Alat Evakuasi dan Medis Disiagakan untuk Orangutan Terdampak Karhutla

Kementerian Kehutanan memperkuat perlindungan orangutan di Kalimantan dari kebakaran hutan dan lahan serta dampak asap.
Raja Antoni melihat bayi orangutan Novita yang dirawat di Nyaru Menteng karena luka di kaki.
Pemerintah menyiapkan obat evakuasi, oksigen, nebulizer, patroli, dan peralatan pemadaman.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat perlindungan satwa liar, khususnya orangutan, dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Selain mengantisipasi api yang mendekati habitat, pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk menjaga kesehatan orangutan dari dampak asap.
Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada masyarakat yang terdampak asap, perlindungan juga diberikan kepada satwa. Menurut Menhut Raja Antoni, sejak awal pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi yang memiliki pengalaman di lapangan dalam penanganan orangutan, termasuk Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dan Orangutan Foundation International (OFI).
“Jadi sejak awal kita sudah koordinasi dengan teman-teman pecinta satwa, organisasi yang memang punya pengalaman di lapangan, baik BOSF (Borneo Orangutan Survival Foundation), OFI (Orangutan Foundation International) dan lain-lain, yang ada di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur,” kata Menhut Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026).
1. Menhut melihat langsung kondisi orang utan

Orangutan di Nyaru, Menteng, Kalimantan Tengah (dok. Kemenhut) Menhut Raja Antoni juga telah melihat langsung kondisi orang utan yang mendapatkan perawatan di Nyaru Menteng.
“Salah satunya yakni bayi orang utan bernama Novita yang diselamatkan dari karhutla, bayi orang utan Novita saat ini mendapatkan perawatan karena mengalami luka di kakinya,” kata dia.
2. Pemerintah siapkan obat hingga nebulizer

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau Karhutla di Kalimantan Tengah (don. Kemenhut) Menhut Raja Antoni mengatakan, antisipasi dampak karhutla terhadap satwa dilakukan melalui peningkatan patroli.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebutuhan untuk penanganan apabila orang utan terdampak asap, termasuk obat penenang untuk evakuasi, oksigen, hingga nebulizer untuk membantu sistem pernapasan.
“Sudah kita siapkan juga untuk sedatif atau anestesi untuk kalau harus melakukan evakuasi, kemudian oksigen, nebulizer,” ujarnya.
3. Menhut pastikan upaya menahan pergerakan api terus dilakukan

Manggala Agni melakukan pemadaman Karhutla di Kalimantan (dok. Kemenhut) Selain perlindungan kesehatan, pemerintah juga memperkuat perlindungan kawasan rehabilitasi orangutan serta membantu kebutuhan peralatan pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan karhutla tidak meluas dan mengancam kawasan inti habitat orangutan.
“Pemerintah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Kemenhut, BPBD, pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait terus berupaya menahan pergerakan api agar tidak masuk ke zona inti,” ujarnya.




















