Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemhan: Ribuan ASN yang Ikut Komcad akan Dilatih di Kodam Jaya-Pasmar

Kemhan: Ribuan ASN yang Ikut Komcad akan Dilatih di Kodam Jaya-Pasmar
Kemnhan tetapkan 130 prajurit Komcad Berkuda di Monas, Jakarta, Rabu (1/10/2025). (ANTARA)
Intinya Sih
  • Kementerian Pertahanan menyiapkan pelatihan Komponen Cadangan bagi ribuan ASN di lima lokasi TNI, termasuk Kodam Jaya dan Pasmar 1, dimulai April 2026 secara bertahap.
  • Program Komcad bersifat sukarela sesuai Undang-Undang PSDN, dengan seleksi ketat untuk memastikan peserta sehat dan kuota disesuaikan jumlah pegawai tiap kementerian.
  • Kementerian PAN-RB memastikan pelatihan Komcad tidak mengganggu pelayanan publik, meski ada pandangan bahwa program ini juga menjadi bagian dari kewajiban bela negara ASN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan mengatakan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mengikuti program Komponen Cadangan dilatih di lima lokasi pelatihan milik TNI. Kelima fasilitas milik TNI itu antara lain Kodam Jaya, Skadik (Skadron Pendidikan) 301 di Bandung, hingga Pasukan Marinir 1 di Cilincing.

"Pelaksanaan pelatihan gelombang pertama direncanakan berlangsung di beberapa lokasi pendidikan, antara lain Skadik 301, Pusbahasa AU, Pusdikkes (Pusat Pendidikan Kesehatan), Kodam Jaya dan Pasmar 1," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat pada Senin (2/3/2026).

Jenderal bintang satu itu mengatakan pelatihan Komcad akan dilakukan secara bertahap. Di gelombang pertama sebanyak 2.000 ASN akan dimulai pada April 2026. Sisa 2.000 ASN lainnya akan mengikuti Komcad pada pertengahan tahun 2026.

Proses pendidikan Komcad akan berlangsung selama 1,5 bulan. Ia mengatakan ribuan ASN akan diberi pelatihan mengenai dasar-dasar pelatihan kemiliteran baik secara praktik maupun materi.

1. Sudah ada 987 ASN yang mendaftar untuk masuk gelombang pertama

Rico Sirait
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait di kantor Kemhan. (Dokumentasi Kemhan)

Lebih lanjut kata Rico saat ini sudah ada 987 ASN yang sudah terdaftar untuk mengikuti pelatihan Komcad. Ratusan ASN yang sudah terdaftar itu berasal dari kementerian yang berkantor di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Ia mengatakan jumlah tersebut akan terus bertambah hingga waktu pelatihan dimulai pada April 2026. Kemhan berharap dengan adanya pelatihan tersebut maka semua ASN dapat memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang sama untuk mengabdi kepada negara serta masyarakat.

2. Kemhan sebut program Komcad bagi ASN diikuti secara sukarela

Ilustrasi ASN di lingkup Pemprov Sulsel. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
Ilustrasi ASN di lingkup Pemprov Sulsel. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)

Rico juga menjelaskan pelatihan Komcad bagi ribuan ASN sifatnya sukarela atau tidak ada paksaan. Proses yang berlangsung saat ini sudah masuk ke tahapan pendaftaran. "Sekarang sudah masuk ke tahap registrasi dan pendaftaran sesuai undang-undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) nomor 23 tahun 2019. Itu sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Perlu digarisbawahi," kata jenderal bintang satu itu.

"Syarat-syaratnya adalah sukarela sehingga tak ada unsur paksaan dan kewajiban," imbuhnya.

Ketika ditanyakan kementerian mana saja yang akan ikut dalam program Komcad, Rico menyebut kuota ASN akan disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia di tiap kementerian. Kemhan, kata Rico, menentukan jumlah kuota ASN dari 49 kementerian yang akan dikirim untuk program pelatihan Komcad.

Ia memberikan contoh bila kementerian A memiliki 1.000 pegawai, maka kuota yang bisa diberikan untuk program Komcad mencapai 50 orang. Sedangkan, kementerian B yang memiliki 500 pegawai hanya mengirimkan 10 ASN untuk ikut Komcad.

Proses pendaftaran pun dilakukan lewat seleksi yang ketat. Tujuannya memastikan peserta yang ikut dalam kondisi sehat dan tak memiliki keterbatasan fisik yang menghambat.

"Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing. Yang dikirimkan sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan di internal, ya itu yang nantinya akan diproses secara administrasi," tutur dia.

3. Meski ASN ikut Komcad tak akan pengaruhi pelayanan ke publik

Rini Widyantini
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini (dok. Kementerian PANRB)

Sementara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini mengatakan pelatihan pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) tidak akan mengganggu kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik.

"Jadi, memang ada kekhawatiran bagaimana pelayanan publik. Pelayanan publik kan harus tetap jalan," kata Rini di kantornya pada Selasa (24/2/2026).

Meski Kemhan menyebut program ini bersifat sukarela, Rini menyampaikan informasi yang berbeda. Ia menuturkan, pelatihan komcad ini merupakan kewajiban bagi ASN sebagai bentuk untuk bela negara. Tetapi, Rini memastikan bahwa ASN yang mengikuti komcad tidak serta merta langsung berangkat dan meninggalkan kewajibannya.

"Jadi gak ikut Komcad lalu besok langsung berangkat, gak begitu. Tapi, memang disiapkan, ada kuotanya. Ada surat dari Menteri Pertahanan untuk kuotanya," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More