Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Aroma Tubuh Setiap Orang Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

3 min read
Kenapa Aroma Tubuh Setiap Orang Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
ilustrasi bau badan (magnific.com/benzoix)
  • Aroma tubuh dipengaruhi keringat, bakteri kulit, dan faktor genetik.

  • Makanan dan hormon juga dapat membuat aroma tubuh setiap orang berbeda.

  • Perbedaan mikrobioma kulit membuat bau badan memiliki karakter yang unik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa bahwa bau badan setiap orang ternyata punya karakter yang berbeda? Ada yang aromanya hampir tidak tercium, sementara orang lain bisa memiliki bau badan yang lebih kuat meski sama-sama sudah mandi. Perbedaan ini sebenarnya wajar karena bau badan tidak hanya dipengaruhi oleh kebersihan.

Bau badan terbentuk dari interaksi antara keringat, bakteri di kulit, faktor genetik, hormon, makanan, hingga kebiasaan sehari-hari. Kombinasi faktor tersebut membuat aroma tubuh setiap orang menjadi cukup unik. Yuk, kita bahas lebih lanjut kenapa bau badan setiap orang bisa berbeda!

  1. 1. Keringat dan bakteri di kulit memengaruhi bau badan

    ilustrasi mengelap keringat
    ilustrasi mengelap keringat (pexels.com/Andres Ayrton)

    Keringat sebenarnya bukan satu-satunya penyebab bau badan. Bau yang khas biasanya muncul ketika keringat bertemu dengan bakteri yang hidup secara alami di permukaan kulit. Kelenjar apokrin yang terdapat di area seperti ketiak dan selangkangan menghasilkan keringat yang mengandung protein serta asam lemak. Saat zat-zat tersebut diuraikan oleh bakteri kulit sehingga terbentuk berbagai senyawa yang menghasilkan aroma khas. Komposisi bakteri di kulit setiap orang tidak sepenuhnya sama. Karena itu, keringat yang memiliki komposisi serupa bisa menghasilkan bau yang berbeda ketika bercampur dengan bakteri pada kulit orang yang berbeda.

  2. 2. Faktor genetik ikut menentukan aroma tubuh

    ilustrasi keluarga
    ilustrasi keluarga (unsplash.com/Samsung Memory US)

    Gen juga memiliki peran dalam menentukan seberapa kuat bau badan seseorang. Salah satu contoh yang cukup banyak diteliti adalah gen ABCC11, yang berkaitan dengan produksi senyawa penyebab bau pada ketiak. Varian tertentu dari gen ini membuat seseorang menghasilkan lebih sedikit senyawa yang dapat diubah menjadi molekul berbau oleh bakteri kulit. Varian tersebut lebih banyak ditemukan pada beberapa populasi Asia Timur sehingga sebagian orang dari kelompok tersebut cenderung memiliki bau ketiak yang lebih ringan.

  3. 3. Bakteri di kulit setiap orang berbeda-beda

    ilustrasi mencium bau tidak sedap
    ilustrasi mencium bau tidak sedap (freepik.com/karlyukav)

    Kulit manusia menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri dan jamur. Komposisi mikroorganisme tersebut dikenal sebagai mikrobioma kulit. Beberapa jenis bakteri, termasuk kelompok Corynebacterium dan Staphylococcus, dapat memecah komponen dalam keringat menjadi senyawa yang berbau. Namun, jumlah dan jenis bakteri pada kulit setiap orang bisa berbeda. Perbedaan tersebut membuat aroma yang dihasilkan tubuh juga tidak selalu sama. Jadi, bukan hanya banyaknya keringat yang menentukan bau badan, tetapi juga bagaimana mikroorganisme di kulit mengolahnya.

  4. 4. Makanan bisa mengubah aroma tubuh

    ilustrasi bawang putih
    ilustrasi bawang putih (unsplash.com/ji jiali)

    Apa yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi aroma tubuh. Makanan tertentu yang mengandung senyawa sulfur, seperti bawang putih dan bawang bombai, misalnya, dapat menghasilkan senyawa yang keluar melalui napas maupun keringat. Pengaruh makanan terhadap bau badan juga bisa berbeda pada setiap orang. Metabolisme tubuh dan kondisi mikrobioma masing-masing ikut menentukan bagaimana komponen dari makanan tersebut diproses. Itulah sebabnya, seseorang mungkin merasa aroma tubuhnya berubah setelah mengonsumsi makanan tertentu, sementara orang lain tidak mengalami perubahan yang sama.

  5. 5. Hormon membuat bau badan berubah

    ilustrasi bau badan
    ilustrasi bau badan (magnific.com/benzoix)

    Perubahan hormon juga dapat memengaruhi produksi dan komposisi keringat. Saat memasuki masa pubertas, kelenjar apokrin mulai lebih aktif sehingga bau badan menjadi lebih mudah muncul dibandingkan ketika masih anak-anak. Perubahan hormon selama menstruasi, kehamilan, menopause, maupun kondisi tertentu juga dapat memengaruhi aroma tubuh. Stres pun bisa membuat bau badan terasa lebih kuat karena tubuh melepaskan hormon seperti adrenalin yang dapat merangsang kelenjar keringat tertentu. Ini yang membuat aroma tubuh seseorang tidak selalu sama sepanjang hidup. 

    Pada akhirnya, bau badan setiap orang memang bisa berbeda karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Kombinasi faktor tersebut membuat aroma tubuh setiap orang memiliki karakter yang unik. Jadi, bau badan tidak selalu berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga merupakan hasil dari kondisi alami tubuh masing-masing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎