Jakarta, IDN Times - Kepala Pusat Komponen Cadangan Bacadnas Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan mengatakan program komponen cadangan (Komcad) yang telah diinisiasi sejak 2021, tidak sama dengan wajib militer yang diterapkan sejumlah negara. Program Komcad bersifat sukarela dan tak ada sanksi bila tidak diikuti.
Meski begitu, kata Hengki, program Komcad tetap memiliki manfaat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Apalagi Kementerian Pertahanan sudah menetapkan akan menggembleng 4.000 ASN lewat program Komcad. Program ini dimulai dengan 2.000 ASN pada bulan ini.
"Komcad bukan wajib militer. Semua dilakukan dengan sukarela dan penuh kesadaran. Komcad bermanfaat bagi seorang ASN karena mereka akan diajarkan kemampuan militer dasar yang siap untuk digerakan," ujar Hengki di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Kendati, jenderal bintang satu itu tetap mengakui dibutuhkan persetujuan dari DPR sebelum mengerahkan Komcad ASN untuk membantu komponen utama, yakni TNI. Hengki juga menyebut pengetahuan yang diperoleh saat penggemblengan Komcad diklaim akan bermanfaat tidak hanya bagi instansi tempat ASN bekerja, melainkan juga bagi ASN itu sendiri.
Rencananya, sebanyak 2.000 ASN akan dikumpulkan di Monas pada Senin, 13 April 2026, dan dilepas secara simbolik oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.
