Jakarta, IDN Times - Perwakilan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan politik dan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kritik tersebut dilontarkan dalam aksi di Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026).
Dalam orasinya, perwakilan Seruni menyerukan penolakan terhadap kepemimpinan yang dinilai tunduk pada pengaruh imperialisme Amerika Serikat. Seruni mengkritik keras ketergantungan kebijakan nasional yang dinilai menempatkan posisi Indonesia di bawah pengaruh kekuatan global.
Massa menuding orientasi politik pemerintahan saat ini tidak mencerminkan kedaulatan penuh rakyat Indonesia, melainkan mengekor pada kepentingan komersial dan geopolitik asing.
"Saya mengajak kawan-kawan untuk menyerukan tuntutan kita. Jika saya bilang "dua tahun cukup!", teman-teman bisa menjawab "Prabowo gagal!". Dan jika saya sebut "Prabowo-Gibran!", teman-teman bisa jawab "boneka Amerika!" orasi perwakilan Seruni.
Seruni juga menyoroti pengelolaan kekayaan alam yang dinilai lebih banyak menguntungkan korporasi besar ketimbang masyarakat lokal. Eksploitasi lahan masif yang memicu bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) disebut sebagai bukti nyata terpinggirkannya hak-hak rakyat kecil.
"Rakyat Indonesia tidak pernah sudi satu detik pun dipimpin oleh rezim boneka imperialis Amerika Serikat, Prabowo-Gibran. Sudah sejak awal Prabowo-Gibran menyia-nyiakan kekayaan alam dan kekuatan produktif rakyat Indonesia untuk kepentingannya sendiri," lanjutnya.
Seruni menegaskan, perlawanan terorganisir dari kelompok perempuan dan buruh menjadi kunci utama dalam merebut kembali kedaulatan ekonomi dan politik Indonesia. Mereka juga mendesak agar pemerintah bisa cepat tanggap dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sedang menyiksa paru-paru masyarakat di banyak wilayah Indonesia.
"Rakyat Indonesia dibiarkan berjuang menghadapi bencana alam, disalahkan atas kebakaran hutan dan lahan. Padahal pelaku sebenarnya adalah perusahaan-perusahaan besar yang menguasai tanah. Betul kawan-kawan? Kami menuntut untuk segera dipadamkannya api dan selamatkan seluruh korban asap kebakaran hutan dan lahan. Prabowo-Gibran telah gagal memimpin menciptakan perubahan Indonesia. Perempuan dan anak-anak Indonesia dibiarkan menghadapi kekerasan ekstrem yang diakibatkan oleh kesewenang-wenangan Prabowo-Gibran. Rakyat Indonesia harus bersatu, menyatukan diri, mengorganisasikan diri untuk bisa menghadapi rezim Prabowo-Gibran," ujar orator.
