KSBSI: Prabowo Presiden Ketiga di Dunia yang Turun Rayakan May Day Bersama Buruh

- Ely Rosita Silaban menyebut Indonesia menjadi negara ketiga di dunia yang presidennya turun langsung merayakan Hari Buruh Internasional bersama pekerja, setelah Venezuela dan Bolivia.
- Prabowo Subianto hadir untuk kedua kalinya berturut-turut dalam perayaan May Day di Monas, dianggap sebagai bukti keberpihakan pemimpin terhadap kaum buruh.
- KSBSI memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan tiga tuntutan utama: ratifikasi dua konvensi ILO, pembentukan UU Ketenagakerjaan baru, serta perhatian bagi ojek online dan keselamatan kerja.
Jakarta, IDN Times - Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Ely Rosita Silaban mengklaim Indonesia sebagai negara ketiga yang presidennya turun langsung merayakan Hari Buruh Internasional bersama para pekerja. Ia menyampaikan hal ini saat berorasi di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan para buruh yang memperingati Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Ely menyebut, hanya dua negara yang presidennya pernah melakukan hal serupa sebelum Indonesia, yakni Venezuela dan Bolivia. Pernyataan itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan ribuan buruh yang hadir.
“Ini Pak, adalah Presiden ketiga di seluruh dunia, pertama Venezuela, kedua Bolivia, ketiga Indonesia, yang mau merayakan Hari Buruh dengan buruh,” kata Ely.
Ely menambahkan, Prabowo hadir bersama buruh untuk kedua kalinya berturut-turut sejak menjabat sebagai presiden. Menurutnya, kehadiran itu bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata keberpihakan seorang pemimpin kepada kaum pekerja.
Ely berharap, tradisi ini terus dipertahankan sepanjang masa kepemimpinan Prabowo.
Momentum kehadiran Prabowo di tengah lautan buruh itu pun dimanfaatkan KSBSI untuk menyuarakan tiga tuntutan. Ketiganya mencakup ratifikasi dua konvensi ILO, pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru, serta perhatian khusus terhadap nasib pengemudi ojek online dan standar keselamatan kerja.
Ely menutup pidatonya dengan seruan yang disambut sorak sorai peserta, “Hidup buruh! Hidup pemerintah Indonesia! Hidup pengusaha!”












