Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi seseorang mencukur kumis (pexels.com/Los Muertos Crew)
  • Mencukur kumis saat kulit kering atau memakai pisau tumpul dapat meningkatkan gesekan, menarik rambut, serta memicu kemerahan, perih, dan luka kecil.
  • Cukur mengikuti arah tumbuh rambut dengan gerakan pendek, perlahan, tanpa tekanan berlebih, serta hindari mengulang berkali-kali pada area yang sama.
  • Basahi kumis dengan air hangat dan shaving cream sebelum mencukur; setelahnya, bilas, keringkan lembut, lalu gunakan pelembap atau aftershave bebas alkohol dan pewangi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mencukur kumis mungkin sudah menjadi rutinitas sederhana bagi sebagian pria. Aktivitas ini biasanya dilakukan agar wajah terlihat lebih rapi, bersih, dan segar. Namun, pernahkah kamu merasa kulit di sekitar bibir justru memerah, terasa perih, atau muncul bintik-bintik kecil setelah bercukur? Kondisi tersebut bisa terjadi karena ada kebiasaan mencukur yang kurang tepat.

Meski terlihat mudah, mencukur kumis sebenarnya membutuhkan teknik dan persiapan yang benar. Kesalahan kecil seperti menggunakan pisau cukur tumpul atau mencukur saat kulit kering bisa membuat kulit mengalami iritasi. Kalau kamu ingin mendapatkan hasil cukuran yang rapi tanpa membuat kulit bermasalah, yuk, kenali enam kesalahan berikut ini!

1. Mencukur kumis saat kulit masih kering

ilustrasi seseorang mencukur kumis (pexels.com/Лена Gromakova)

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan pria adalah langsung mencukur kumis tanpa membasahi wajah terlebih dahulu. Padahal, rambut kumis yang kering cenderung lebih sulit dipotong sehingga pisau cukur membutuhkan tekanan lebih besar. Gesekan tersebut bisa membuat kulit terasa perih dan mengalami kemerahan.

Sebaiknya basahi area kumis menggunakan air hangat sebelum mulai bercukur. Air membantu melembutkan rambut sehingga lebih mudah dipotong. Kamu juga bisa menggunakan shaving cream atau shaving gel agar pisau cukur meluncur lebih halus dan mengurangi gesekan pada kulit.

2. Menggunakan pisau cukur yang sudah tumpul

ilustrasi seseorang mencukur kumis (pexels.com/Los Muertos Crew)

Kamu masih menggunakan pisau cukur yang sama meskipun sudah berkali-kali dipakai? Kebiasaan ini sebaiknya mulai dihindari karena pisau cukur yang tumpul dapat menarik rambut, bukan memotongnya secara optimal. Akibatnya, kulit bisa mengalami iritasi, kemerahan, bahkan luka kecil akibat tekanan berulang.

Pastikan pisau cukur yang digunakan masih tajam, bersih, dan dalam kondisi baik. Ganti mata pisau jika sudah terasa kurang nyaman atau menunjukkan tanda kerusakan. Jangan lupa membersihkannya setelah digunakan agar sisa rambut dan kotoran gak menumpuk pada alat cukur.

3. Mencukur terlalu berlawanan arah pertumbuhan rambut

ilustrasi seseorang mencukur kumis (pexels.com/Antoni Shkraba)

Ingin mendapatkan hasil cukuran yang benar-benar bersih? Sebagian pria memilih langsung mencukur berlawanan arah pertumbuhan rambut karena dianggap lebih efektif. Namun, cara ini dapat meningkatkan gesekan dan risiko iritasi, terutama jika kulitmu sensitif.

Untuk mengurangi risiko tersebut, mulailah mencukur mengikuti arah pertumbuhan rambut. Gunakan gerakan pendek dan perlahan tanpa menekan pisau terlalu kuat. Jika masih ada rambut yang tersisa, kamu bisa mengulanginya secara hati-hati setelah mengoleskan kembali shaving cream.

4. Menekan pisau cukur terlalu kuat

ilustrasi seseorang mencukur kumis (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Mencukur kumis bukan berarti harus menekan pisau sekuat mungkin agar semua rambut terangkat. Tekanan berlebihan justru dapat membuat lapisan terluar kulit mengalami luka atau iritasi. Risiko ini semakin besar jika kamu menggunakan pisau cukur yang sudah kurang tajam.

Biarkan ketajaman pisau bekerja tanpa perlu memberikan tekanan berlebihan. Pegang alat cukur secara stabil dan gerakkan perlahan mengikuti kontur wajah. Cara ini membantu menghasilkan cukuran yang lebih rapi sekaligus mengurangi kemungkinan kulit terluka.

5. Mencukur berulang kali pada area yang sama

ilustrasi seseorang mencukur kumis (pexels.com/cottonbro studio)

Pernah merasa ada beberapa rambut kumis yang belum terpotong sempurna sehingga kamu terus mengulang cukuran di bagian tersebut? Kebiasaan ini ternyata bisa membuat kulit mengalami gesekan berlebihan. Area sekitar bibir yang memiliki kulit relatif sensitif pun lebih mudah mengalami kemerahan dan rasa perih.

Sebaiknya periksa hasil cukuran secara berkala dan hindari mengulang gerakan pada area yang sudah bersih. Jika masih ada rambut tersisa, gunakan sedikit shaving gel sebelum mencukurnya kembali. Jangan memaksakan hasil yang terlalu licin jika kulit mulai terasa panas atau gak nyaman.

6. Melewatkan perawatan setelah mencukur

ilustrasi seseorang mencukur kumis (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Kesalahan lainnya adalah langsung menyelesaikan aktivitas bercukur tanpa memberikan perawatan setelahnya. Padahal, kulit bisa menjadi lebih sensitif akibat gesekan pisau cukur. Jika dibiarkan tanpa perawatan, kulit mungkin terasa kering, tertarik, atau mengalami iritasi ringan.

Setelah mencukur, bilas wajah menggunakan air bersih lalu keringkan dengan handuk lembut tanpa menggosoknya. Kamu bisa menggunakan pelembap wajah atau aftershave yang bebas alkohol dan gak mengandung bahan pewangi yang berpotensi mengiritasi. Hindari produk yang terasa perih ketika diaplikasikan, terutama jika terdapat luka kecil akibat bercukur.

Mencukur kumis memang terlihat seperti aktivitas sederhana, tetapi teknik yang kurang tepat bisa membuat kulit mengalami iritasi. Mulai dari menggunakan pisau tumpul, mencukur saat kulit kering, hingga melewatkan perawatan setelah bercukur merupakan beberapa kebiasaan yang perlu dihindari. Perubahan kecil dalam rutinitas ini bisa membantu membuat proses mencukur terasa lebih nyaman.

Jadi, jangan hanya memperhatikan hasil cukuran yang rapi, tetapi perhatikan juga kondisi kulit setelahnya. Gunakan alat cukur yang bersih, pilih produk yang sesuai dengan jenis kulit, dan jangan terburu-buru saat melakukannya. Nah, dari enam kesalahan tadi, adakah kebiasaan yang ternyata masih sering kamu lakukan saat mencukur kumis?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article