Jakarta, IDN Times - Sebanyak 48 dari 70 korban meninggal dunia akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan anak dan perempuan dewasa. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meminta perlindungan kelompok rentan diperkuat dalam setiap tahap penanganan bencana.
“Dalam situasi bencana, perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling rentan dan harus menjadi prioritas dalam setiap tahapan penanganan. Karena itu, seluruh proses penanganan bencana perlu mengedepankan perlindungan perempuan dan anak, dengan memastikan kebutuhan spesifik mereka terpenuhi, termasuk melalui pendataan pengungsi yang terpilah agar bantuan dan perlindungan dapat diberikan secara tepat sasaran,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam siaran pers yang dikutip Sabtu (22/8/2026).
