Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
 Ringankan Beban Bencana, Ahmad Luthfi Bantu Uang Kuliah & Kos Mahasiswa NTT
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memberikan bantuan kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang di kuliah di Jawa Tengah. Bantuan itu berupa keringanan uang kuliah, uang kos, hingga kebutuhan pokok. (Dok. Jawa Tengah)
  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyalurkan keringanan UKT, biaya kos 1–3 bulan, dan kebutuhan pokok bagi mahasiswa NTT terdampak gempa yang kuliah di Jateng.
  • Pemprov Jateng menginstruksikan Dinas Pendidikan, Baznas, dan Bank Jateng berkoordinasi dengan seluruh perguruan tinggi untuk membantu mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana.
  • Sebanyak 172 mahasiswa terdampak telah terdata di Semarang dan menerima 172 paket sembako senilai total sekitar Rp43 juta; pendataan masih berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur Jawa Tengah memberikan bantuan keringanan biaya kuliah, uang kos, kebutuhan pokok, dan 172 paket sembako kepada mahasiswa asal NTT yang terdampak gempa di daerah asalnya.
  • Who?
    Ahmad Luthfi, mahasiswa asal NTT di Jawa Tengah, Baznas Jateng, Bank Jateng, Dinas Pendidikan, perguruan tinggi, serta perwakilan mahasiswa termasuk Maria Riani Nake, Alfonsius Joivan Sar, Armansyah, dan Yuvensius Daseli.
  • Where?
    Bantuan diserahkan di kos mahasiswa di Jalan Pawiyatan Luhur Selatan III, Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Penyerahan bantuan berlangsung pada Senin, 7 September 2026.
  • Why?
    Bantuan diberikan karena mahasiswa asal NTT menghadapi beban ekonomi setelah gempa, sementara sebagian orang tua dan keluarga mereka masih berada di pengungsian serta sejumlah wilayah terdampak sulit menerima bantuan.
  • How?
    Pemerintah Jawa Tengah menyalurkan 172 paket sembako JPS senilai Rp250 ribu per paket dan mengoordinasikan keringanan atau penanggungan UKT serta biaya kos selama satu hingga tiga bulan dengan perguruan tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah,  Ahmad Luthfi memberikan bantuan kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang di kuliah di Jawa Tengah. Bantuan itu berupa keringanan uang kuliah, uang kos, hingga kebutuhan pokok. 

Bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian Pemerintah Jawa Tengah terhadap para mahasiswa yang terdampak bencana gempa di daerah asalnya.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada perwakilan mahasiswa NTT saat Ahmad Luthfi berkunjung ke kos mahasiswa di Jalan Pawiyatan Luhur Selatan III, Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin, 7 September 2026. 

Dalam kunjungan itu, Ahmad Luthfi didampingi Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji, Dirut Bank Jateng Bambang Widiyatmoko, sejumlah kepala dinas, dan Rektor Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Semarang.

"Kalian di sini anak saya. Apa yang menjadi kekurangan dan keluh kesah adik-adik mahasiswa dan masyarakat NTT juga saya rasakan. Pelajar dan mahasiswa di Jateng itu tanggung jawab saya" ucap Luthfi saat berdialog dengan perwakilan mahasiswa NTT.

1. Koordinasi dengan seluruh perguruan tinggi

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memberikan bantuan kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang di kuliah di Jawa Tengah. Bantuan itu berupa keringanan uang kuliah, uang kos, hingga kebutuhan pokok. (Dok. Jateng)

Dalam pertemuan tersebut, Luthfi juga menggali kekhawatiran yang dialami para mahasiswa yang kuliah di Jawa Tengah. Mulai dari kondisi perekonomian masyarakat di beberapa daerah NTT yang lumpuh, kondisi orangtua yang masih di pengungsian, hingga ada daerah yang belum dapat bantuan.

"Sampaikan kepada orangtua kalian di kampung, di sini (Jateng) kalian sudah ada orangtua yang memperhatikan. Saya juga sudah perintahkan Dinas Pendidikan, Baznas, dan Bank Jateng berkoordinasi dengan seluruh perguruan tinggi, kita minta keringanan atau kita tanggung biaya kuliah, juga biaya kos selama 1-3 bulan," jelasnya.

2. Berikan motivasi untuk semangat belajar

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memberikan bantuan kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang di kuliah di Jawa Tengah. Bantuan itu berupa keringanan uang kuliah, uang kos, hingga kebutuhan pokok. (Dok. Jateng)

Di sela dialog tersebut, seorang mahasiswi Untag Semarang, Maria Riani Nake, sempat meneteskan air mata. Ia tidak kuat menahan tangis ketika ingat kondisi orangtua dan keluarga di rumah. Sementara, ia bersama kakak dan adiknya saat ini masih harus kuliah di Semarang. Dalam situasi itu, Ahmad Luthfi pun menenangkan dan memberikan motivasi untuk tetap semangat dalam belajar.

"Saya terharu, karena sudah dianggap anak oleh Pak Gubernur Jateng," ujar Maria.

Mahasiswa asal Kecamatan Elar Selatan, Manggarai Timur, Alfonsius Joivan Sar, menceritakan bahwa daerah tempat asalnya cukup susah diakses, bahkan bantuan dari berbagai daerah yang banyak cukup sulit untuk sampai di kampung halamannya. Saat ini keluarganya masih mengungsi di posko pengungsian karena rumahnya belum layak untuk dihuni.

3. Perhatian dan kepedulian Gubernur Ahmad Luthfi

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memberikan bantuan kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang di kuliah di Jawa Tengah. Bantuan itu berupa keringanan uang kuliah, uang kos, hingga kebutuhan pokok. (Dok. Jateng)

Berdasarkan informasi dari kelompok mahasiswa NTT di Kota Semarang, ada 172 mahasiswa yang terdampak. Mereka berasal dari Manggarai Raya, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Maumere. Jumlah tersebut masih mungkin bertambah mengingat pendataan masih terus dilakukan.

Jumlah bantuan yang diberikan melalui Jaminan Sosial berupa 172 paket Sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS), masing-masing senilai Rp250 ribu, dengan total sekitar Rp43 juta.

"Saya dan teman-teman dari NTT mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah yang sudah menengok dan memberikan bantuan kepada kami. Uang UKT dan uang kos," ungkap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, Armansyah.

Yuvensius Daseli, mahasiswa Untag, menambahkan bahwa berdasarkan data ada sekitar 300 mahasiswa asal NTT yang ada di Kota Semarang. Jumlah itu tersebar di seluruh perguruan tinggi. Ia menyampaikan rasa haru atas perhatian dan kepedulian dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Jujur saja, kami terharu dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur tadi. Terharu sekali Pak Gubernur menyampaikan langsung bahwa beliau menjadi orangtua kami di sini. Data mahasiswa yang saya rekap itu ada hampir 300 orang, itu di Semarang saja," katanya. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article