Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Memahami Top Note, Middle Note, dan Base Note pada Parfum
ilustrasi meracik parfum (pexels.com/MART PRODUCTION)

Memahami karakter aroma parfum gak cukup hanya dengan mencium wanginya sesaat setelah disemprotkan. Aroma parfum dapat berubah secara perlahan karena tersusun atas beberapa lapisan yang muncul pada waktu berbeda. Perubahan tersebut membuat satu parfum dapat menghadirkan kesan segar di awal, terasa lebih kaya setelah beberapa saat, lalu meninggalkan aroma yang hangat dan tahan lama.

Konsep top note, middle note, dan base note menjadi dasar penting untuk memahami perjalanan aroma tersebut. Dengan mengenali ketiganya, seseorang dapat menilai parfum secara lebih menyeluruh dan gak terburu-buru menentukan pilihan hanya berdasarkan semprotan pertama. Supaya gak salah membaca karakter parfum favorit, yuk pahami cara mengenali setiap lapisan aromanya.

1. Kenali aroma yang muncul pertama kali

ilustrasi meracik parfum (pexels.com/MART PRODUCTION)

Top note merupakan aroma yang paling awal tercium setelah parfum disemprotkan ke kulit atau pakaian. Lapisan ini biasanya memberikan kesan pertama yang kuat karena langsung menyambut indra penciuman dalam beberapa menit awal. Aroma yang digunakan sering terasa ringan, segar, dan mudah menguap sehingga karakternya gak bertahan selama lapisan berikutnya.

Citrus seperti lemon dan bergamot, buah-buahan, serta aroma herbal tertentu sering digunakan untuk membentuk karakter top note. Kesan yang muncul dapat terasa cerah, energik, bersih, atau menyegarkan tergantung komposisi parfum. Karena itu, jangan langsung menilai keseluruhan karakter parfum hanya dari aroma pertama yang tercium.

2. Tunggu perubahan aroma setelah beberapa waktu

ilustrasi pria dengan parfum (pexels.com/Ron Lach)

Setelah aroma awal mulai memudar, middle note atau heart note mulai tampil lebih jelas. Lapisan ini menjadi inti dari karakter parfum karena biasanya memberikan identitas utama yang paling terasa selama parfum digunakan. Aroma pada tahap ini cenderung lebih lembut, seimbang, dan memiliki karakter yang lebih dalam dibandingkan top note.

Bunga seperti mawar, melati, dan lavender sering muncul dalam lapisan ini, begitu pula aroma rempah dan buah tertentu. Perubahan aromanya dapat terasa cukup halus sehingga perlu waktu untuk benar-benar mengenali perbedaannya. Karena itu, memberi jeda sebelum menilai parfum dapat membantu memahami karakter wanginya secara lebih objektif.

3. Pahami aroma yang bertahan paling lama

ilustrasi pria dan parfum (freepik.com/DC Studio)

Base note merupakan lapisan aroma yang muncul paling akhir dan biasanya bertahan paling lama pada kulit. Aroma ini berperan sebagai fondasi yang memberikan kedalaman, kehangatan, serta daya tahan pada keseluruhan komposisi parfum. Meski awalnya gak selalu langsung terasa kuat, lapisan ini dapat menjadi karakter yang paling menempel setelah berjam-jam.

Kayu cendana, vanila, musk, amber, dan patchouli merupakan beberapa contoh aroma yang sering digunakan sebagai base note. Karakternya dapat terasa hangat, manis, sensual, bersahaja, atau elegan tergantung perpaduan bahan yang digunakan. Aroma akhir inilah yang sering membuat seseorang memiliki kesan berbeda terhadap parfum setelah memakainya dalam waktu cukup lama.

4. Bandingkan perubahan aroma dari waktu ke waktu

ilustrasi pria dan parfum (pexels.com/Franco Monsalvo)

Cara paling mudah memahami tiga lapisan parfum adalah memperhatikan perubahan aroma secara bertahap. Setelah menyemprotkan parfum, cobalah mencium aromanya pada beberapa jeda waktu agar perbedaan antara top note, middle note, dan base note lebih mudah dikenali. Metode ini membantu hidung menangkap perjalanan aroma secara lebih lengkap dibanding hanya mencium parfum sesaat setelah disemprotkan.

Perubahan tersebut juga dapat memberikan gambaran tentang karakter parfum yang sebenarnya. Parfum yang awalnya terasa segar dapat berubah menjadi lebih floral, hangat, atau manis setelah beberapa jam. Dengan membandingkan setiap tahap, seseorang dapat memahami aroma mana yang paling disukai dan paling sesuai dengan karakter pribadi.

5. Sesuaikan komposisi aroma dengan kebutuhan

ilustrasi parfum hitam (unsplash.com/Sierra Alpha Juliet)

Memahami top note, middle note, dan base note juga membantu saat memilih parfum berdasarkan suasana dan kebutuhan. Aroma yang ringan dan segar dapat terasa cocok untuk aktivitas siang hari, sedangkan aroma yang hangat dan dalam sering terasa lebih sesuai untuk malam atau acara khusus. Pemilihan parfum akhirnya gak hanya bergantung pada merek atau popularitas, tetapi juga pada perjalanan aroma yang ditawarkan.

Selain itu, karakter kulit setiap orang dapat memengaruhi cara parfum berkembang setelah digunakan. Aroma yang terasa manis pada satu orang dapat terasa lebih lembut atau lebih hangat pada orang lain. Karena itu, mencoba parfum langsung pada kulit dan menunggu perubahan aromanya menjadi langkah penting sebelum menentukan pilihan.

Memahami top note, middle note, dan base note membuat pengalaman memilih parfum terasa lebih menarik dan gak sekadar mengandalkan kesan pertama. Setiap lapisan memiliki peran berbeda dalam membentuk perjalanan aroma dari awal hingga akhir. Dengan mengenali perubahan tersebut, pilihan parfum dapat terasa lebih personal, matang, dan sesuai dengan karakter yang ingin ditampilkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article