Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
160 Ribu ASN Pensiun pada 2025, Pemerintah Siapkan CPNS 2026
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini (dok. Kementerian PANRB)
  • Pemerintah tengah menyiapkan formasi PNS untuk 2026, namun Menteri PANRB Rini Widyantini belum bisa memastikan jadwal resmi pembukaan seleksi CPNS.

  • Data menunjukkan sekitar 160 ribu ASN pensiun pada 2025, dan posisi tersebut sedang dipetakan, agar sesuai dengan kebutuhan serta prioritas nasional.

  • Kementerian PANRB telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menghitung kesiapan anggaran sebelum membuka seleksi CPNS secara resmi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah sedang menyiapkan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2026, termasuk pemetaan kebutuhan jabatan dan perhitungan anggaran sebelum seleksi resmi diumumkan.
  • Who?
    Menteri PANRB Rini Widyantini bersama jajaran Kementerian PANRB, dengan koordinasi bersama Menteri Keuangan serta kementerian dan lembaga lain yang memetakan kebutuhan ASN.
  • Where?
    Kegiatan dan penjelasan berlangsung di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, dengan proses administrasi melibatkan berbagai instansi pemerintah pusat.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa, 24 Februari 2026. Jadwal resmi pembukaan seleksi CPNS 2026 hingga saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk menggantikan sekitar 160 ribu ASN yang akan pensiun pada 2025 serta memastikan formasi baru sesuai prioritas nasional dan strategi birokrasi pemerintah.
  • How?
    Kementerian PANRB melakukan perhitungan kebutuhan pegawai, penyelarasan kompetensi, serta koordinasi dengan Menteri Keuangan guna memastikan kesiapan anggaran sebelum pengumuman seleksi dibuka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, memastikan pemerintah tengah menyiapkan kebutuhan formasi pegawai negeri sipil (PNS) untuk 2026. Meski belum bisa mengumumkan jadwal resmi, ia memberi sinyal peluang dibukanya seleksi calon PNS (CPNS) tahun ini tetap ada.

"Mudah-mudahan, mudah-mudahan (di 2026 ada tes CPNS)," kata dia, menjawab pertanyaan IDN Times, saat ditemui di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

1. Belum bisa beri kepastian terkait tenggat waktu pengumuman CPNS 2026

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini (dok. Kementerian PANRB)

Soal tenggat waktu pengumuman CPNS 2026, Rini mengaku belum bisa memberikan kepastian. Prosesnya panjang karena harus melalui tahapan penghitungan kebutuhan, penyelarasan kompetensi, hingga penganggaran.

"Saya kalau masalah waktu belum bisa (informasikan) ya, kan itu prosesnya sangat panjang ya, tadi yang saya bilang," tutur dia.

Namun, Rini menegaskan, pemerintah tetap memberikan perhatian pada lulusan baru.

“Kami sangat concern terhadap para fresh graduate untuk bisa ikut serta membantu birokrasi ini,” ujarya.

2. Pemerintah petakan 160 ribu posisi ASN pensiun

Ilustrasi PNS (menpan.go.id)

Rini mengungkapkan pemerintah sudah mengantongi data jumlah ASN yang akan pensiun pada 2025, dan perlu digantikan pada 2026. Angkanya mencapai sekitar 160 ribu orang.

"Karena untuk pensiun sendiri kan, pensiun 2025 itu yang akan dipekerjakan 2026 itu kan kita sudah ada datanya sekitar 160.000 begitu ya. Dan kita sudah mengajukan kepada Menteri Keuangan mengenai kesiapan anggarannya begitu kan. Gak bisa ujuk-ujuk kita umumkan, gak bisa," tutur dia.

Namun, Rini menegaskan formasi kebutuhan CPNS 2026 tidak bisa langsung diumumkan. Kementerian PANRB masih meminta setiap kementerian dan lembaga (K/L) memetakan kebutuhan riil mereka, termasuk kompetensi yang dibutuhkan.

“Yang paling penting itu kompetensinya. Harus disesuaikan dengan strategi kementerian dan program prioritas presiden,” kata dia.

Artinya, formasi CPNS 2026 tidak hanya soal mengisi kursi kosong akibat pensiun, tetapi juga memastikan ASN baru selaras dengan agenda prioritas nasional.

3. Hitungan anggaran dari Menteri Keuangan

Ilustrasi ASN (Dok. Provinsi NTT)

Selain soal kebutuhan jabatan, kesiapan anggaran menjadi faktor krusial. Rini menyebut pihaknya sudah bersurat kepada Menteri Keuangan untuk menghitung kesiapan pembiayaan. Menurutnya, pemerintah tak bisa tiba-tiba membuka seleksi tanpa kepastian ketersediaan anggaran.

“Misalnya kita perlu 160 ribu, tapi anggaran belum bisa seluruhnya kita isi. Atau yang lolos seleksi tidak sampai 160 ribu, itu juga harus dipikirkan bagaimana cara pengisianya,” jelasnya.

"Kesiapan anggaran, misalnya 160 ribu (formasi CPNS) tapi anggaran kita misalnya, saya gak tahu ya, misalnya 'oh kita belum bisa seluruhnya kita isi', misalnya seperti itu. Atau kadang-kadang kita isi 160 ribu tapi yang lolos 30 ribu. Nah, kita harus memikirkan bagaimana cara mengisi yang 120 ribu. Itu kan harus dibagaimanakan, begitu ya," imbuh Rini.

Rini juga mengakui pemerintah sebelumnya masih fokus menyelesaikan proses CPNS dan PPPK 2025.

Editorial Team