Jakarta, IDN Times - Peringatan ke-21 tahun perdamaian antara Republik Indonesia dan Gerakan Merdeka Aceh (GAM) di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh diwarnai dengan pengibaran Bendera Bulan Bintang, yang menuai polemik di kalangan masyarakat. Massa dan petugas keamanan sempat bersitegang.
Berdasarkan laporan IDN Times di Aceh, ribuan warga telah berkumpul sejak usai Salat Subuh untuk mengikuti doa dan zikir bersama dalam rangka memperingati perdamaian Aceh.
Selain berdoa dan berzikir, sejumlah massa juga menyampaikan orasi mengenai kondisi Aceh, termasuk persoalan lingkungan dan tuntutan politik.
Tidak lama kemudian, massa mulai mengeluarkan Bendera Bulan Bintang dan membentangkan sambil berjalan jalan di halaman masjid raya kebanggaan masyarakat Tanah Rencong tersebut.
Tidak hanya membentangkan bendera, teriakan merdeka juga mewarna kegiatan doa bersama dan zikir dalam memperingati 21 tahun antara Republik Indonesia (RI) dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Massa juga turut membawa spanduk berisi pesan-pesan. Di antaranya, "Homeland or Death", "Aceh Call For The World", "Acheh Has Every Right To Be", "Self Determination We Want to Stand Alone as s Sove Pelan Nation". Berikut fakta-fakta pengibaran Bendera Bulan Bintang di Aceh yang dirangkum IDN Times:
