tetapi tentang bagaimana kita semua, sebagai keluarga besar TUKU, membawa cerita ini lebih jauh dan menghadirkan hal-hal baik bagi lebih banyak orang," tuturnya.

Perjalanan sebuah brand tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar bisnis yang berhasil dibangun. Hubungan yang erat dengan pelanggan, kepedulian terhadap komunitas, serta komitmen menjaga keberlanjutan menjadi fondasi yang membuat sebuah cerita dapat terus bertahan.

Kalau kamu termasuk penikmat kopi lokal, kisah perjalanan TUKU selama 11 tahun ini bisa menjadi pengingat bahwa secangkir kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang orang-orang dan nilai yang tumbuh bersama di baliknya.

Editorial Team

Related Article