Enam Jam Prabowo Beri Taklimat ke Perwira Tinggi TNI-Polri

- Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat selama enam jam kepada 800 perwira tinggi TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, sekaligus mengapresiasi dukungan mereka terhadap program pemerintah.
- Prabowo meminta rekrutmen TNI-Polri lebih menitikberatkan intelektual dan profesionalisme, bukan hanya fisik, termasuk membolehkan calon berkacamata selama memiliki kemampuan yang baik.
- Arahan juga menyoroti perubahan tantangan keamanan melalui perang hibrida dan teknologi seperti drone, serta pentingnya pendidikan, latihan, dan pemahaman geopolitik-geostrategi.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat kepada 800 Perwira Tinggi (Pati) TNI-Polri, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026) selama enam jam. Prabowo disebut mulai menyampaikan taklimat pukul 10.00 WIB.
Para perwira tinggi dari TNI dan Polri baru keluar dari Istana sekitar pukul 16.10 WIB. Mereka keluar dengan membawa goodie bags berisi buku Presiden Solusi.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, mengatakan Presiden Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri yang telah mendukung program pemerintah.
"Presiden mengucapkan terima kasih atas sumbangsih TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi, termasuk menjaga situasi keamanan saat ini. Beliau mengapresiasi," ujar Dudung Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
1. Rekrutmen TNI-Polri tak hanya fokus pada kondisi fisik

Presiden Prabowo Subianto mengundang 800 perwira tinggi (pati) TNI-Polri ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026). Dudung mengatakan, Presiden Prabowo juga meminta rekrutmen anggota TNI-Polri fokus pada intelektual, tidak hanya pada kondisi fisik. Oleh karena itu, Prabowo tak masalah apabila ada anggota TNI-Polri memakai kaca mata.
"Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik, tetapi adalah intelektual. Jadi kalau misalnya masuk tentara, polisi pakai kaca mata juga boleh, tapi dia pinter," ucap dia.
2. Kondisi sudah berubah

Presiden Prabowo Subianto mengundang 800 perwira tinggi (pati) TNI-Polri ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026). Hal itu dilakukan karena kondisi saat ini sudah berubah. Perang terjadi bukan hanya menggunakan senjata, tapi kini memakai teknologi.
"Karena tentangan ke depan ini kan perang itu kan perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentrasi bapak presiden," kata Dudung.
Selain itu, Prabowo juga berpesan kepada TNI dan Polri untuk selalu bersikap profesional, baik itu saat sedang berlatih ataupun bertugas.
"Kemudian juga tentang situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan bagaimana profesionalisme prajurit harus meningkatkan baik pendidikan maupun latihan. Jadi itu yang menjadi sentral menurut saya," ujar Dudung.
3. Apa kata KSAD dan KSAU?

Presiden Prabowo Subianto mengundang 800 perwira tinggi (pati) TNI-Polri ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026). Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengatakan Presiden Prabowo berpesan agar TNI-Polri bisa bekerja lebih baik lagi. Sehingga, bisa lebih bermanfaat kepada masyarakat.
"Mengingat kembali, supaya kita bekerja lebih baik lagi, itu saja," kata Maruli.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tony Harjono, mengatakan Presiden Prabowo juga membahas mengenai kondisi geopolitik.
"Beliau sebagai Panglima tertinggi memberikan pengarahan kepada prajurit, Panglima tertinggi TNI, Polri memberikan pengarahan kepada prajurit, itu hal yang biasa, itu tiap komandan memberikan informasi masalah geopolitik, geostrategi kita, itu saja," ujar Tony.




















