Polisi Gunakan Drone dan 3D Usut Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

- Polisi memakai drone dan pemindaian 3D untuk menganalisis kecelakaan maut truk molen di Jalan Cut Mutia, Bekasi, yang menewaskan enam orang.
- Pemindaian kontur jalan meneliti turunan dan geometri lokasi, sementara truk molen juga diperiksa sebagai barang bukti elektronik dalam penyidikan.
- Truk diduga mengalami kegagalan rem saat melintasi turunan, gagal berhenti setelah menabrak gerbang kampus, lalu menghantam 12 orang di halte.
Bekasi, IDN Times - Pihak kepolisian menggunakan teknologi drone dan pemindaian tiga dimensi (3D) untuk mengungkap penyebab kecelakaan maut yang menewaskan enam orang di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Minggu (1/11/2026) sore.
Kasubdit Tatib Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Mario Christy mengatakan, pihaknya melakukan asistensi sekaligus mem-backup Polda Metro Jaya, khususnya Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Dalam olah TKP ini kami menggunakan metode traffic analysis accident, kita mencari bukti-bukti secara saintifik," kata Mario saat ditemui di lokasi, Senin (2/11/2026).
1. Polisi pindai kontur jalan menggunakan drone

Polisi lakukan oleh TKP peristiwa kecelakaan truk molen di Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal) Mario menjelaskan, salah satu metode yang digunakan adalah pemindaian menggunakan drone untuk mengetahui kontur dan geometri jalan, terutama pada bagian turunan lokasi kecelakaan.
Dia juga menyampaikan, pihaknya ingin mendalami apakah sudut elevasi jalan tersebut berpotensi menambah kecepatan kendaraan.
"Tadi kita menggunakan drone untuk meng-scan kontur geometri jalan apakah sudut elevasi turunannya berpotensi menambah kecepatan, dan itu nanti akan kita rekonstruksi lagi," jelas dia.
Selain itu, petugas juga melakukan pemindaian tiga dimensi terhadap sejumlah titik di lokasi kejadian, mulai dari titik awal hingga titik benturan dan posisi akhir kendaraan.
2. Kondisi kendaraan juga akan diperiksa

Truk molen tabrak warga yang berada di Halte Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal) Selain kondisi jalan, lanjut Mario, pihak kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan truk molen yang terlibat kecelakaan.
Mario mengatakan, pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari analisis untuk mendalami berbagai faktor yang menyebabkan kecelakaan.
"Nanti kita akan ke barang bukti, kita akan melaksanakan scanning ulang terhadap kendaraan truk molennya termasuk juga untuk jalannya," jelas dia.
Hasil pemindaian lokasi dan kendaraan nantinya akan menjadi bukti elektronik dalam proses penyidikan. Mario menjelaskan, proses analisis kecelakaan dilakukan secara paralel oleh Korlantas Polri dan Polda Metro Jaya. Nantinya, kedua hasil analisis tersebut akan digabungkan untuk mendukung proses penyelidikan.
"Kalau penyelidikan, nanti kita kumpulkan penyelidikan setelah itu kita gelar perkara awal yang akan dilaksanakan oleh Polres Metro Bekasi Kota," jelas Mario.
3. Kronologi kecelakaan

Truk molen tabrak warga yang berada di Halte Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal) Diketahui, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan keterangan sopir dan saksi yang telah dimintai keterangan, truk melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) menuju Rawa Panjang.
Saat melintasi turunan jembatan, tepatnya di depan Universitas BSI, sopir diduga tidak dapat mengendalikan laju kendaraan lantaran mekanisme pengereman tidak lagi berfungsi.
Sopir truk sempat mencoba memberhentikan kendaraannya dengan cara menabrak tembok gerbang Universitas BSI. Namun, percobaannya gagal sehingga truk bermuatan adonan semen itu langsung menghantam 12 korban yang berada di halte.
"Korban saat kejadian memang sedang menunggu bis di halte," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, Minggu (1/11/2026).



















