Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
40 Ikan Sapu-sapu di Kali Depan Plaza Indonesia Dipatahkan dan Dikubur
Petugas Gabungan Gelar Kerja Bakti Tangkap Ikan Sapu-sapu di depan Kali Mal Plaza Indonesia. (Dok. Pemkot Jakpus)
  • Pemerintah DKI Jakarta bersama Pemkot Jakarta Pusat melakukan kerja bakti menangkap ikan sapu-sapu di Kali Cideng depan Plaza Indonesia untuk mengendalikan populasinya.
  • Sebanyak sekitar 40 ekor ikan sapu-sapu ditangkap, dimatikan dengan cara dipatahkan tubuhnya, lalu dikubur agar tidak hidup kembali dan mencemari lingkungan.
  • Hasil pemeriksaan menunjukkan ikan sapu-sapu mengandung Salmonella, E.Coli, serta logam berat sehingga warga diimbau tidak mengonsumsinya karena berbahaya bagi kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
10 April 2026

Pemprov DKI Jakarta bersama Pemkot Jakarta Pusat melakukan kerja bakti penangkapan ikan sapu-sapu di kali Cideng, depan Plaza Indonesia. Sekitar 40 ekor ikan ditangkap dan dimatikan dengan cara dipatahkan tubuhnya sebelum dikubur.

12 April 2026

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok menjelaskan hasil kegiatan tersebut dan menyebut ikan sapu-sapu mengandung pencemar seperti Salmonella, E.Coli, serta logam berat. Ia menegaskan bangkai ikan akan dikubur agar tidak hidup kembali.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penangkapan dan pemusnahan sekitar 40 ekor ikan sapu-sapu dilakukan di kali Cideng, depan Plaza Indonesia, sebagai bagian dari kegiatan kerja bakti pembersihan saluran air.
  • Who?
    Kegiatan dilakukan oleh Dinas KPKP Pemprov DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, dipimpin Kepala Dinas Hasudungan A Sidabalok dan Wali Kota Arifin.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di kali Cideng, tepatnya di depan Plaza Indonesia, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.
  • When?
    Penangkapan ikan dilakukan pada Jumat, 10 April 2026. Keterangan resmi disampaikan pada Minggu, 12 April 2026.
  • Why?
    Ikan sapu-sapu dianggap berbahaya karena mengandung logam berat serta bakteri Salmonella dan E.Coli akibat pencemaran air. Selain itu juga merusak turap saluran air.
  • How?
    Ikan ditangkap secara manual dalam kerja bakti, kemudian dimatikan dengan cara dipatahkan tubuhnya sebelum dikubur melalui fasilitas PPISHP Ciganjur untuk mencegah hidup kembali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak ikan sapu-sapu di kali dekat Plaza Indonesia. Pak Hasudungan dan Pak Arifin sama teman-teman kerja bakti nangkep ikannya. Katanya ikannya jahat buat air dan bisa rusak turap. Ada 40 ekor ditangkap, terus dipatahkan biar mati dan dikubur. Sekarang orang-orang disuruh jangan makan ikan itu karena kotor banget.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Pemprov DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok mengatakan, permasalahan ikan sapu-sapu ini bukan hal yang baru, sebelumnya juga sudah pernah terselesaikan di Kali Ciliwung.

"Waktu pembersihan ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung kita sudah mengambil sampel ikan dan airnya juga, ternyata ambang batas pencemarannya melebihi ikan mengandung Salmoella serta E.Coli juga residu logam berat," kata Hasudungan dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2026).

1. Kerja bakti tangkap ikan sapu sapu

Petugas Gabungan Gelar Kerja Bakti Tangkap Ikan Sapu-sapu di depan Kali Mal Plaza Indonesia. (Dok. Pemkot Jakpus)

Dia mengatakan, pihaknya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat telah melakukan kerja bakti penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng, depan Plaza Indonesia Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, pada Jumat (10/4/2026).

"Kita teruskan lagi kerja bakti ini di Kali Cideng karena memang jika melihat dari saluran kali tidak terlalu panjang seperti Ciliwung, jadi mudah untuk mengendalikan ikan sapu-sapunya," imbuh dia.

2. Bangkai ikan sapu-sapu yang telah mati akan dikubur

Petugas Gabungan Gelar Kerja Bakti Tangkap Ikan Sapu-sapu di depan Kali Mal Plaza Indonesia. (Dok. Pemkot Jakpus)

Dilanjutkan Hasudungan, setelah pembersihan dan penangkapan, nantinya ikan sapu-sapu tersebut dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur.

"Bangkai ikan sapu-sapu yang telah mati akan dikubur karena daya tahan ikan sapu-sapu ini memang jika tidak dipastikan mati, maka bisa hidup tanpa berada di air," ucapnya.

3. Ikan sapu-sapu banyak rusak turap

Petugas Gabungan Gelar Kerja Bakti Tangkap Ikan Sapu-sapu di depan Kali Mal Plaza Indonesia. (Dok. Pemkot Jakpus)

Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengatakan, waktu dilakukan penangkapan ternyata ikan sapu-sapu banyak yang masuk ke turap.

"Tadi ikan sapu-sapu yang mau ditangkap banyak yang masuk turap dan merusak turap karena ukuran ikan yang cukup besar. Ikan sapu-sapu menyimpan telurnya juga di turap," katanya.

4. Sebanyak 40-an ekor ikan sapu sapu ditangkap

Petugas Gabungan Gelar Kerja Bakti Tangkap Ikan Sapu-sapu di depan Kali Mal Plaza Indonesia. (Dok. Pemkot Jakpus)

Arifin menambahkan, total ikan yang ditangkap sebanyak 40-an ekor dan dimatikan dengan cara dipatahkan tubuhnya, setelah itu nanti dikubur.

"Ikan ini sangat berbahaya karena memakan semua racun yang ada di kali. Saya mengimbau kepada warga jangan mengonsumsi ikan sapu-sapu," ujarnya.

Editorial Team