Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ADAKSI Usul 25 Persen Anggaran Kuliah Gratis PTN Dialokasikan untuk Dosen
ilustrasi jeda kuliah (pexels.com/Andre)
  • ADAKSI mengusulkan sekurang-kurangnya 25 persen anggaran kuliah gratis di PTN dialokasikan untuk pengajaran, peningkatan kapasitas, dan kesejahteraan dosen.

  • Dari sekitar Rp93,74 triliun, porsi tersebut dihitung setara Rp23,44 triliun per tahun, sedangkan sisanya untuk kebutuhan perguruan tinggi.

  • ADAKSI menilai perluasan akses mahasiswa perlu berjalan bersama perbaikan rasio dosen-mahasiswa, penelitian, fasilitas, dan kondisi dosen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (24/9/2026)

Ketua Umum DPP ADAKSI Anggun Gunawan dikutip menyampaikan usulan sekurang-kurangnya 25 persen dari anggaran kuliah gratis di PTN untuk komponen pengajaran, peningkatan kapasitas, dan kesejahteraan dosen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    ADAKSI mengusulkan sekurang-kurangnya 25 persen dari anggaran wacana kuliah gratis di PTN untuk jasa pengajaran, peningkatan kapasitas, dan kesejahteraan dosen.
  • Who?
    Aliansi Dosen ASN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (ADAKSI), melalui Ketua Umum DPP ADAKSI Anggun Gunawan.
  • Where?
    Usulan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan kuliah gratis di perguruan tinggi negeri (PTN).
  • When?
    Anggun menyampaikan pernyataan itu dan dikutip pada Kamis (24/9/2026).
  • Why?
    ADAKSI menilai kebijakan kuliah gratis berpotensi menambah jumlah mahasiswa dan beban pembelajaran yang harus dilayani perguruan tinggi.
  • How?
    Dari anggaran sekitar Rp93,74 triliun, sekitar Rp23,44 triliun dialokasikan untuk komponen sumber daya manusia, dengan skema yang tidak harus berupa tambahan gaji.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

ADAKSI mengusulkan sebagian uang untuk kuliah gratis dipakai membantu dosen, bukan hanya untuk kebutuhan kampus. Anggun Gunawan mengatakan 25 persen dari sekitar Rp93,74 triliun bisa digunakan untuk mengajar, belajar, dan kesejahteraan dosen. Jumlah mahasiswa bisa bertambah, jadi dosen dan fasilitas juga perlu diperhatikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Usulan ADAKSI menempatkan perluasan akses kuliah gratis bersama perhatian terhadap jasa pengajaran, kapasitas, dan kesejahteraan dosen. Pembagian anggaran juga mencakup pembelajaran, laboratorium, fasilitas, riset, layanan akademik, serta operasional perguruan tinggi, sehingga kebutuhan pendidikan dan tenaga pengajar sama-sama tercantum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Aliansi Dosen ASN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (ADAKSI) mengusulkan sekurang-kurangnya 25 persen dari anggaran sekitar Rp93,74 triliun untuk wacana kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), memiliki komponen jasa pengajaran, peningkatan kapasitas, dan kesejahteraan dosen.

Ketua Umum DPP ADAKSI, Anggun Gunawan, menghitung porsi tersebut setara sekitar Rp23,44 triliun per tahun.

“Karena itu, apabila negara benar-benar menyediakan sekitar Rp93,74 triliun untuk kuliah gratis di PTN, ADAKSI mengusulkan sekurang-kurangnya 25 persen dari pembiayaan pendidikan tersebut memiliki komponen yang secara nyata terkait dengan jasa pengajaran, peningkatan kapasitas, dan kesejahteraan dosen," kata Anggun, dalam keterangan pers, Kamis (24/9/2026).

1. Anggaran Rp23,44 triliun untuk komponen SDM

Ilustrasi lulus kuliah (pexels.com/George Pak)

Dalam simulasi ADAKSI, 25 persen dari Rp93,74 triliun setara sekitar Rp23,44 triliun per tahun. Sementara, sekitar Rp70,31 triliun lainnya dapat digunakan untuk kebutuhan pembelajaran, laboratorium, fasilitas, riset, layanan akademik, dan operasional perguruan tinggi.

Anggun mengingatkan usulan itu tidak berarti seluruhnya dibagikan sebagai tambahan gaji dosen.

“Angka 25 persen tersebut bukan berarti seluruhnya harus dibagikan begitu saja sebagai tambahan gaji dosen," ujarnya.

2. Beban mengajar berpotensi bertambah

Ilustrasi-Dosen Program Studi Teknik Biomedis Institut Teknologi Sumatera (Itera) membuat plester herbal (dok.humas/itera)

ADAKSI melihat kebijakan kuliah gratis berpotensi memperluas jumlah mahasiswa yang harus dilayani perguruan tinggi. Karena itu, mereka meminta peningkatan akses berjalan bersama perbaikan kondisi dosen, rasio dosen-mahasiswa, penelitian, dan fasilitas.

“Kebijakan kuliah gratis berpotensi menambah jumlah mahasiswa dan beban pembelajaran. Kalau beban bertambah sementara kesejahteraan dosen, rasio dosen-mahasiswa, dukungan penelitian, dan fasilitas tidak ikut diperbaiki, maka negara berisiko memperoleh akses yang lebih luas tetapi kualitas yang stagnan," kata dia.

3. Skema tak harus berupa gaji

Ilustrasi kampus atau universitas. (IDN Times/Muhammad Surya)

ADAKSI menyebut jumlah dosen PTN di lingkup Kemdiktisaintek sekitar 100 ribu orang. Jika Rp23,44 triliun dibagi secara matematis terhadap jumlah tersebut, tersedia ekuivalen anggaran sekitar Rp234 juta per dosen per tahun. Anggun mengatakan dana tersebut bisa dirancang lebih luas.

“Skemanya dapat dirancang lebih proporsional berdasarkan jabatan akademik, beban pengajaran, kinerja tridarma, tanggung jawab akademik, masa kerja, dan indikator lainnya," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article