Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mitos vs Fakta: Benarkah Cukur Bikin Rambut Tumbuh Lebih Tebal?

4 min read
Mitos vs Fakta: Benarkah Cukur Bikin Rambut Tumbuh Lebih Tebal?
ilustrasi potong kumis (pexels.com/cottonbro studio)
  • Mencukur tidak mengubah ketebalan, warna, atau kecepatan pertumbuhan rambut karena hanya memotong batang rambut, bukan folikel tempat rambut tumbuh.
  • Rambut yang tumbuh setelah dicukur dapat terlihat lebih gelap dan terasa kasar akibat ujungnya rata atau tumpul; efek visual ini bersifat sementara.
  • Ketebalan dan pertumbuhan rambut lebih dipengaruhi genetik serta hormon. Mencukur terlalu dekat dapat memicu iritasi atau rambut tumbuh ke dalam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak pria mungkin pernah mendengar anggapan bahwa mencukur rambut akan membuatnya tumbuh kembali lebih tebal. Mitos ini cukup populer, terutama ketika membahas rambut wajah seperti kumis dan janggut. Tidak sedikit pula yang merasa rambut memang terlihat lebih kasar atau gelap setelah dicukur sehingga menganggap anggapan tersebut benar.

Padahal, mencukur rambut tidak mengubah ketebalan, warna, maupun kecepatan pertumbuhannya. Rambut yang baru tumbuh setelah dicukur memang bisa terlihat lebih tebal atau terasa lebih kasar karena ujung rambut terpotong rata.

  1. 1. Mitos: Mencukur membuat rambut tumbuh lebih tebal

    ilustrasi potong rambut
    ilustrasi potong rambut (pexels.com/Jose Ricardo Barraza Morachis)

    Anggapan bahwa pisau cukur bisa membuat rambut menjadi lebih tebal sebenarnya tidak didukung oleh fakta medis. Proses mencukur hanya memotong batang rambut di dekat permukaan kulit dan tidak mengubah folikel yang menjadi tempat rambut tumbuh. Karena itu, struktur dasar yang menentukan pertumbuhan rambut tidak berubah hanya karena rambut dicukur.

    Mayo Clinic menjelaskan bahwa mencukur tidak mengubah ketebalan, warna, maupun kecepatan pertumbuhan rambut. Jadi, jika rambut terlihat lebih tebal setelah dicukur, perubahan tersebut lebih berkaitan dengan tampilan rambut yang sedang tumbuh kembali, bukan karena rambut benar-benar menjadi lebih tebal.

  2. 2. Fakta: Rambut baru memang terlihat lebih kasar

    ilustrasi potong rambut
    ilustrasi pria potong rambut (pexels.com/YakobchukOlena)

    Rambut yang belum dicukur biasanya memiliki ujung yang lebih meruncing secara alami. Ketika dicukur, ujung rambut tersebut menjadi rata atau tumpul. Saat mulai tumbuh kembali, bagian ujung yang rata dapat membuat rambut terasa lebih kasar ketika disentuh.

    Kondisi tersebut juga dapat membuat rambut terlihat lebih gelap atau lebih tebal secara visual, terutama ketika masih pendek. Efek ini bersifat sementara dan bukan tanda bahwa jumlah atau diameter rambut mengalami peningkatan. Seiring rambut memanjang, tampilan ujungnya kembali membuat perbedaannya tidak terlalu terlihat.

  3. 3. Mitos: Semakin sering dicukur, semakin cepat tumbuh

    ilustrasi pria bercermin
    ilustrasi pria bercermin (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Frekuensi mencukur juga tidak menentukan seberapa cepat rambut tumbuh. Kecepatan pertumbuhan rambut dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis, termasuk faktor genetik dan hormonal. Karena itu, mencukur berkali-kali tidak membuat folikel bekerja lebih cepat hanya karena rambut sering dipotong.

    Perbedaan pertumbuhan antara satu pria dan pria lainnya juga bisa membuat mitos ini terasa masuk akal. Ada orang yang memang memiliki pertumbuhan rambut wajah lebih cepat atau lebih lebat secara alami. Namun, perubahan tersebut tidak bisa disebabkan hanya oleh kebiasaan mencukur.

  4. 4. Fakta: Ketebalan rambut lebih berkaitan dengan faktor tubuh

    ilustrasi potong rambut
    ilustrasi potong rambut (pexels.com/mostafa meraji)

    Karakter rambut pria dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetik dan hormon. Hal tersebut ikut menjelaskan mengapa ada pria yang memiliki janggut lebat sementara pria lain memiliki rambut wajah yang lebih tipis meski sama-sama rutin mencukur. Jadi, perbedaan ketebalan rambut tidak dapat dijelaskan hanya dari seberapa sering seseorang menggunakan pisau cukur.

    Jika seseorang mengalami perubahan pertumbuhan rambut yang tiba-tiba atau sangat berbeda dari biasanya, penyebabnya bisa perlu diperhatikan lebih lanjut. Perubahan rambut dapat berkaitan dengan faktor hormonal, obat-obatan, atau kondisi kesehatan tertentu. Jika perubahan tersebut terasa tidak biasa, konsultasi dengan dokter dapat membantu mencari penyebabnya.

  5. 5. Mitos: Mencukur selalu membuat kulit dan rambut lebih sehat

    ilustrasi potong rambut
    ilustrasi potong rambut (pexels.com/Luis Quintero)

    Mencukur sebenarnya hanya merupakan metode untuk memotong rambut, bukan cara untuk membuat rambut tumbuh lebih sehat. Teknik mencukur yang terlalu dekat dengan kulit justru dapat menyebabkan masalah seperti iritasi atau rambut tumbuh ke dalam pada sebagian orang. Risiko tersebut dapat lebih diperhatikan pada pria yang memiliki rambut keriting atau tumbuh melengkung.

    Untuk mengurangi risiko iritasi, American Academy of Dermatology menyarankan membasahi kulit dan rambut terlebih dahulu, menggunakan krim cukur yang melembapkan, serta mencukur mengikuti arah pertumbuhan rambut. Menghindari tarikan berlebihan pada kulit juga dapat membantu mengurangi risiko razor bumps dan rambut tumbuh ke dalam.

    Jadi, anggapan bahwa mencukur membuat rambut pria tumbuh lebih tebal hanyalah mitos. Rambut yang baru tumbuh memang bisa terlihat lebih gelap, kasar, atau seolah-olah lebih tebal karena ujungnya terpotong rata. Namun, proses mencukur tidak mengubah ketebalan, warna, maupun kecepatan pertumbuhan rambut itu sendiri.

    Kalau tujuan mencukur adalah mendapatkan tampilan yang lebih rapi, teknik mencukur justru lebih penting untuk diperhatikan. Gunakan alat yang sesuai, hindari mencukur terlalu agresif, dan perhatikan arah pertumbuhan rambut untuk mengurangi risiko iritasi. Dengan begitu, aktivitas mencukur bisa tetap nyaman tanpa perlu khawatir rambut akan menjadi lebih tebal hanya karena sering dipotong.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team