Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10.504 Orang Ikut Pelatihan Vokasi Kemnaker, Dapat Uang Saku Rp20 Ribu
Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Kemnaker resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di BBPVP Bekasi dengan total peserta tahap pertama mencapai 10.504 orang dari berbagai wilayah Indonesia.
  • Program pelatihan dilakukan secara terpusat dan serentak, memberi kesempatan setara bagi pencari kerja termasuk penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan di balai Kemnaker.
  • Peserta menerima uang transport Rp20 ribu per hari selama pelatihan tiga hingga empat bulan, serta dijanjikan peluang kerja dan sertifikat kompetensi BNSP setelah lulus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari Rabu banyak orang ikut latihan kerja di Bekasi. Katanya ada sepuluh ribu lebih orang yang daftar. Pak Menteri Yassierli bilang semua belajar bareng supaya bisa kerja nanti. Ada juga teman difabel yang boleh ikut. Mereka dapat uang jajan dua puluh ribu tiap hari. Kalau sudah lulus, mereka bisa dapat sertifikat dan kerja sungguhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai Pelatihan Vokasi Nasional 2026. Pelatihan itu diselenggarakan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Bekasi, Rabu (8/4/2026).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menyebut jumlah peserta pelatihan vokasi tahap pertama mencapai 10.504 orang. Nantinya, para peserta akan mengikuti pelatihan di balai milik Kemnaker, yang tersebar di sejumlah wilayah.

“Itu ada Balai Besar, kemudian ada balai, ada Satpel (Satuan Pelayanan), dan kemudian didukung juga oleh beberapa UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Di BBPVP Bekasi ini sekitar 280 orang (peserta),” kata Menaker.

1. Terapkan sistem terpusat

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli. (IDN Times/Imam Faishal)

Menaker menjelaskan saat ini Kemnaker menerapkan sistem rekrutmen dan pelatihan yang dilakukan secara terpusat dan serentak. Hal itu berbeda dengan tahun sebelumnya, saat itu program dan rekrutmen dilakukan masing-masing balai.

“Bayangkan ya, total 10.504 itu tersebar hampir di mungkin 50-60 lokasi se-Indonesia. Jadi 2026 ini format kami agak berbeda, sehingga kami ingin memberikan kesempatan yang sama kepada semua pencari kerja,” kata dia.

Menaker mengatakan program tersebut memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas mengikuti pelatihan.

“Kami juga dalam program Pelatihan Vokasi Nasional sangat peduli dengan teman-teman difabel, disabilitas, dan kami juga memberikan kesempatan yang sama kepada mereka,” jelas dia.

2. Peserta diberikan uang saku Rp20 ribu

Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026. (IDN Times/Imam Faishal)

Yassierli mengatakan para peserta pelatihan mendapatkan uang pengganti transportasi Rp20 ribu sehari. Menurutnya, angka tersebut layak, lantaran waktu pelatihan yang mencapai tiga hingga empat bulan.

“Ada yang membandingkan dengan saya, 'Pak Menteri kalau di tempat lain itu uang sakunya Rp100 ribu', tapi saya tanyakan 'pelatihannya berapa hari?' Mungkin saja cuma tiga-empat hari, sedangkan kami ada pelatihannya sampai tiga bulan, empat bulan. Nah, itu adalah sebagai pembandingnya,” kata dia.

3. Kemnaker janjikan dapat kerja

Kemnaker resmikan program Pelatihan Vokasi Nasional 2026. (IDN Times/Imam Faishal)

Menaker menyebut program vokasi menjanjikan setiap peserta langsung mendapatkan pekerjaan, setelah menyelesaikan pelatihan. Selain itu, peserta yang lulus juga akan mendapatkan sertifikat kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Paling penting adalah 50 persen dari peserta yang kick-off (mulai pelatihan) hari ini, offline dan online, itu sudah ada jaminan untuk dia bekerja, dan ini terus kita akan tingkatkan,” ungkapnya.

Editorial Team