Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Sepatu Kulit Perlu Diistirahatkan setelah Dipakai?

Kenapa Sepatu Kulit Perlu Diistirahatkan setelah Dipakai?
ilustrasi sepatu kulit (unsplash.com/Davinder Singh)
Intinya Sih
  • Mengistirahatkan sepatu kulit sekitar 24 jam membantu menguapkan kelembapan yang terserap dari kaki, mencegah bau, jamur, dan kerusakan bahan.
  • Waktu jeda pemakaian memungkinkan serat kulit serta bantalan sepatu kembali ke bentuk semula sehingga tetap rapi dan nyaman digunakan.
  • Kebiasaan tidak memakai sepatu kulit setiap hari memperpanjang umur pakai karena mencegah kelembapan berlebih yang bisa merusak lem, jahitan, dan struktur dalamnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sepatu kulit dikenal sebagai salah satu jenis alas kaki yang paling awet. Bahkan, ada sepatu kulit berkualitas yang bisa bertahan hingga puluhan tahun jika dirawat dengan benar. Namun, daya tahan tersebut bukan hanya ditentukan oleh kualitas bahannya, melainkan juga cara pemakaiannya.

Salah satu aturan yang perlu dilakukan agar sepatu kulit lebih awet adalah tidak memakai pasangan sepatu yang sama setiap hari. Sekilas terdengar berlebihan, tetapi ternyata ada alasan ilmiah dan praktis di balik kebiasaan tersebut. Mengistirahatkan sepatu kulit selama sekitar 24 jam setelah dipakai dapat membantu menjaga bentuk, kenyamanan, sekaligus memperpanjang umur pakainya. Mari, kita bahas lebih dalam kenapa sepatu kulit perlu diistirahatkan setelah dipakai?

Table of Content

1. Kulit menyerap kelembapan dari kaki

1. Kulit menyerap kelembapan dari kaki

ilustrasi sepatu kulit
ilustrasi sepatu kulit (pexels.com/Michael Morse)

Meskipun kaki terasa kering, sebenarnya telapak kaki manusia mengeluarkan keringat sepanjang hari. Sebagian kelembapan tersebut akan diserap oleh lapisan dalam sepatu, terutama jika terbuat dari kulit asli. Kulit memang memiliki pori-pori alami yang membuatnya mampu bernapas, tetapi sifat itu juga membuatnya menyerap air.

Jika sepatu langsung dipakai lagi sebelum benar-benar kering, kelembapan akan terus menumpuk di dalamnya. Lama-kelamaan kondisi ini bisa memicu bau tidak sedap, pertumbuhan jamur, hingga membuat bahan kulit lebih cepat rusak. Dengan memberi waktu istirahat sekitar satu hari, sisa kelembapan memiliki kesempatan menguap secara alami.

2. Membantu kulit kembali ke bentuk semula

ilustrasi sepatu kulit (pexels.com/Dominika Roseclay)
ilustrasi sepatu kulit (pexels.com/Dominika Roseclay)

Saat digunakan berjalan, kulit pada sepatu terus mengalami tekanan dan tekukan, terutama di bagian depan dekat jari kaki. Tekanan tersebut membuat serat-serat kulit meregang sementara. Untungnya, kulit merupakan bahan alami yang bersifat elastis. Ketika tidak digunakan, serat-serat tersebut perlahan kembali ke posisi semula.

Jika sepatu dipakai terus-menerus tanpa jeda, lipatan akan menjadi semakin dalam dan permanen. Dalam jangka panjang, retakan kecil lebih mudah muncul, terutama pada kulit yang mulai kehilangan kelembapan alaminya. Itulah sebabnya sepatu kulit yang dipakai bergantian biasanya tampak lebih rapi meski usianya sudah bertahun-tahun.

3. Mengurangi risiko bau tidak sedap

ilustrasi sepatu kulit
ilustrasi sepatu kulit (pexels.com/Umar Ali)

Lingkungan yang lembap merupakan tempat ideal bagi bakteri penyebab bau kaki untuk berkembang biak. Bakteri tersebut sebenarnya tidak menyukai kulit secara khusus, melainkan menyukai kondisi hangat dan basah di dalam sepatu. Saat sepatu diistirahatkan, bagian dalamnya memiliki waktu untuk mengering sehingga jumlah bakteri tidak berkembang secepat jika sepatu dipakai setiap hari. Hasilnya bukan hanya sepatu yang lebih segar, tetapi juga kaki yang terasa lebih nyaman.

4. Sol dan bantalan sepatu juga butuh waktu pulih

ilustrasi sepatu kulit
ilustrasi sepatu kulit (unsplash.com/Davinder Singh)

Bukan hanya kulit yang bekerja keras saat digunakan berjalan. Sol luar, bantalan dalam (insole), hingga lapisan busa juga terus menerima tekanan dari berat badan. Setelah dipakai seharian, bantalan akan sedikit tertekan. Ketika sepatu didiamkan, material tersebut perlahan mengembang kembali mendekati bentuk aslinya.

Jika dipakai tanpa jeda setiap hari, bantalan lebih cepat kehilangan daya pegasnya. Akibatnya, sepatu terasa lebih keras dan kurang nyaman meskipun bagian luarnya masih terlihat bagus.

5. Mencegah kerusakan akibat kelembapan

ilustrasi sepatu kulit
ilustrasi sepatu kulit (unsplash.com/Noah Smith)

Kelembapan yang terus-menerus terperangkap di dalam sepatu dapat memengaruhi berbagai bagian sekaligus. Lem perekat bisa lebih cepat melemah, jahitan lebih mudah rusak, dan bagian dalam sepatu menjadi lebih rentan berjamur. Risiko ini semakin besar jika sepatu dipakai saat hujan atau cuaca sangat lembap. Dalam kondisi seperti itu, sepatu sebaiknya benar-benar dikeringkan sebelum digunakan kembali. Namun, hindari mengeringkannya menggunakan hair dryer atau menjemurnya langsung di bawah sinar matahari karena panas berlebihan dapat membuat kulit mengeras, menyusut, bahkan retak.

Pada akhirnya, mengistirahatkan sepatu kulit bukanlah sekadar mitos atau kebiasaan para kolektor. Kulit merupakan bahan alami yang membutuhkan waktu untuk mengering, memulihkan bentuk, dan melepaskan kelembapan setelah digunakan. Dengan memberi jeda sekitar 24 jam sebelum dipakai kembali, sepatu akan tetap nyaman digunakan, tampil lebih rapi, serta memiliki umur pakai yang jauh lebih panjang. Kebiasaan kecil ini mungkin terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa sangat besar bagi kondisi sepatu dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles