- Gaji pokok
- Tunjangan keluarga
- Tunjangan pangan
- Tunjangan jabatan atau tunjangan umum
- Tunjangan kinerja (hingga 100 persen untuk ASN pusat)
THR ASN 2026 Cair Awal Puasa, Ini Rincian Lengkapnya

- Pemerintah memastikan THR ASN 2026 cair pada awal Ramadan dengan anggaran sekitar Rp55 triliun, mencakup ASN, PPPK, TNI, Polri, hakim, dan pensiunan.
- Komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, pangan, jabatan atau umum, serta tunjangan kinerja hingga 100 persen bagi ASN pusat.
- Penerima THR mencakup aparatur aktif dan pensiunan berbagai instansi; detail teknis pencairan menunggu peraturan pemerintah menjelang Ramadan 2026.
Pemerintah memastikan THR ASN 2026 akan mulai dicairkan pada awal Ramadan tahun depan. Informasi ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Rabu (18/2/2026). Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk membayar tunjangan hari raya bagi aparatur negara.
THR ini ditujukan untuk aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), prajurit TNI dan Polri, hakim, hingga para pensiunan. Langkah ini diharapkan bisa menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran 2026. Supaya kamu makin paham detail jadwal, komponen, penerima, hingga simulasi hitungannya, simak ulasan lengkap THR ASN 2026 berikut ini!
1. Jadwal pencairan THR ASN 2026 ditargetkan awal Ramadan

Pemerintah menargetkan pencairan THR ASN 2026 paling lambat pada pekan pertama bulan puasa. Jika merujuk perkiraan kalender, Lebaran 2026 diprediksi jatuh pada 21–22 Maret 2026, meski tanggal pastinya masih menunggu sidang isbat Kementerian Agama. Artinya, pencairan THR berpotensi dilakukan lebih awal dibanding pola tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya, THR ASN cair sekitar 10–14 hari sebelum Idulfitri. Namun, pada 2026 pemerintah ingin mempercepat pencairan agar dana sudah diterima sejak awal Ramadan. Meski begitu, kepastian tanggal resmi tetap menunggu terbitnya peraturan pemerintah yang mengatur teknis pencairan THR ASN 2026.
2. Komponen THR ASN 2026 mengacu pada struktur penghasilan

Komponen THR ASN 2026 pada dasarnya mengacu pada struktur penghasilan bulanan yang diterima aparatur negara. Pemerintah biasanya menetapkan komponen ini melalui peraturan pemerintah yang terbit menjelang Ramadan. Besaran akhir yang diterima tiap pegawai akan berbeda, tergantung golongan, masa kerja, serta jabatan masing-masing.
Berikut komponen umum dalam THR ASN 2026:
Komponen tersebut menjadi dasar perhitungan nominal THR yang diterima setiap ASN. Untuk ASN daerah, besaran tunjangan kinerja biasanya menyesuaikan kemampuan fiskal pemerintah daerah masing-masing. Sementara itu, CPNS umumnya menerima sekitar 80 persen dari gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Penerima THR ASN mencakup aparatur aktif dan pensiunan

Penerima THR ASN 2026 tidak hanya aparatur yang masih aktif bekerja, tetapi juga mereka yang sudah memasuki masa pensiun. Pemerintah menetapkan kelompok penerima ini dalam regulasi khusus tentang pemberian tunjangan hari raya dan gaji ketiga belas. Dengan demikian, cakupan penerima THR ASN 2026 cukup luas dan menyentuh jutaan aparatur negara.
Berikut kelompok penerima THR ASN 2026:
- Pegawai Negeri Sipil (PNS)
- Calon PNS (CPNS)
- Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
- Prajurit TNI
- Anggota Polri
- Pejabat negara
- Pensiunan PNS, TNI, dan Polri
- Penerima pensiun janda, duda, anak, dan orang tua
Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan aparatur negara dan keluarganya. Meski begitu, detail final penerima tetap akan mengikuti regulasi resmi terbaru yang diterbitkan menjelang pencairan. Karena itu, penting bagi kamu untuk memantau informasi resmi terkait THR ASN 2026 agar tidak ketinggalan pembaruan.
4. Cara menghitung THR ASN 2026 bisa kamu simulasikan

Untuk mengetahui estimasi THR ASN 2026 yang akan diterima, kamu bisa melakukan simulasi perhitungan sederhana. Perhitungan ini mengacu pada total penghasilan satu bulan yang terdiri dari gaji pokok dan berbagai tunjangan melekat. Dengan memahami rumusnya, kamu bisa memperkirakan nominal yang akan masuk ke rekening saat pencairan.
Rumus dasar perhitungan THR ASN 2026 adalah:
Total THR = Gaji pokok + Tunjangan melekat + Tunjangan kinerja (100 persen)
Contoh simulasi:
Seorang PNS golongan IIIb dengan masa kerja lebih dari 8 tahun memiliki rincian penghasilan sebagai berikut:
- Gaji pokok: Rp3.450.000
- Tunjangan istri (10 persen): Rp345.000
- Tunjangan anak (2 persen): Rp69.000
- Tunjangan jabatan: Rp600.000
- Tunjangan pangan: Rp310.000
- Tunjangan kinerja: Rp3.750.000
Total estimasi THR:
Rp3.450.000 + Rp345.000 + Rp69.000 + Rp600.000 + Rp310.000 + Rp3.750.000 = Rp8.524.000
Perlu diingat, angka tersebut hanya simulasi dan bisa berbeda tergantung golongan, masa kerja, jabatan, serta kebijakan instansi masing-masing. Untuk CPNS, komponen gaji pokok biasanya dibayarkan sekitar 80 persen sesuai aturan yang berlaku. Dengan memahami cara menghitung THR ASN 2026, kamu bisa lebih siap menyusun rencana keuangan menjelang hari raya.
Dengan kepastian jadwal dan komponen yang jelas, THR ASN 2026 menjadi kabar yang dinanti jutaan aparatur negara. Dana ini bukan hanya tambahan penghasilan, tetapi juga penopang daya beli menjelang Lebaran. Jadi, pastikan kamu memahami detailnya agar bisa mengelola keuangan dengan lebih bijak dan terencana.
FAQ tentang THR ASN 2026 (Tunjangan Hari Raya ASN)
| Apa itu THR ASN? | THR (Tunjangan Hari Raya) ASN adalah tunjangan tambahan yang diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk PNS, PPPK, TNI, Polri, dan jajaran terkait menjelang Hari Raya Idul Fitri untuk membantu memenuhi kebutuhan menjelang lebaran. |
| Siapa saja yang berhak menerima THR ASN 2026? | ASN pusat dan daerah, PPPK, prajurit TNI, anggota Polri, hakim, dan pensiunan ASN umumnya termasuk dalam penerima THR, sesuai payung aturan yang berlaku di pemerintah. |
| Kapan THR ASN 2026 akan dicairkan? | Pemerintah menargetkan pencairan pada pekan pertama Ramadan 2026, meskipun tanggal pastinya belum diumumkan secara detail. |
| Komponen apa saja yang biasanya termasuk dalam THR ASN? | Komponen THR ASN biasanya mencakup:Gaji pokokTunjangan keluargaTunjangan panganTunjangan jabatan atau tunjangan umumTunjangan kinerja (Tukin) 100% bagi yang berhakKomponen ini mengikuti ketentuan dari peraturan pemerintah yang menjadi acuan. |


















