Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (1/9/2026) (Instagram/Sekretariat.kabinet)
Abdul Mu'ti dan Amran Sulaiman menjadi dua menteri dengan penilaian publik tertinggi. Menurut Rudi, kinerja Abdul Mu'ti salah satunya terlihat dari program revitalisasi sekolah yang masif dilakukan dalam dua tahun terakhir.
“Fokus Prabowo untuk meningkatkan kualitas pendidikan diterjemahkan dengan baik melalui program revitalisasi sekolah yang masif dilakukan dalam dua tahun terakhir,” jelas Rudi.
Sepanjang 2025, sebanyak 16.617 sekolah menjadi sasaran program revitalisasi, dengan perbaikan fisik terhadap gedung sekolah yang mengalami kerusakan ringan hingga berat. Pada 2026, sasaran program diperluas menjadi 71.744 sekolah, termasuk sekolah terdampak bencana serta sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Abdul Mu'ti juga mendorong peningkatan kemampuan dasar siswa. Berdasarkan data yang dipaparkan Arawicaksa Institute, literasi sains yang mengacu pada standar Programme for International Student Assessment (PISA) tercatat 389 pada 2022 dan 389 pada periode terbaru yang digunakan dalam penilaian. Sementara itu, literasi membaca meningkat dari 359 menjadi 365.
“Hanya saja tantangan masih membayangi pada skor matematika, yang melemah dari 366 menjadi 364, menunjukkan masih beratnya persoalan pendidikan di Indonesia,” papar Rudi.
Sementara itu, Amran dinilai berhasil mendorong sektor pertanian, termasuk pencapaian swasembada beras. Produksi beras pada 2025 mencapai 34,69 juta ton atau naik 13,29 persen secara tahunan. Produksi tersebut diperkirakan meningkat tipis menjadi 34,77 juta ton sepanjang 2026 dengan surplus beras mencapai 3,56 juta ton.
Penyerapan beras oleh BULOG juga mencapai 3-4 juta ton setiap tahunnya. Harga pembelian gabah di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Di sisi lain, keberhasilan swasembada pangan dibayang-bayangi musim kemarau panjang dan ancaman El Nino, hingga serangkaian bencana alam maupun kebakaran hutan dan lahan,” terang Rudi.
Selain Abdul Mu'ti dan Amran, sejumlah menteri lainnya masuk jajaran 10 besar dengan penilaian terbaik. Mereka yakni Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan skor 7,8, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi 7,5, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono 7,4, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya 7,1.
“Prasetyo Hadi tampil prima dalam mengkomunikasikan sikap dan kebijakan pemerintah, termasuk dalam menegur para menteri yang dinilai kontroversial di mata publik,” lanjut Rudi.
Peran serupa dinilai ditunjukkan Teddy yang lebih agresif menjelaskan berbagai sorotan publik terhadap pemerintah ketika sejumlah menteri memilih mengambil posisi aman.
Daftar 10 besar tersebut juga diisi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan skor 6,8, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto 6,7, Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir 6,5, serta Menteri Pertahanan Sjaffrie Sjamsoeddin 6,4.