Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lebih Baik Workout Pagi atau Malam? Ini Pertimbangannya

Lebih Baik Workout Pagi atau Malam? Ini Pertimbangannya
ilustrasi pria gym (pexels.com/Victor Freitas)
  • Tidak ada waktu workout yang terbaik untuk semua orang; pilihan perlu disesuaikan dengan tujuan, jadwal, kondisi tubuh, dan kemampuan menjaga rutinitas.
  • Latihan pagi membantu menghindari penundaan akibat kesibukan, tetapi membutuhkan pemanasan dan penyesuaian intensitas karena tubuh belum sepenuhnya siap setelah bangun.
  • Latihan malam dapat terasa lebih nyaman saat tubuh sudah aktif, tetapi jadwal harus menjaga kualitas tidur; waktu terbaik adalah yang paling realistis dilakukan konsisten.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memilih waktu workout sering menjadi dilema bagi pria yang ingin rutin berolahraga. Ada yang merasa lebih bersemangat latihan pada pagi hari, sementara lainnya justru baru memiliki energi setelah menyelesaikan aktivitas sepanjang hari. Sebenarnya, tidak ada satu waktu yang selalu paling baik untuk semua orang.

Waktu latihan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, jadwal, kondisi tubuh, dan kemampuan untuk menjadikannya sebagai kebiasaan. Konsistensi biasanya jauh lebih penting daripada sekadar memilih pagi atau malam. Berikut beberapa pertimbangan sebelum menentukan waktu workout yang paling cocok.

  1. 1. Workout pagi bisa membuat hari terasa lebih teratur

    ilustrasi workout pagi
    ilustrasi lari pagi (pexels.com/Barbara Olsen)

    Berolahraga pada pagi hari dapat menjadi cara untuk menyelesaikan aktivitas fisik sebelum pekerjaan dan berbagai kesibukan dimulai. Bagi pria dengan jadwal yang sering berubah, latihan pagi juga dapat mengurangi risiko workout tertunda karena aktivitas lain.

    Namun, tubuh mungkin belum sepenuhnya siap melakukan latihan berat setelah baru bangun tidur. Pemanasan yang cukup dan menyesuaikan intensitas latihan dapat membantu tubuh beradaptasi, terutama jika memilih latihan yang membutuhkan tenaga besar.

  2. 2. Workout malam bisa terasa lebih nyaman

    ilustrasi lari malam
    ilustrasi lari malam (pexels.com/dusanpetkovic)

    Sebagian pria merasa tubuh lebih siap berolahraga pada sore atau malam hari setelah beraktivitas. Suhu tubuh yang lebih tinggi dan kondisi tubuh yang sudah banyak bergerak sepanjang hari dapat membuat latihan terasa lebih nyaman bagi sebagian orang.

    Waktu malam juga cocok bagi mereka yang sulit bangun pagi atau memiliki jadwal kerja yang padat. Yang penting, latihan tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur jika ternyata membuat tubuh menjadi lebih sulit rileks.

  3. 3. Pertimbangkan jenis latihan yang dilakukan

    ilustrasi pria gym
    ilustrasi pria gym (pexels.com/William Choquette)

    Jenis latihan juga dapat memengaruhi pilihan waktu. Latihan ringan seperti jalan cepat, jogging, atau mobilitas tubuh bisa lebih mudah dilakukan pada pagi hari tanpa membutuhkan banyak persiapan.

    Sementara itu, latihan beban atau aktivitas dengan intensitas tinggi mungkin terasa lebih nyaman ketika tubuh sudah benar-benar siap. Meski demikian, respons setiap orang berbeda sehingga waktu terbaik tetap perlu ditemukan melalui pengalaman pribadi.

  4. 4. Sesuaikan dengan pola tidur

    ilustrasi pria tidur
    ilustrasi pria tidur (pexels.com/Andrii Lysenko)

    Workout yang baik seharusnya tidak mengorbankan waktu tidur. Jika harus bangun sangat pagi untuk latihan tetapi akhirnya tidur terlalu sedikit, manfaat rutinitas tersebut bisa menjadi kurang optimal bagi kondisi tubuh.

    Begitu juga dengan latihan malam. Jika olahraga membuat tubuh terlalu berenergi sehingga sulit tidur, jadwal latihan mungkin perlu dimajukan. Menjaga waktu tidur yang cukup tetap menjadi bagian penting dari rutinitas hidup sehat.

  5. 5. Pilih waktu yang paling mudah konsisten

    Ilustrasi pria lari
    ilustrasi pria lari (pexels.com/Leandro Boogeau)

    Pada akhirnya, waktu workout terbaik adalah waktu yang paling realistis untuk dipertahankan. Jika pagi hari sering membuat latihan terlewat karena sulit bangun, sore atau malam mungkin menjadi pilihan yang lebih masuk akal.

    Sebaliknya, jika malam sering dipenuhi pekerjaan, agenda sosial, atau rasa lelah, latihan pagi dapat menjadi alternatif. Tidak perlu terlalu fokus mencari waktu yang dianggap paling ideal jika pilihan tersebut justru sulit dilakukan secara konsisten.

    Workout pagi maupun malam sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Pagi bisa membantu membangun rutinitas sebelum aktivitas dimulai, sedangkan malam dapat menjadi pilihan bagi pria yang merasa tubuhnya lebih siap setelah menjalani berbagai aktivitas.

    Jadi, tidak ada aturan mutlak bahwa workout harus dilakukan pada waktu tertentu. Pilih jadwal yang sesuai dengan ritme tubuh, pola tidur, jenis latihan, dan aktivitas harian agar olahraga bisa menjadi kebiasaan yang bertahan dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles