Menteri PANRB: Tidak Semua ASN Bisa Jadi Komcad, Ada Persyaratannya

- Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan tidak semua ASN bisa menjadi Komponen Cadangan karena harus memenuhi syarat dan kuota yang diatur dalam undang-undang serta surat edaran resmi.
- ASN terpilih wajib mengikuti pelatihan Komcad selama sekitar 30–45 hari, namun pemerintah memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal selama proses tersebut berlangsung.
- Program ini melibatkan sekitar 4.000 ASN dari 49 kementerian/lembaga mulai April 2026, dengan tujuan memperkuat karakter, nasionalisme, dan kesiapsiagaan pertahanan tanpa mengganggu tugas utama ASN.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, mengatakan tak semua aparatur sipil negara (ASN) bisa menjadi Komponen Cadangan (Komcad).
Rini menjelaskan, program ASN ikut Komcad ini juga sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menpan RB Nomor 27 Tahun 2021.
1. ASN yang ingin jadi Komcad harus memenuhi persyaratan

Ia menjelaskan, bagi ASN yang ingin bergabung menjadi Komcad harus memenuhi berbagai kriteria dan persyaratan sebagaimana yang diatur dalam undang-undang.
"Ada persyaratan-persyaratan di dalam undang-undang. Bahkan dari kementerian pertahanan pun ada kuota-kuotanya. Jadi tidak semuanya, ada persyaratannya. Jadi bagi para ASN yang memang memenuhi syarat untuk Komcad itu memang diminta untuk ikut pelatihan," kata Rini saat ditemui di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2025).
2. Ikut pelatihan hingga sekitar 30 sampai 45 hari, pelayanan publik tetap berjalan

Nantinya, kata Rini, ASN yang terpilih wajib mengikuti pelatihan Komcad hingga sekitar 30 sampai 45 hari.
"Pelatihannya pun kemungkinan sekitar 30 sampai 45 hari begitu ya," tuturnya.
Rini juga memastikan, pelayanan publik tetap berjalan normal meski ada sejumlah ASN yang harus mengikuti pelatihan Komcad.
"Jadi memang ada kekhawatiran bagaimana pelayanan publik. Pelayanan publik kan harus tetap jalan begitu ya. Tapi memang ada kewajiban kita untuk ikut sertakan, tidak ikut Komcad besok langsung berangkat, nggak. Tapi memang disiapkan, ada kuotanya. Ada surat dari Menteri Pertahanan untuk kuotanya," beber dia.
3. ASN yang ikut Komcad bisa penugasan atau sukarela

Rini lantas menyebut ada dua jalur ASN menjadi Komcad, yakni bisa melalui penugasan dari kementerian/lembaga terkait maupun secara sukarela. Ia pun menekankan, kedua jalur ini tetap wajib memenuhi persyaratan.
"Bisa penugasan tapi bisa juga sukarela. Tapi kalau sukarela kalau dia nggak memenuhi syarat juga nggak bisa," kata dia.
Sebelumnya, Wamenhan Donny Ermawan mengatakan, sebanyak 4.000 ASN akan dilatih selama dua bulan sebagai Komcad mulai April 2026.
Donny memastikan, tugas-tugas ASN di kementerian dan lembaganya (K/L) tidak akan terganggu seiring bertambahnya tugas baru mereka sebagai Komcad.
"Mungkin nanti di akhir bulan depan kira-kira mungkin ya, April mungkin kira-kira akan kita mulai nanti ya," kata Donny di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Donny menambahkan, 4.000 ASN yang akan dididik sebagai Komcad akan diseleksi dari 49 K/L. Menurut dia, keterlibatan ASN sebagai Komcad telah sesuai dengan tugas dan fungsi mereka sebagai pelayan publik.
Ia mengatakan, tugas menjaga pertahanan negara bukan hanya tanggung jawab TNI, melainkan seluruh elemen bangsa termasuk ASN.
"Kita akan harapannya bisa menjadikan seluruh ASN Komcad, tapi ini di awal ini kita akan mulai dengan 4.000 ASN yang akan kita didik Komcad dari semua kementerian, 49 K/L itu kita sudah minta," ujar Donny.
Sementara, Menhan Sjafrie Samsoeddin mengatakan, banyak pihak yang salah kaprah bahwa ASN bakal beralih profesi. Padahal, pelatihan dasar militer ini ditujukan bagi mereka yang berusia 18-35 tahun untuk memperkuat karakter. Setelah latihan selesai, mereka akan kembali ke meja kantor masing-masing.
Tujuannya jelas, kata Menhan, menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air yang lebih dalam saat mereka melayani masyarakat.
Skema pelatihan ini dirancang agar tidak mengganggu pelayanan publik secara masif. Sjafrie menjelaskan prosesnya akan dilakukan per triwulan atau tiga bulan sekali.
"Kita bagi setiap triwulan sehingga nanti pada saat semester pertama kita sudah mempunyai komponen cadangan cukup besar. Itulah proyeksi bagaimana negara harus mempertahankan dirinya," kata dia.
Di era modern, lanjut Menhan, ancaman negara bukan cuma soal invasi militer, tapi ancaman non-fisik. Dengan adanya Komcad dari unsur ASN, negara punya kekuatan cadangan yang siap sedia kapan saja dibutuhkan dalam kondisi darurat.
Sjafrie menegaskan, ASN tidak akan menggantikan posisi TNI sebagai garda terdepan, melainkan sebagai pendukung kesiapsiagaan nasional sesuai amanat undang-undang.
"Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kami latih dan untuk semester pertama ini kami pusatkan di kementerian di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang," kata Sjafrie.















