Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4.000 ASN Akan Ikut Pelatihan Komcad, Kemhan: Itu Sifatnya Sukarela
Ilustrasi ASN di lingkup Pemprov Sulsel. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan mengatakan sebanyak 4.000 aparatur sipil negara (ASN) akan menjalani pelatihan menjadi Komponen Cadangan (Komcad) selama 1,5 bulan. Prosesnya akan berlangsung secara bertahap dan dimulai April 2026.

"Jadi, gelombang pertama 2.000 orang (ASN). Kemudian pelatihan dilaksanakan selama 1,5 bulan. Dilanjutkan gelombang kedua, 2.000 orang untuk 1,5 bulan berikutnya," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait ketika dikonfirmasi pada Kamis (26/2/2026).

Ia juga menjelaskan pelatihan Komcad bagi ribuan ASN sifatnya sukarela atau tidak ada paksaan. Proses yang berlangsung saat ini sudah masuk ke tahapan pendaftaran.

"Sekarang sudah masuk ke tahap registrasi dan pendaftaran sesuai undang-undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) nomor 23 tahun 2019. Itu sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Perlu digarisbawahi," kata jenderal bintang satu itu.

"Syarat-syaratnya adalah sukarela sehingga tak ada unsur paksaan dan kewajiban," imbuhnya.

Lalu, kementerian mana saja yang sudah mendaftar untuk program Komcad tersebut?

1. Kemhan akan tentukan jumlah kuota ASN dari 49 kementerian untuk Komcad

Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait di Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Ketika ditanyakan kementerian mana saja yang akan ikut dalam program Komcad, Rico menyebut kuota ASN akan disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia di tiap kementerian. Kemhan, kata Rico, menentukan jumlah kuota ASN dari 49 kementerian yang akan dikirim untuk program pelatihan Komcad.

Ia memberikan contoh bila kementerian A memiliki 1.000 pegawai, maka kuota yang bisa diberikan untuk program Komcad mencapai 50 orang. Sedangkan, kementerian B yang memiliki 500 pegawai hanya mengirimkan 10 ASN untuk ikut Komcad.

Proses pendaftaran pun dilakukan lewat seleksi yang ketat. Tujuannya memastikan peserta yang ikut dalam kondisi sehat dan tak memiliki keterbatasan fisik yang menghambat.

"Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing. Yang dikirimkan sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan di internal, ya itu yang nantinya akan diproses secara administrasi," tutur dia. B

2. Baru 987 ASN yang mendaftar untuk gelombang pertama Komcad

Ilustrasi ASN (Dok. Pemkot Banjarmasin)

Rico juga menyebut sejauh ini sudah ada 987 ASN yang mendaftar untuk gelombang pertama di program Komcad. Ratusan ASN yang sudah mendaftar itu berasal dari kementerian yang lokasinya ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Terkait pelatihan Komcad ASN gelombang pertama, hingga saat ini jumlah ASN yang telah terdata dan mendaftar sebanyak 987 orang dari kuota yang disiapkan sebanyak 2.000 peserta," kata Rico.

Gelombang pertama program Komcad akan dimulai pada April 2026. Kemudian gelombang selanjutnya digelar pada pertengahan 2026.

"Total ada 4.000 kuota yang Kementerian Pertahanan sediakan," tutur dia.

3. Meski ASN ikut Komcad tak akan pengaruhi pelayanan ke publik

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini (dok. Kementerian PANRB)

Sementara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini mengatakan pelatihan pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) tidak akan mengganggu kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik.

"Jadi, memang ada kekhawatiran bagaimana pelayanan publik. Pelayanan publik kan harus tetap jalan," kata Rini di kantornya pada Selasa (24/2/2026).

Meski Kemhan menyebut program ini bersifat sukarela, Rini menyampaikan informasi yang berbeda. Ia menuturkan, pelatihan komcad ini merupakan kewajiban bagi ASN sebagai bentuk untuk bela negara. Tetapi, Rini memastikan bahwa ASN yang mengikuti komcad tidak serta merta langsung berangkat dan meninggalkan kewajibannya.

"Jadi gak ikut Komcad lalu besok langsung berangkat, gak begitu. Tapi, memang disiapkan, ada kuotanya. Ada surat dari Menteri Pertahanan untuk kuotanya," imbuhnya.

Editorial Team