Jakarta, IDN Times - Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Ely Rosita Silaban menyampaikan tiga tuntutan mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026).
Ketiga tuntutan itu yakni:
Ratifikasi dua konvensi ILO
Pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru
Perhatian khusus terhadap nasib pengemudi ojek online dan standar keselamatan kerja
Tuntutan paling mendesak yang disampaikan Ely adalah ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Perikanan. Ia mengaku bahkan bermimpi soal hal itu sehari sebelumnya.
“Tadi malam saya bermimpi Bapak menandatangani sebuah konvensi. Konvensi itu sepertinya 188. Kami tidak tidur, kemungkinan mimpi saya akan menjadi kenyataan hari ini,” ungkap Ely di hadapan Prabowo dan buruh.
Ely juga mendesak Prabowo meratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 tentang Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja. Ia mengingatkan, 54 negara telah lebih dulu meratifikasi konvensi yang ditetapkan sejak 2019 itu.
“Sekarang 54 negara di seluruh dunia telah meratifikasi, setelah menjadi Konvensi tahun 2019. Saya berharap tahun ini Bapak setuju untuk meratifikasi,” ucapnya. Ratifikasi ini, tegasnya, menyangkut perlindungan seluruh pekerja tanpa terkecuali.
Tuntutan berikutnya adalah pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang mengatur kontrak kerja, pengupahan, dan sistem outsourcing. KSBSI menyatakan, jutaan buruh Indonesia menaruh kepercayaan penuh kepada Prabowo untuk segera merealisasikan regulasi yang sudah lama dinantikan itu.
Ely juga menyelipkan desakan soal kepastian regulasi ojek online dan penegakan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang lebih serius di lapangan.
Di akhir pidatonya, Ely berharap Prabowo tetap selalu bersama dengan buruh setiap peringatan Hari Buruh. “Semoga Bapak selalu sehat dan saya berharap setiap tahun selama kepimpinan Bapak, Bapak harus bersama-sama dengan kami,” tegasnya.
