Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan yang Membuat Sepatu Running Cepat Kehilangan Performa
ilustrasi sneakers running (unsplash.com/Anish Prajapati)
  • Artikel menyoroti lima kebiasaan umum yang membuat sepatu running cepat kehilangan performa, mulai dari penggunaan tidak tepat hingga perawatan yang kurang benar.
  • Menggunakan sepatu untuk berbagai aktivitas, jarang dibersihkan, dan mengeringkannya di bawah sinar matahari langsung dapat mempercepat kerusakan material serta menurunkan kenyamanan saat berlari.
  • Rotasi pemakaian dan mengganti sepatu ketika bantalan mulai keras disarankan agar performa tetap optimal serta risiko cedera bisa diminimalkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sepatu running dirancang untuk memberikan kenyamanan, stabilitas, dan daya dorong yang optimal selama berlari. Teknologi pada bagian midsole, outsole, hingga material upper bekerja sama untuk membantu setiap langkah terasa lebih efisien sekaligus mengurangi risiko cedera. Namun, performa tersebut gak akan bertahan lama apabila sepatu digunakan tanpa perawatan dan kebiasaan yang tepat.

Banyak pelari hanya memperhatikan jarak tempuh, tetapi kurang menyadari bahwa cara menggunakan sepatu juga sangat menentukan usia pakainya. Kebiasaan yang terlihat sepele ternyata mampu mempercepat penurunan kualitas bantalan, daya cengkeram, bahkan struktur sepatu secara keseluruhan. Karena itu, memahami berbagai kesalahan berikut dapat membantu menjaga performa sepatu tetap optimal lebih lama, yuk simak sampai selesai.

1. Menggunakan sepatu untuk berbagai aktivitas

ilustrasi sepatu running (pexels.com/Dayne F)

Banyak orang menggunakan sepatu running bukan hanya untuk berlari, tetapi juga berjalan jauh, bekerja, berbelanja, hingga latihan beban di pusat kebugaran. Padahal, setiap aktivitas memberikan tekanan yang berbeda pada struktur sepatu sehingga materialnya mengalami keausan lebih cepat. Bantalan yang seharusnya menopang gerakan lari akhirnya terus menerima beban sepanjang hari tanpa jeda.

Selain mempercepat penurunan kualitas bantalan, kebiasaan tersebut juga membuat pola aus pada sol menjadi kurang merata. Akibatnya, stabilitas saat berlari ikut berkurang karena permukaan pijakan sudah berubah dari kondisi awal. Sepatu running sebaiknya tetap difokuskan untuk aktivitas lari agar performanya tetap terjaga sesuai fungsi utamanya.

2. Jarang membersihkan sepatu setelah dipakai

ilustrasi membersihkan sepatu (unsplash.com/Huy Le)

Debu, lumpur, pasir, dan sisa keringat yang menempel setelah berlari sering dianggap sebagai hal sepele. Padahal, kotoran yang terus menumpuk dapat merusak serat material upper sekaligus mempercepat penurunan kualitas perekat pada beberapa bagian sepatu. Kondisi tersebut juga membuat sirkulasi udara di dalam sepatu menjadi kurang optimal.

Membersihkan sepatu secara rutin bukan berarti harus mencucinya setiap selesai digunakan. Cukup menghilangkan debu dan kotoran menggunakan sikat halus serta mengeringkannya di tempat yang memiliki aliran udara baik. Perawatan sederhana seperti ini mampu membantu mempertahankan bentuk dan kenyamanan sepatu dalam jangka waktu lebih panjang.

3. Mengeringkan sepatu di bawah sinar matahari langsung

ilustrasi menjemur sneakers running (pexels.com/Aman Jakhar)

Setelah terkena hujan atau dicuci, banyak orang memilih meletakkan sepatu tepat di bawah sinar matahari agar cepat kering. Cara tersebut memang mempercepat proses pengeringan, tetapi panas yang berlebihan dapat merusak struktur busa dan material perekat pada sepatu. Dalam jangka panjang, bentuk sepatu pun dapat berubah tanpa disadari.

Paparan panas secara terus-menerus juga membuat material upper lebih mudah mengeras dan kehilangan kelenturannya. Akibatnya, kenyamanan saat berlari ikut berkurang meskipun tampilan luar sepatu masih terlihat baik. Mengeringkan sepatu di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang lancar menjadi pilihan yang jauh lebih aman.

4. Terus menggunakan sepatu yang sama setiap hari

ilustrasi pria lari (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Sepatu running membutuhkan waktu agar bantalan pada bagian midsole kembali ke bentuk semula setelah menerima tekanan saat berlari. Jika sepatu digunakan setiap hari tanpa jeda, material bantalan gak memiliki kesempatan untuk pulih secara optimal. Kondisi tersebut membuat kemampuan meredam benturan perlahan menurun.

Bagi pelari yang memiliki frekuensi latihan cukup tinggi, menggunakan dua pasang sepatu secara bergantian dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Cara ini membantu membagi beban penggunaan sehingga usia pakai setiap sepatu menjadi lebih panjang. Selain itu, kenyamanan dan respons bantalan juga dapat tetap terjaga lebih lama.

5. Tetap memakai sepatu meski performanya sudah menurun

ilustrasi pria lari pagi (pexels.com/The Lazy Artist Gallery)

Banyak pelari hanya mengganti sepatu ketika bagian luar terlihat rusak atau robek. Padahal, penurunan performa sering terjadi lebih dahulu pada bantalan yang sudah kehilangan elastisitas meskipun tampilan sepatu masih terlihat bagus. Hal tersebut membuat kaki menerima benturan yang lebih besar setiap kali berlari.

Menggunakan sepatu yang sudah kehilangan performa bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko cedera pada kaki dan sendi. Karena itu, penting memperhatikan perubahan rasa saat berlari, bukan hanya kondisi visual sepatu. Ketika bantalan mulai terasa keras dan responsnya berkurang, sudah saatnya mempertimbangkan penggantian sepatu.

Merawat sepatu running bukan sekadar menjaga tampilannya tetap bersih, tetapi juga mempertahankan performanya agar tetap optimal saat digunakan. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten mampu memperpanjang usia pakai sekaligus menjaga kenyamanan selama berlari. Dengan penggunaan yang tepat, sepatu dapat terus memberikan dukungan terbaik dalam setiap sesi latihan maupun perlombaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article