Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Evaluasi 2 Tahun Prabowo, Guru Besar Fisipol UGM: Terlalu Fokus Program Andalan

3 min read
Evaluasi 2 Tahun Prabowo, Guru Besar Fisipol UGM: Terlalu Fokus Program Andalan
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM), Amalinda Savirani (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Amalinda Savirani menilai pemerintah terlalu fokus pada program andalan seperti MBG dan Koperasi Desa.

  • Ia menyoroti kebakaran hutan, kondisi pengungsi di NTT, serta dampak efisiensi anggaran terhadap warga.

  • Amalinda meminta tiga tahun tersisa digunakan untuk memperbaiki kinerja pemerintahan Prabowo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM), Amalinda Savirani, menyoroti kinerja pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto yang memasuki dua tahun pada 20 Oktober 2026. Menurut dia, pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi dalam tiga tahun tersisa.

Amalinda menilai, pemerintah terlalu berfokus pada sejumlah program andalan Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa. Sementara, sejumlah persoalan yang menyangkut fungsi dasar negara dalam melindungi masyarakat dinilai belum mendapat perhatian yang memadai.

"Ini dua tahun dan masih ada tiga tahun. Banyak PR. Program-program utama itu kan MBG, Koperasi Desa, dan seterusnya. Pada saat yang sama juga ada masalah-masalah yang lagi banyak banget, itu diurusin. Performance-nya itu ditingkatkan, yang banyak sekali enggak kita lihat sejauh ini," kata Amalinda saat ditemui IDN Times di kawasan Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

  1. 1. Kebakaran hutan hingga pengungsi di NTT disorot

    Evaluasi 2 Tahun Prabowo, Guru Besar Fisipol UGM: Terlalu Fokus Program Andalan
    Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul dinamika hotspot di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Sabtu (26/9) pukul 21.15 WIB, secara nasional terdeteksi 331 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 118 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 213 titik. (Dok. Kemenhut)

    Amalinda mencontohkan sejumlah persoalan yang menurutnya menunjukkan masih perlunya peningkatan kinerja pemerintah dalam menjalankan fungsi dasar negara. Dia menyinggung persoalan kebakaran hutan serta kondisi pengungsi pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut dia, meninggalnya pengungsi di tenda merupakan kondisi yang memprihatinkan.

    "Kebakaran hutan gak diurusin. Di NTT pengungsi meninggal di tenda. Itu kan miris banget yang sebenarnya negara gak mau melakukan fungsi dasarnya melindungi warga negara," ujar dia.

    Menurut Amalinda, berbagai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah bersamaan dengan pelaksanaan program-program prioritas Presiden Prabowo.

  2. 2. Soroti efisiensi yang dinilai berdampak ke warga

    Banjir Sumatra, Prabowo
    Presiden Prabowo Subianto ketika menyantap nasi goreng di tenda pengungsi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

    Ketika ditanya apakah kondisi tersebut berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, Amalinda menyebut salah satu dampaknya dapat dilihat dari pengelolaan anggaran pemerintah. Dia pun menyindir Prabowo yang gemar ke luar negeri di tengah gencarnya efisiensi.

    "Efisiensinya ke luar negeri. Ya, itu salah satunya. Karena terlalu fokus pada program yang menjadi andalan presiden, yang kita lihat sejauh ini banyak masalahnya dan under compensate dengan mengorbankan warga negara biasa," kata dia.

    Amalinda menilai, kondisi tersebut menyedihkan karena pelaksanaan program prioritas pemerintah dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat.

  3. 3. Minta tiga tahun tersisa dipakai perbaiki kinerja

    Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia, pada Jumat (29/5/2026), usai menyelesaikan kunjungan resmi kenegaraan di Prancis. (Dok. Sekr
    Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia, pada Jumat (29/5/2026), usai menyelesaikan kunjungan resmi kenegaraan di Prancis. (Dok. Sekretariat Presiden)

    Amalinda berharap pemerintah dapat menggunakan tiga tahun masa pemerintahan yang tersisa untuk memperbaiki kinerja. Menurut dia, capaian pemerintahan menjadi penting apabila Prabowo kembali ingin maju dalam kontestasi Pilpres 2029.

    "Menurut saya itu menyedihkan. Kalau bisa tiga tahun sisanya bisa lebih diperbaiki. Kalau dia berharap 2029 mau nyalon lagi, kinerja itu penting untuk bisa ditunjukkan pada warga negara, dia benar-benar dan untuk bangun kepercayaan," ujar Amalinda.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More