Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
80,7 Persen Siswa Sudah Dapat MBG, Diklaim Tingkatkan Motivasi Belajar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti (dok. Sekretariat Presiden)
  • Sebanyak 80,7 persen siswa di Indonesia telah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) per 10 Juni 2026, menurut keterangan Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
  • Puluhan juta guru mendukung keberlanjutan MBG karena dinilai meningkatkan kehadiran siswa, motivasi belajar, dan prestasi akademik di sekolah.
  • Pemerintah menjadikan MBG bagian dari penguatan pendidikan karakter melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan penerbitan modul dampak positifnya terhadap dunia pendidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak anak sekolah di Indonesia sekarang dapat makan enak dan sehat dari program Makan Bergizi Gratis. Pak Menteri Abdul Mu'ti bilang sudah 80,7 persen anak yang dapat. Banyak guru juga mau program ini terus ada karena bikin anak rajin datang ke sekolah dan semangat belajar. Sekarang pemerintah masih jalankan programnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Capaian 80,7 persen siswa yang telah menerima program Makan Bergizi Gratis menunjukkan kemajuan nyata dalam upaya memperkuat pendidikan dasar di Indonesia. Dukungan luas dari para guru serta hasil penelitian yang menegaskan peningkatan motivasi belajar dan kehadiran siswa menggambarkan bahwa inisiatif ini tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar dan karakter positif di lingkungan sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan 80,7 persen siswa di Indonesia sudah mendapat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Data tersebut per 10 Juni 2026.

"Kami juga menyampaikan per 10 Juni, sudah 80,7 persen murid yang sudah mendapatkan MBG," ujar Mu'ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

1. Pemerintah klaim puluhan juta guru ingin MBG tetap berlanjut

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Dalam kesempatan itu, Mu'ti mengklaim puluhan juta guru ingin MBG tetap dilanjutkan. Salah satu alasannya, MBG bisa meningkatkan jumlah kehadiran siswa di sekolah.

"Jadi dari 53 juta sekian guru, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG dan mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan, karena dampaknya sangat positif baik dalam hubungannya dengan tingkat kehadiran di sekolah maupun dalam hubungannya dengan motivasi belajar dan juga prestasi akademik," kata dia.

2. MBG dianggap masuk dalam program 7 kebiasaan Indonesia hebat

“Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan kebijakan efisiensi energi tanpa penerapan WFH penuh bagi ASN.”

Mu'ti kemudian menanggap MBG bagian dari program kebiasaan Indonesia Indonesia, seperti bangun pagi hingga ibadah.

"Kemudian terkait dengan MBG (Makan Bergizi Gratis), kami tegaskan bahwa MBG ini merupakan bagian dari program kami yaitu 7 Kebiasaan Indonesia Hebat: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat," ucap dia.3. MBG jadi bagian dari penguatan pendidikan dasar

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu juga menyampaikan, MBG juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan di Indonesia. Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuat modul dampak positif MBG terhadap pendidikan.

"Jadi kami menjadikan MBG sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Sudah kami terbitkan modul-modulnya dan sudah ada penelitian dari UI dan lembaga yang lainnya yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah, dan juga terhadap capaian akademik," kata dia.

3. MBG jadi bagian dari penguatan pendidikan dasar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti dalam rakor di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (3/3)/ (dok Kemendikdasmen).

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu juga menyampaikan, MBG juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan di Indonesia. Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuat modul dampak positif MBG terhadap pendidikan.

"Jadi kami menjadikan MBG sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Sudah kami terbitkan modul-modulnya dan sudah ada penelitian dari UI dan lembaga yang lainnya yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah, dan juga terhadap capaian akademik," kata dia.

Editorial Team

Related Article