Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah (IDN Times/Aryodamar)
  • JPU akan menghadirkan 103 saksi dan lima ahli dalam tahap pembuktian perkara Febrie Adriansyah.

  • Barang bukti yang diajukan meliputi dokumen, bukti elektronik, keterangan terdakwa, dan alat bukti lain yang relevan.

  • Febrie didakwa bersama Don Ritto dan Nurman Herin terkait pemerasan serta pencucian uang dengan nilai ratusan miliar rupiah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (2/11/2026)

Jaksa menyampaikan bahwa 103 saksi dan lima ahli akan dihadirkan dalam pembuktian perkara Febrie Adriansyah. Barang bukti elektronik dan dokumen juga akan ditunjukkan.

2019–2021

Febrie disebut menjabat sebagai Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung.

2021–2026

Febrie disebut menjabat sebagai Jampidsus pada Kejaksaan Agung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    JPU akan menghadirkan 103 saksi, lima ahli, serta barang bukti dalam pembuktian perkara Febrie Adriansyah.
  • Who?
    Febrie Adriansyah, Don Ritto alias Idon, Nurman Herin, JPU, 103 saksi, dan lima ahli terlibat dalam persidangan ini.
  • Where?
    Pengajuan keterangan saksi dan ahli disampaikan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
  • When?
    Jaksa menyampaikan rencana tersebut pada Senin (2/11/2026).
  • Why?
    Keterangan saksi, ahli, dokumen, dan bukti elektronik diajukan untuk membuktikan dugaan pemerasan dan pencucian uang.
  • How?
    Pembuktian dilakukan melalui keterangan saksi, keterangan ahli, surat, keterangan terdakwa, dokumen, dan bukti elektronik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

JPU akan membawa 103 saksi dan lima ahli ke sidang Febrie Adriansyah. Febrie didakwa bersama Don Ritto dan Nurman Herin. Mereka juga akan menunjukkan dokumen dan bukti elektronik. Febrie didakwa meminta uang dan melakukan pencucian uang. Sidang pembuktian akan memakai keterangan saksi, ahli, dan barang bukti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Persidangan akan menghadirkan keterangan dari 103 saksi dan lima ahli serta memperlihatkan dokumen dan bukti elektronik. Keragaman alat bukti tersebut memberi ruang bagi proses pembuktian untuk memeriksa dugaan perkara secara lebih menyeluruh berdasarkan keterangan dan dokumen yang diajukan di persidangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menghadirkan 103 saksi dan lima ahli untuk membukti dugaan korupsi berupa pencucian uang dan pemerasan eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.

"Dalam rangka pembuktian perkara ini, Penuntut Umum akan mengajukan alat bukti sebagai berikut, keterangan saksi sebanyak 103 orang, Keterangan ahli sebanyak 5 orang," kata jaksa di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).

Jaksa menambahkan daftar saksi tersebut juga berlaku untuk dua terdakwa lainnya, yaitu Don Ritto alias Idon dan Nurman Herin. Selain saksi, jaksa akan mengungkap sejumlah barang bukti elektronik, dokumen serta alat bukti lain yang relevan juga akan ditunjukkan pada tahap pembuktian dalam persidangan ini.

"Surat, keterangan terdakwa, barang bukti antara lain berupa dokumen-dokumen yang terkait dengan tindak pidana yang disangkakan kepada terdakwa, dan bukti elektronik," kata jaksa.

Diketahui, Febrie Adriansyah didakwa bersama-sama Advokat Don Ritto dan pengusaha Nurman Herin memeras pengusaha Rp55 miliar serta menerima Rp350 miliar.

Febrie didakwa meminta uang sebesar 5 juta Dolar Singapura atau sekitar Rp55 miliar dari saksi perkara Jiwasraya, Tan Kian. Ia disebut menekan Tan Kian, melalui perantaraan Ferry Yanto Hongkiriwang, agar tidak ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara korupsi Jiwasraya.

Selain itu, Febrie juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU? sebesar Rp354,62 miliar yang terdiri dari Rp346,74 Miliar dan 440.990 Dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp7,88 miliar (kurs Rp17.880 per dolar AS).

Pencucian uang diduga dilakukan Febrie saat menjabat sebagai Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung periode 2019–2021 maupun selaku Jampidsus pada Kejagung periode 2021–2026.

Febrie terancam pidana yang diatur dalam Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 607 ayat (1) huruf a atau Pasal 607 ayat (1) huruf b juncto Pasal 20 huruf c jo. Pasal 127 ayat (1) KUHP Nasional jo. Pasal II ayat (8) Lampiran I angka 28 UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Curated For You

Editorial Team

Related Article